18 March 2005

Re: Tentang Syahadat saat masuk Islam

Kalau orang tua kita Islam, belum tentu kita Islam kan? Ini namanya
Islam turunan. Memang ada beberapa kelompok dalam Islam bahwa urusan
Syahadat ini perlu pembuktian di depan pemimpin mereka dan diistilahkan
dengan bai'at. Saya tidak akan membahas yang bai'at itu.

Yang saya maksud adalah bila status seseorang itu gak jelas keislamannya
atau dia sendiri adalah non-Muslim dan dia ingin ikut kegiatan-kegiatan
ke-Islaman atau dia mencintai kegiatan ke-Islaman seperti idul Qurban
dlsb, misalnya dia sudah mengklaim bahwa dia muslim, tentu saja
diperlukan syahadat di depan saksi.

Islam itu ajaran yang sangat hati-hati. Apalagi untuk menjaga persatuan
di kalangan ummatnya, ada etika fiqh untuk tidak membahas hal yang
sia-sia secara berkepanjangan misalnya masalah² furu'iyah. Tetapi jika
kita hendak membahas hal itu juga, hendaklah dilakukan dengan kepala
dingin dan berniat mencari kebenaran.

Masalah syahadat menurut saya pribadi (IMHO), sebaiknya kita sering
melafalkan syahadat sebagai penguat kita kepada Allah bahwa kita ini
adalah hamba-Nya dan kita ini mengakui bahwa Rasulullah SAW adalah
hamba-Nya dan pesuruh-Nya.

Wallahu alam

-------
Ass wr wb,
Saya ga akan komentar soal sadis dan tidaknya, saya cuma mau tanya saja
pak
sirod seperti yang bapak katakan klo masuk Islam khan harus baca
syahadat
nach klo orang tua qta sudah islam apa qta juga harus baca syahadat
sebagai
pembuktian kita masuk agama Islam ? klo iya saat kapan dan dalam moment
seperti apa? apa seperti baiat umat zaman nabi dan khulafaur rasyidin,
yang
mana seperti qta baca dalam sejarah Islam saat nabi meninggal kemudian
para
sahabat dan umat baiat kepada abu bakar sebagai khlaifah ? atau apakah
karena kita keturunan Islam lantas otomatis jadi pemeluk agama Islam tdk

perlu lagi baiat dan syahadat saat meyakini islam sebagai agamanya?,
seperti
diwariskan begitu ?
Wassalam,

No comments:

Post a Comment