"Blog ini berisi catatan, opini atau bahkan copy paste dari source yang saya pikir dibuang sayang"
11 May 2012
24 February 2012
Khutbah Jum'at : Bersyukur
Masjid AL-HIJRAH. Jl. Pd. Labu. Cilandak
Khatib : Dr muslih, MA *)
Awal-awal kelahiran kita di dunia :
Saat itu kita tdk tau apa-apa, kemudian mulai mendengar, melihat, lalu bertahap mulai menggunakan anggota badan untuk mengambil sesuatu dan berjalan, kemudian bertahap pula menggunakan akal & fikiran sehingga mencapai dewasa. Kita Mampu mandiri, bekerja, berkarya untuk hidup ini, baik sebagai petani, pedagang, pegawai (baik swasta maupun peg. Negeri), pengusaha, dlsb.... Kalaulah kita menyadari, kita dapat karunia tak terhingga banyaknya. Setelah kesuksesan diraih, tak jarang manusia bangga dan meng-klaim mampu berdiri sendiri dan merasa hebat, kuat dan mampu mengalahkan orang lain.
Dirinya lupa siapa yg telah memberi potensi, menyediakan sarana & prasarana itu smua. Seharusnya atas karunia itu semua kita harus mengucap Alhamdulillah, ucapan yg harus dihayati maknanya. ucapan sebagai bentuk syukur kita kepada Allah yg maha pengasih dan penyayang. Setelah itu kita harus menjaga rasa syukur tsb dan meningkatkannya.
Anugerah rasa syukur membuat dirinya sejahtera lahir batin. Hal ini juga akan membawa kemashlahatan dunia akherat. Mereka yang tidak bersyukur akan menghadapi kehidupan dunia yang belum tentu sejahtera, sementara di akherat mendapat siksa yang pedih.
Contoh sikap yang tepat ketika kita mendapatkan anugerah adalah seperti yang terjadi pada Nabi Sulaiman AS seperti yang diceritakan pada Surah An-Naml (18-19) berikut ini...
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari"; (18)
maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (19)
Selain tidak takabur, Nabi Sulaiman pun menyadari bahwa anugrah itu juga menjadi ujian bagi dirinya.
Kisah singgasana yang berpindah (selengkapnya dapat dibaca di blog Pelajaran dari Surat An-Naml (Kisah Raja Sulaiman) - Rinaldi Munir) tidak membuat Nabi Sulaiman AS berjumawa, malah ia semakin bersyukur pada Allah SWT sebagai pemilik semua karunia di jagat raya ini. Q.S. An-Naml: 40
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". (40)
Dalam ayat tersebut kita melihat betapa tingginya akhlak Nabi Sulaiman AS. Anugerah yang luar biasa dimilikinya itu tidak membuatnya takabur, ujub dan lupa diri. Di situ juga dijelaskan bahwa rasa syukur sebenarnya sangat bermanfaat untuk dirinya sendiri, sebagai "self healing" bagi pribadi-pribadi manusia di dunia ini.
Hidup Zuhud
(lengkapnya dapat dilihat pada Blog Khairul Azzam : Keutamaan Zuhud Di Dunia Dan Anjuran Untuk Mempersedikit Keduniaan Dan Keutamaan Kefakiran" )
Dari Abu Hurairah r.a. pula, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Lihatlah kepada orang yang tarafnya ada di bawahmu semua dan janganlah melihat orang yang tarafnya ada di atasmu semua -dalam hal keduniaan. Sebab yang sedemikian itu lebih nyata bahwa engkau semua tidak akan menghinakan kenikmatan yang dilimpahkan atasmu semua itu.” (Muttafaq ‘alaih)
Ada Pengalaman dari seorang dokter, satu pagi pergi ketika ia akan pergi ke poliklinik seperti biasa, Ia menaikkan seorang pemuda dalam mobilnya. Pemuda tersebut ternyata adalah pasien yang akan diamputasi. salah satu tangannya. Wajah pemuda tsb dalam kaca spion tampak selalu berseri. Sepanjang perjalanan dokter itu mengajak pemuda mengobrol tapi tak sekalipun menanyakan masalah pada tangan pemuda tsb, agar ia tak tersinggung, sampai kemudian pemuda itu berkata : "Saya heran mengapa banyak orang bertanya tentang bagaimana kabar saya tentang berita bahwa tangan saya akan diamputasi. Tadinya memang membuat saya khawatir bahkan sampai saya hampir-hampir hilang ingatan. Tapi kemudian saya mengingat karunia Allah pada diri saya, betapa saya masih diberi kesempatan untuk hidup dan berkarya dalam hidup saya. Memang tangan saya ini akan diamputasi, tetapi dibandingkan karunia lain yang Allah berikan, ini sungguh tidak berarti. Bahkan, dengan diamputasinya tangan saya ini, saya malah lebih bersyukur kepada-Nya.." Saat pemuda itu meminta sang dokter menghentikan kendaraannya dan berlalu seraya tak lupa mengucap terima kasih, sang dokter berkata dalam batinnya : "Tidak, sesungguhnya akulah yang harus berterima kasih karena engkau mengajarkan hikmah kehidupan yang luar biasa pada diriku tentang rasa syukur dalam hidup ini"
*) isi khutbah telah saya modifikasi tidak persis sama yang disampaikan khatib yang bersangkutan, karena saat khutbah saya mengetik bagian-bagian yang dapat saya catat via telepon genggam. Selebihnya saya edit sendiri dengan tambahan dari sumber-sumber di internet.
Khatib : Dr muslih, MA *)
Awal-awal kelahiran kita di dunia :
Saat itu kita tdk tau apa-apa, kemudian mulai mendengar, melihat, lalu bertahap mulai menggunakan anggota badan untuk mengambil sesuatu dan berjalan, kemudian bertahap pula menggunakan akal & fikiran sehingga mencapai dewasa. Kita Mampu mandiri, bekerja, berkarya untuk hidup ini, baik sebagai petani, pedagang, pegawai (baik swasta maupun peg. Negeri), pengusaha, dlsb.... Kalaulah kita menyadari, kita dapat karunia tak terhingga banyaknya. Setelah kesuksesan diraih, tak jarang manusia bangga dan meng-klaim mampu berdiri sendiri dan merasa hebat, kuat dan mampu mengalahkan orang lain.
Dirinya lupa siapa yg telah memberi potensi, menyediakan sarana & prasarana itu smua. Seharusnya atas karunia itu semua kita harus mengucap Alhamdulillah, ucapan yg harus dihayati maknanya. ucapan sebagai bentuk syukur kita kepada Allah yg maha pengasih dan penyayang. Setelah itu kita harus menjaga rasa syukur tsb dan meningkatkannya.
Anugerah rasa syukur membuat dirinya sejahtera lahir batin. Hal ini juga akan membawa kemashlahatan dunia akherat. Mereka yang tidak bersyukur akan menghadapi kehidupan dunia yang belum tentu sejahtera, sementara di akherat mendapat siksa yang pedih.
Contoh sikap yang tepat ketika kita mendapatkan anugerah adalah seperti yang terjadi pada Nabi Sulaiman AS seperti yang diceritakan pada Surah An-Naml (18-19) berikut ini...
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari"; (18)
maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (19)
Selain tidak takabur, Nabi Sulaiman pun menyadari bahwa anugrah itu juga menjadi ujian bagi dirinya.
Kisah singgasana yang berpindah (selengkapnya dapat dibaca di blog Pelajaran dari Surat An-Naml (Kisah Raja Sulaiman) - Rinaldi Munir) tidak membuat Nabi Sulaiman AS berjumawa, malah ia semakin bersyukur pada Allah SWT sebagai pemilik semua karunia di jagat raya ini. Q.S. An-Naml: 40
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". (40)
Dalam ayat tersebut kita melihat betapa tingginya akhlak Nabi Sulaiman AS. Anugerah yang luar biasa dimilikinya itu tidak membuatnya takabur, ujub dan lupa diri. Di situ juga dijelaskan bahwa rasa syukur sebenarnya sangat bermanfaat untuk dirinya sendiri, sebagai "self healing" bagi pribadi-pribadi manusia di dunia ini.
Hidup Zuhud
(lengkapnya dapat dilihat pada Blog Khairul Azzam : Keutamaan Zuhud Di Dunia Dan Anjuran Untuk Mempersedikit Keduniaan Dan Keutamaan Kefakiran" )
Dari Abu Hurairah r.a. pula, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Lihatlah kepada orang yang tarafnya ada di bawahmu semua dan janganlah melihat orang yang tarafnya ada di atasmu semua -dalam hal keduniaan. Sebab yang sedemikian itu lebih nyata bahwa engkau semua tidak akan menghinakan kenikmatan yang dilimpahkan atasmu semua itu.” (Muttafaq ‘alaih)
Ada Pengalaman dari seorang dokter, satu pagi pergi ketika ia akan pergi ke poliklinik seperti biasa, Ia menaikkan seorang pemuda dalam mobilnya. Pemuda tersebut ternyata adalah pasien yang akan diamputasi. salah satu tangannya. Wajah pemuda tsb dalam kaca spion tampak selalu berseri. Sepanjang perjalanan dokter itu mengajak pemuda mengobrol tapi tak sekalipun menanyakan masalah pada tangan pemuda tsb, agar ia tak tersinggung, sampai kemudian pemuda itu berkata : "Saya heran mengapa banyak orang bertanya tentang bagaimana kabar saya tentang berita bahwa tangan saya akan diamputasi. Tadinya memang membuat saya khawatir bahkan sampai saya hampir-hampir hilang ingatan. Tapi kemudian saya mengingat karunia Allah pada diri saya, betapa saya masih diberi kesempatan untuk hidup dan berkarya dalam hidup saya. Memang tangan saya ini akan diamputasi, tetapi dibandingkan karunia lain yang Allah berikan, ini sungguh tidak berarti. Bahkan, dengan diamputasinya tangan saya ini, saya malah lebih bersyukur kepada-Nya.." Saat pemuda itu meminta sang dokter menghentikan kendaraannya dan berlalu seraya tak lupa mengucap terima kasih, sang dokter berkata dalam batinnya : "Tidak, sesungguhnya akulah yang harus berterima kasih karena engkau mengajarkan hikmah kehidupan yang luar biasa pada diriku tentang rasa syukur dalam hidup ini"
*) isi khutbah telah saya modifikasi tidak persis sama yang disampaikan khatib yang bersangkutan, karena saat khutbah saya mengetik bagian-bagian yang dapat saya catat via telepon genggam. Selebihnya saya edit sendiri dengan tambahan dari sumber-sumber di internet.
09 December 2011
Mengapa sulit khusyu dalam Shalat?
Saya menuliskan kembali postingan ustadz Arifien Ilham ini untuk pembelajaran diri dan orang lain yang berminat untuk menikmati indahnya shalat khusyu. Saya sendiri tidak mengalami shalat khusyu dalam setiap shalat yang saya lakukan. Tetapi kerapkali jika shalat khusyu itu terjadi, seakan-akan terjadi hypnotherapi pada diri ini dan rindu ingin mengalaminya lagi dan lagi.
Sent from Research in Action®
Bagian pertama, Mengapa Sulit Khusyu' dalam sholat?
- Memang belum mengenal ALLAH kecuali sebatas Tuhan
Belum mengenal Sifat, Af'al & AsmaNYA, Dia yg menciptakan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, aku, tubuhku, mataku, telingaku, jantungku, istriku, anak-anakku, semua yg kulihat, semua yg kudengar, semua yg bergerak, semua yg berada di langit & di bumi.
Semua di hidupkan-NYA "Al Muhyi"; semua akan dimatikanNYA "Al Mumiitu", semua tunduk dalam kehendak "Al Muriidu" & kekuasaanNYA "Al Qodiiru", DIAlah yg mengatur semuanya "Ar Robbu", DIAlah yg mengusai sekaligus memiliki semuanya "Al Maaliku" (QS Ali Imran : 26-27).
Dia Maha Menatap "Al Bashiiru" tahu persis hati, pikiran & lintasan pikiran kita & DIA Maha Mendengar "As Samiiu'" mendengar gesekan daun, langkah semut & rintihan hati hambaNYA, Lantas sadarkah kita bahwa DIA YANG SEGALA GALANYA yg kita hadapi dalam sholat selama ini?, Bisakah hati & pikiran kita lari saat sholat sementara DIA MENATAP hati pikiran kita? Kalau begitu kok bisa ma'siyat sementara DIA TERUS MENERUS MEMPERHATIKAN kita?~ penjelasan bagaimana surah Al-Imran ayat 26-27 ini dapat dilihat pada blog Menuju Kesejahteraan; tafsirnya bisa pula dilihat di blog Kongaji - Karena belum faham bacaan, makna, hikmah, keutamaan, syarat & rukun sholat
Maka jadilah "sukaaro" sholat mabuk alias sholat tanpa rasa, tanpa pemahaman, tanpa penghayatan, tanpa keyaqinan, kosong, hampa, seakan robot jasad tanpa ruh, "alkusaala" malah terasa beban, buru buru pengen cepat selesainya, kebiasaannya menunda nunda waktunya, gerak sholatnya cepat seperti ayam matok.
Surah & bacaan sholatpun komai kamit. Sahabatku, simaklah Kalam ALLAH ini, "...JANGANLAH KALIAN MENEGAKKAN SHOLAT, SEDANGKAN KALIAN DALAM KEADAAN MABUK, SAMPAI KALIAN BENAR BENAR FAHAM APA APA YANG KALIAN BACA DALAM SHOLAT KALIAN" (QS4:43).
Lihat orang mabuk berkata berbuat tetapi tidak sadar apa yg dikatakan & apa yg diperbuat, lihat orang sholat berdiri, bertakbir, baca ayat, ruku', sujud, tahiyyat & salam, tetapi tidak sadar bahwa ia sedang berdiri, ruku' sujud menghadap PENCINTA LANGIT & BUMI...tidak sadar bahwa ia sedang berdialog dengan PENCIPTA DIRINYA, YANG MAHA MENENTUKAN SEGALA GALANYA! - Karena tidak sadar bahwa sholat itu adalah "Almuhadatsah bainal makhluqi wa Khooliqi" dialog hamba kepada Kholiqnya,
"Apabila salah seorang dari kalian sholat, sebenarnya ia sedang berkomukasi dg ALLAH" (HR Bukhori Muslim).
Coba perhatikan dari adzan, panggilan waktu menghadapNYA, yang dipanggilpun yang berSYAHADAT, "Asyhaaduallaa ilaaha illallah wa ashhadu anna Muhammadar Rasulullah", yang tidak beriman tidak dipanggil, karena itulah Rasulullah mengingatkan, "Yang membedakan kita dengan orang kafir adalah sholat, maka siapa dengan SENGAJA MENINGGALKAN SHOLAT maka sungguh ia sudah BERPERANGAI seperti orang kafir".
Menutup aurat karena memang menghadap-NYA, menghadap qiblat karena memang fokus jasad ruh, hati pikiran kepada-NYA, apalagi berjamaah jadi rapi shof, & seluruh duniapun satu arah qiblat, lalu bersuci krn memang menghadap MAHA SUCI, lalu berdiri tegap, takbir, membaca ifitah "inn wajjahtu wajhiyalilldzi fathoros samaawati wal ardho" hamba datang menghadapMU duhai PENCIPTA LANGIT & bumi, tunduk patuh taat padaMU...
Inilah diantara komunikasi sholat yang. belum difahami, lantas bagaimana khusyu' tanpa kesadaran ini. - Karena sedikit kita yang faham bahwa dalam sholat Tatkala membaca Alfatihah terjadi dialog hamba dg RABBnya.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, "Barang siapa membaca surat al-Fatihah, setiap ayat yg dibaca itu langsung dijawab oleh ALLAH",
lalu Rasulullah menyampaikan ketika seorang hamba berkata, ''Segala puji bagi ALLAH, TUHAN seru sekalian alam". ALLAH menjawab, "Hamba-KU telah memuji-KU".
Seorang hamba berkata, ''Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang". ALLAH menjawab, "Hamba-KU memuji-KU". Seorang hamba berkata, ''RAJA di Hari Pengadilan". ALLAH menjawab, "Hamba-KU mengagungkan Diri-KU. Hamba-KU berserah diri kpd-KU".
Seorang hamba berkata, ''Hanya ENGKAUlah yg kami sembah, hanya kpd-MU kami memohon pertolongan". ALLAH menjawab, "Inilah pertengahan antara AKU; hamba-KU; bagi hamba-KU apa yg dia minta AKU berikan". Seorang hamba berkata, ''Tunjukilah kami jalan yg lurus, jalan yg telah ENGKAU anugerahkan kepada mereka, bukan mereka yang kena murka; bukan mereka yang sesat.'' ALLAH menjawab, "Ini milik hamba-KU; bagi hamba-KU apa yg dia minta AKU berikan". (Hadist Qudsi, HR Muslim).
Karena itu sahabatku, mulailah bacanya pelan2 dengan kesadaran dan; keyaqinan "THUMA'NINAH", sungguh ALLAH menjawab stp ayat yg kita baca..."
nikmatnya, bahagianya aku menulis ini dari mesjid Agung Baitul Makmur Rejang Lebong Bengkulu sambil menunggu waktu isya. I love you sahabatku fillah.
Sent from Research in Action®
21 November 2011
5 Kesalahan Ketika Anda Mencoba Melakukan Sesuatu
“Pilihlah sebuah metode lalu cobalah metode tersebut. Jika gagal, akuilah dan coba metode yang lain. Namun yang terpenting, lakukan sesuatu.” - Franklin D. Roosevelt -
Apa yang menghentikan anda dari melakukan sesuatu? Berikut merupakan lima kesalahan yang telah saya lakukan berulang kali. Dan saya masih tetap melakukan kesalahan-kesalahan ini, namun tidak sebanyak yang saya lakukan dulu. Saya terus memperbaiki diri secara bertahap.
Berikut merupakan tindakan-tindakan yang dapat membuat anda menahan diri, bahkan menghentikan diri anda dari mengambil tindakan dan memperoleh apa yang anda inginkan. Dalam kenyataan memang terdapat lebih dari 5 hal, namun saat ini saya ingin memfokuskan diri pada 5 hal yang menurut pendapat saya dapat menghentikan saya dan orang-orang lain pada umumnya.
1. Terlalu Serius Dalam Memikirkan Sesuatu
Berpikir seringkali sebut-sebut sebagai hal terbaik dalam dunia ini. Dalam beberapa kasus, berpikir justru menghambat anda. Menurut pendapat saya: saya bukanlah hasil pemikiran saya, saya adalah pengamat dari pemikiran saya. Pemikiran seperti ini membuat anda tidak terlalu terikat pada pemikiran-pemikiran yang ada. Dan untuk menghindari pemikiran bahwa apa yang dikatakan orang-orang merupakan kebenaran. Seringkali pemikiran semacam ini tidak berguna dan hanya akan memenuhi kepala anda. Dan anda menyadari bahwa anda tidak harus menganggap terlalu serius pemikiran-pemikiran tersebut. Anda bisa melupakannya jika anda menginginkannya.
Dengan sudut pandang seperti ini, akan lebih mudah bagi anda untuk mengambil jarak dari pemikiran-pemikiran anda dan mengendalikannya daripada membiarkan diri anda dikendalikan oleh pemikiran-pemikiran tersebut. Akal sehat memang penting, namun seringkali kita menyadari pemikiran apa yang harus kita dengarkan dan pemikiran mana yang hanya omong kosong belaka.
2. Terlalu Menganggap Serius Emosi Anda
Ada waktunya bagi anda untuk mendengarkan emosi anda. Namun seringkali hal itu bukanlah ide yang bagus. Sekali lagi, bagi saya emosi merupakan sesuatu yang saya amati. Hal ini memungkinkan saya untuk mengambil jarak dari emosi dan tidak terlalu mengganggap serius emosi anda, kecuali jika emosi tersebut dapat membantu anda dalam situasi tertentu. Jika anda memiliki emosi negatif yang menahan diri anda dari mengambil tindakan, lalu apa yang bisa anda lakukan agar anda tidak terlalu menganggap serius emosi anda?
Satu hal yang bisa anda lakukan adalah dengan menerima fakta bahwa perasaan tersebut ada di dalam diri anda. Daripada anda menolak perasaan anda dan tidak menerima perasaan tersebut; biarkan perasaan itu masuk dan terimalah. Dengan menerima perasaan tersebut tanpa memberikan label apapun dan hanya mengamatinya; anda bisa mengurangi perasaan-perasaan negatif yang muncul dalam hitungan menit. Lalu anda bisa melanjutkan kegiatan anda tanpa merasakan adanya hal-hal negatif dalam diri anda.
Cara lain yang bisa anda lakukan adalah dengan melihat kembali situasi yang sedang anda hadapi dari sudut pandang yang berbeda. Jika anda melihat sesuatu dengan rasa takut, anda mungkin tidak akan mengambil tindakan apapun. Jika anda mengubah sudut pandang anda, anda bisa mengubah emosi nagatif yang muncul menjadi positif. Cara paling mudah untuk mengubah sudut pandang anda adalah dengan bertanya pada diri anda sendiri: hal baik apa yang bisa saya ambil dari situasi ini? Dengan cara ini anda bisa mulai melihat sesuatu melalui sudut pandang yang baru dan lebih positif, dan pada saat yang bersamaan memicu semangat anda dalam memulai sesuatu.
Tidak terlalu menganggap serius pikiran dan emosi anda sifatnya sama seperti hal-hal lain yang biasa anda lakukan. Hal tersebut merupakan kebiasaan yang anda bangun dan tumbuh semakin kuat. Perlahan anda akan mempu melepaskan diri anda dari beban pikiran dan emosi yang mengikat anda.
3. Terlalu Sering Mendengarkan Pendapat Negatif Orang Lain.
Saya telah menyebutkan hal ini beberapa kali. Apa yang orang katakan mengenai dunia dan anda mungkin tidak benar. Seringkali yang ia katakan lebih merupakan perasaan orang tersebut mengenai dirinya sendiri dan ia menyampaikannya kepada orang-orang di sekelilingnya. Jika mereka membagikan hal-hal negatif maka hal tersebut lebih merupakan cerminan dari diri mereka dibandingkan dengan kenyataan yang ada.
Tentu saja, ada kemungkinan kritikan yang orang tersebut berikan terhadap diri anda atau ide-ide anda benar. Namun pada sisi lain, seringkali kritik yang muncul merupakan pendapat negatif seseorang mengenai sudut pandang nya terhadap lingkungannya, bagaimana ia ingin terlihat benar dalam sebuah percakapan, atau bagaimana ia ingin mempertegas sudut pandang nya mengenai kenyataan dan untuk menciptakan rasa aman dan perasaan bahwa semua terjadi seperti biasanya.
Menurut saya anda perlu mendengarkan pendapat orang lain. Khususnya orang-orang yang telah berada pada posisi dimana anda ingin menuju. Namun pada akhirnya cobalah untuk membuat keputusan sendiri. Cobalah lakukan banyak hal dan lihatlah mana yang berhasil daripada hanya mendengarkan prediksi orang lain.
4. Tidak Menciptakan Cukup Banyak Energi Dalam Diri Anda
Tanpa ada kekuatan diri, sangatlah sulit untuk melakukan sesuatu. Jika anda menguasai hal-hal yang mendasar dalam menjaga diri anda maka anda akan memiliki lebih banyak kekuatan untuk mengubah ide-ide anda menjadi kenyataan. Jadi jika anda cukup beristirahat, makan makanan sehat dan berolah raga maka anda memberikan nilai lebih bagi diri anda sendiri.
Bagi saya – karena saya selalu tidur dan makan secara teratur – hal terpenting bagi saya adalah berolehraga dengan teratur. Olahraga membuat anda memiliki lebih banyak energi dan lebih mudah dalam melakukan sesuatu.
5. Terlalu Banyak Berencana, Membaca, Dan Berpikir
Melakukan sesuatu dengan lebih banyak kadang bukanlah ide yang bagus. Kedengarannya mungkin bagus pada awalnya, namun berdasarkan pengalaman saya, hal tersebut malah membuat anda bingung dan bahkan hanya bisa menyelesaikan lebih sedikit pekerjaan.
Salah satu kesalahan yang sering anda lakukan adalah terlalu lama menyusun rencana. Untuk memastikan pekerjaan anda berjalan dengan lancar, hal terpenting yang anda lakukan adalah menyusun sebuah rencana dengan sempurna. Anda bisa menyusun sebuah rencana dengan menganalisa masalah potensial yang dapat muncul ketika anda sedang menerapkan rencana anda. Masalahnya adalah ketika anda melaksanakan rencana anda; anda belum memikirkan kemungkinan yang bisa terjadi.
Rencana yang betul-betul sempurna akan sangat sulit untuk disusun. Jadi setelah anda menyusun rencana, segeralah memulai rencana tersebut, bekerjalah dengan menerapkan rencana dan mengatasi masalah-masalah yang muncul ketika anda mulai bekerja.
Membaca terlalu banyak merupakan cara lain yang dapat menghambat diri anda. Anda merasa anda perlu membaca satu atau lebih buku atau artikel lalu mengambil tindakan. Mungkin besok atau minggu depan. Terlalu banyak membaca juga dapat menyebabkan muncul kebingungan karena pakar-pakar yang berbeda memiliki nasihat yang berbeda terhadap diri anda.
Membaca membuat anda merasa lebih baik karena anda sedang melangkah menuju sasaran anda dan mendidik diri anda sendiri. Namun, untuk memperoleh hasil yang lebih baik, alanglah baiknya jika anda membaca untuk memperoleh informasi mengenai langkah-langkah dasar yang bisa anda lakukan, juga kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh orang lain, lalu mulailah berolahraga di pusat kebugaran.
Terlalu banyak berpikir merupakan cara paling popular untuk menunda sesuatu. Penundaan bisa menyita waktu anda selagi anda membayangkan masa depan anda, atau scenario negatif yang mungkin tidak akan pernah terjadi dalam dunia nyata. Berdasarkan pengalaman saya, terlalu banyak berpikir hanya membuat hal yang anda pikirkan menjadi lebih rumit dan dapat menarik anda ke dalam lingkaran pikiran negatif sehingga anda merasa takut untuk mengambil tindakan.
Jadi, melakukan sesuatu lebih banyak kedengarannya memang seperti sebuah ide yang bagus. Anda mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik lagi. Merencanakan, membaca, dan memikirkannya merupakan tiga hal yang dinilai sebagai sesuatu yang sangat baik dalam masyarakat kita. Dan ketiga hal tersebut merupakan hal yang baik. Tapi anda tidak bisa tidak mengambil tindakan dengan melakukan ketiga hal tersebut lebih banyak.
Masalah lain yang muncul adalah ketiga hal tersebut dapat membuat anda merasa anda mengalami kemajuan. Sehingga anda terus melakukan ketiga hal tersebut, dan tidak mengambil tindakan, serta menggantikan perasaan nyata bahwa anda telah melakukan kemajuan dengan perasaan yang keliru.
“Seringkali perbedaan antara orang sukses dan gagal adalah bukan karena yang satu tidak memiliki keahlian atau ide, melainkan keberanian untuk mengambil risiko atas ide yang ada dan melaksanakannya.” - Maxwell Maltz -
diambil dari sini
Subscribe to:
Posts (Atom)