11 May 2012

Diskusi tentang Irshad Manji di dinding facebook mas Malela Mahargasarie

Media Statement
Oleh Irshad Manji, 10 Mei

Empat tahun yang lalu, saya datang ke Indonesia dan merasakan sebuah negara yang penuh dengan toleransi, keterbukaan dan pluralisme. Karena itu, saya menyebutkan di dalam buku baru saya, “Allah, Liberty and Love”, bahwa Indonesia adalah contoh yang patut ditiru negara-negara muslim lainnya.

Namun sekarang banyak hal berubah. Seperti yang terjadi tadi malam, di kantor LkiS, sekelompok preman berjubah agama menyerang 150 peserta diskusi sampai terluka, termasuk di antaranya asisten saya, Emily Rees. Ia dipukuli berkali-kali dengan besi panjang dan harus dilarikan ke rumah sakit. Lengannya terluka dan harus dibalut perban. Dua peserta diskusi lainnya mengalami luka cukup parah di kepala. Dan saya mengatakan kepada mereka bahwa, dengan rahmat Allah, mereka akan segera pulih.

Tapi tidak demikian dengan para kriminal yang menyembunyikan wajah mereka di balik masker dan helm, sambil memukuli orang-orang tak bersalah dan melakukan perusakan. Mereka adalah pengecut!

Sebaliknya, ada juga para pemberani yang rela berkorban menyelamatkan nyawa saya. Di saat para kriminal tersebut berteriak-teriak, “Mana Manji? Mana Manji?”, orang-orang berjiwa pemberani tersebut menjadikan tubuh mereka sebagai perisai yang melindungi saya. Saya sangat terharu dengan keberanian mereka. Mereka telah memperlihatkan bahwa orang-orang Indonesia bisa bersatu demi martabat dan nilai-nilai kemanusiaan.

Tidak sedikit yang mengatakan kepada saya bahwa polisi dan pemerintah Indonesia tunduk begitu saja kepada para preman tersebut. Tapi masyarakat Indonesia tidak boleh ikut tunduk kepada mereka! Semoga seluruh masyarakat Indonesia bangga dengan—dan belajar kepada—para pahlawan perdamaian mereka.

Irshad Manji
Penulis “Allah, Liberty and Love” dan Direktur Moral Courage Project, New York University

    • Muhammad Sirod Rasoma Harusnya manji gak banyak merengek kalau memang pemberani. Terlalu banyak orang pintar yg datang ke Indonesia, tapi sedikit sekali yg bijak..


    • Joen Yunus agama bukan soal menang atau kalah... yg benar akan tetap benar walau seluruh alam semesta mengingkarinya... berbeda dg ilmu2 duniawi, jika anda bersedia membuka hati sanubari anda, sebenarnya tdk perlu diskusi, buku tebal-tebal atau bahkan kuliah tinggi2...


    • S Malela Mahargasarie Saya kira tidak ada kata rengekan dalam media statement Manji di atas. Dan Manji telah membuktikan ia memang seorang pemberani. Meski acaranya telah diancam oleh FPI dkk sejak muncul pertama di Salihara, ia tetap melanjutkan diskusi2nya hingga ke Yogya.


    • Achmad Hidayat-El Jabari Mau tanya mas Malela,ane kurg bgitu hapal dan tidak tahu siapa Rashid Manji itu? Ada kpntingan apa dia di indonesia,apa sbgai intelektual agama,peneliti kemasyarakatan atau ada hal lain yg ada kpntingan? Mhon djawab,trmksh

    • Muhammad Sirod Rasoma Berani jualan ide, walau tau bikin rusuh. Berani menunjukkan kelemahan kita sebagai bangsa dan menjadi bahan media, yg memang mendapat ransum dari berita ini. Benar2 pejuang smart era kosmopolitan, content menjadi tidak penting, yg penting huru-hara mendongkrak rating.. Barangkali di negeri2 dimana kebebasan sudah duluan singgah, jualan manji ini sudah expired dan cenderung basi!

    • S Malela Mahargasarie Mas Achmad, sejauh yang saya tahu dia seorang intelektual yang kini sedang menerbitkan buku, nah acara2 diskusi itu, tentunya terkait dengan promosi bukunya. Soal Manji lebih jauh, bisa di Googling mas. Salam.


    • Adi Subagiyo Sudah jelas mana yang benar dan mana yang salah. Salute kepada FPI yang berhasil mendongkrak rating dengan menciptakan huru hara. Barangkali di negeri2 dimana kebebasan sudah duluan singgah, jualan FPI ini sudah expired dan cenderung basi!. :)


    • Galang Samudro mestinya manusia macam irsad manji ini tau diri dong, dia datang di negara yang mayoritas muslim, bagaimana dia harus bersikap, menjunjung etika dan adab pemeluk mayoritas di negeri ini, seperti halnya kaum monoritas muslim di barat, begitu tertekennya kaum minoritas muslim di barat bahkan juga di asia. Indonesia sudah sangat toleran dengan kaum minoritas yang lain, tapi toleransi jangan dikaitkan dengan aqidah, sebab aqidah sudah harga mati buat orang islam.

    • S Malela Mahargasarie ‎@MSD: mas Sirod, dari fakta2 dilapangan, bukan Manji yang bikin rusuh. Dia hanya jadi pembicara didalam diskusi buku yang dia tulis dan terbitkan. Apa dalam bukunya dia men-jelek2 bangsa kita? Mas Sirod sudah baca bukunya?


    • Muhammad Sirod Rasoma Mas malela, saya belum membaca bukunya. Saya seorang sales dan semakin yakin tidak mau membaca bukunya setelah kejadian ini (metode marketing yg buruk menurutku). Seandainya orang2 pintar yg sering bentrok dengan ormas bersimbol Islam itu mau menggunakan hati/kalbunya.. Tidak melulu menggunakan otak untuk memaksakan ide2 progressifnya itu.. Ibarat anak pintar yg tidak mau mengalah pada anak bodoh lalu gurunya justru menghukum anak pintar tsb, karena ia tidak punya kebijaksanaan... Prihatin dengan kejumudan umat sekarang, lebih prihatin lagi ada bagian ummat yg mengeruk untung dari situasi seperti ini...


    • Joen Yunus ‎"Jangan marah 3x."... pesan sederhana Rasullullah SAW yg telah dilupakan (atau sengaja dilupakan) oleh ummatnya...

    • Achmad Hidayat-El Jabari Mas Malela@thanks atas jawabannya..

      Indonesia skg sudah pada pinter,dari segi intelektualitas dan pemahaman agama,jadi misalkan ada referensi atau bedah buku,sudah dpat di lihat dari profil pengarangnya siapa,karena org yg bijak akan menyaring baik tidaknya sebuah referensi.
      Menurut saya apapun bidang suatu ilmu,kalau kita seorang mukmin harus berdasar kpda Alqur'an dan Sunnah,hanya kedua sumber itu yg di jadikan dasar ke ilmuan untuk kebaikan fidunia wal akhiroh..semoga kita dberi kekuatan dan petunjuk ilmu yang haq,barokallohufikum..


    • S Malela Mahargasarie Mas Sirod, istilah sampeyan "memaksakan ide2 progresif" itu saya kira juga kurang tepat. Pertama, dia tidak memaksa. Diskusi itu gratis, bebas siapa saja boleh datang atau mengabaikannya. Kedua, apakah ide2nya progresif? Gak juga. Biasa2 saja. Usul saya sama mas Sirod, baca bukunya, lalu tulis kritik esensi bukunya, sebarkan melalui FB. Saya akan membaca yang pertama. Oke, mas?!


    • Achmad Hidayat-El Jabari Betul mas malela,kalo gak bukunya kita bedah,nah nnti tinggal kita kritisi..setuju?


    • Muhammad Sirod Rasoma Heheh... Ini lagi bergemuruh dada saya mas, mungkin karena berita sukhoi itu (semoga yg terbaik bagi penumpang2 tsb). Bagi mas malela, ulil, ahmad dhani, gm dan bahkan anak bawang seperti saya ide2 manji mungkin biasa, tapi untuk masyarakat kita?

      membeli & membaca bukunya? tidak buruk sih, fiuhh... Sayangnya keikhlasan saya harus diuji mas malela, ada beberapa buku wajib yg belum saya selesaikan : tafsir al-azhar juz 8/9/10 dan kisah PKI karya harry poetze masih tergeletak saja.. Selamat pagi yg barokah semuanya, selamat memikirkan bangsa kita...


    • Donny Kresnadi Tuwo Bener Mas, Irshad memang berani, kita aja takut kalo rombongan berjubah udah konvoi di jalan, salah2 kita jadi korban. Bener juga kata Irshad, 5 tahun yang lalu kita ga pernah takut sama model kaya begini, malah kalo liat rombongan berjubah kayanya adem.

    • Hermawan Rianto Kalau kita melihat persoalan dgn kerendahan hati tentunya memberi ruang untuk perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat juga seyogyanya disampaikan dgn santun dan biasa biasa saja. Merasa sebagai yg paling memahami dan pengawal Agama satu satunya langkah pertama menuju kesalahan. Islam tdk semudah yg kita pikirkan Islam juga tidak semudah yg Manji pikirkan. Tetapi seseorang menulis dengan begitu hebat energinya harus kita hormati. Perkara kita tidak setuju....namanya juga buku... yg ditulis sebuah pendapat. Santai saja. Kita bisa tidak setuju...bisa setuju sebagian saja...bisa membuat resensi untuk mengkoreksi. Islam mengajarkan kerendahan hati sehingga perlu sampai mengajakan kepada kita cara kita bejalan dan bicara dengan penuh kelembutan.


    • Irawan Karseno heran bahwa pemrintah (juga partai2,termasuk partai islam..) diam saja melihat kelakuan ormas preman2 ini....,padahal jelas,citra 'islam yang keras' bener2 menjatuhkan citra dunia islam,termasuk partai islam....


    • Hermawan Rianto Kenapa kita tidak penah berani melawan FPI ? Kenapa tokoh JIL dulu sekarang masuk partai ? Kenapa berjubah itu dianggap lebih saleh ? Kenapa Kita ditakut takuti oleh orang seagama ? Kenapa lebih terkenal ustad soulmate ketimbang Quraish Shihab ? Kenapa nggak brani marah thdp sikap beragama Oma Irama ? Kenapa sebagian teman seniman sangat memuja Manji ? Kenapa Hemas membela Manji ? (terlalu banyak bertanya sesat dijalan).


    • Muhammad Sirod Rasoma Otak itu kalau sering digunakan membuat cerdas ya pak, syaratnya hati / jangan ditutup. Terlalu sering berfikir bebas lalu jarang membaca ayat2 Tuhan juga bisa celaka..


    • Donny Kresnadi Tuwo Setuju "Hati" jangan selalu ditutup. Ditutup hawa nafsu!


    • Hermawan Rianto Sejauh berkaitan dgn Quran tidak ada yg perlu dikawatirkan karena itu milikNYa yg ada dalam lindunganNYA. Tetapi berkaitan dgn Islam kita harus menjaga supaya tidak disalah pahami. FPI dan organisasi sejenis telah membuat Islam disalah pahami...sikap terhadap Manji membuat Islam Indonesia disalah pahami. Manji sendiri (anggap saja) sekian pendapat tentang Islam dan kalau mengenai soal itu kita bisa buka di google menemukan buaannyyak pendapat dan karya yg memuji maupun mendiskreditkan Islam. Yang paling populer adalah mendiskreditkan Muhammad. Seluruh pengingkaran thd Islam kan memang sudah disampaikan oleh Allah sendiri. Diantaranya ketika Islam menjadi mayoritas itu tanda datangnya kemunduran. Disebutkan juga lapar dan kemiskinan juga itu membuat manusia mengingkari Allah. Pemikiran baru ? Justru sangat sedikit yg mampu merubah pandangan atau sikap.


    • Indriastuti Salim Saya setuju dng Pak Hermawan Rianto tentang perlunya menyikapi perbedaan dan menghadapi persoalan dng kerendahan hati. Pembiaran akan aksi kekerasan akan menjadi pemakluman yang kalau itu berlangsung terus menerus, akan memberi pelajaran yang keliru terhadap generasi penerus bangsa. Saya kebetulan sudah menemukan ikhwal manji dari wikipedia, ini ringkasan yang saya buat dengan cepat:

      Irshad Manji (lahir 1968) adalah seorang penulis Kanada, wartawan dan advokat "reformasi dan progresif" interpretasi Islam. Manji, direktur Moral Courage Project di Sekolah Robert F. Wagner di New York University. Proyeknya bertujuan untuk mengajarkan para pemimpin muda untuk [1] "menantang kebenaran politik, kesesuaian intelektual dan sensor diri." Dia juga pendiri dan presiden Proyek Ijtihad, sebuah organisasi amal mempromosikan "tradisi berpikir kritis, perdebatan dan perbedaan pendapat" dalam Islam, di antara [2] "jaringan reformis Muslim dan sekutu non-Muslim."

      Manji adalah seorang kritikus Islam mainstream tradisional. Buku Manji yang terakhir, Allah, Liberty dan Cinta dirilis pada bulan Juni 2011 di AS, Kanada dan negara lainnya. Di website Manji itu, buku tsb. menjelaskan: "Allah, Liberty and Love” menunjukkan kita semua bagaimana mendamaikan iman dan kebebasan dalam dunia yang bergolak dengan dogma represif. Ajaran kunci Manji adalah" keberanian moral” – kehendak untuk berbicara ketika orang lain ingin membungkam mulut orang itu. Buku ini merupakan panduan utama untuk menjadi warga dunia yang berani "[4].

      Buku sebelumnya Manji, The Trouble with Islam Today (awalnya diterbitkan sebagai Trouble with Islam), telah diterbitkan dalam lebih dari 30 bahasa, termasuk bahasa Arab, Persia, Urdu, Melayu dan bahasa Indonesia. Manji telah membuat sebuah film dokumenter PBS, "Iman Tanpa Takut", mencatat upaya untuk "mendamaikan imannya kepada Allah dengan cinta nya kebebasan". Film dokumenter ini dinominasikan untuk Emmy Award 2008. Sebagai seorang jurnalis, artikelnya telah muncul di berbagai publikasi, dan ia telah berbicara di hadapan berbagai hadirin, mulai dari Amnesty International untuk PBB Tekan Corps untuk kaum Muslim Demokrat di Denmark untuk Kerajaan Kanada Mounted Police. Manji tampil di jaringan televisi seluruh dunia, termasuk Al Jazeera, CBC, BBC, MSNBC, C-SPAN, CNN, PBS, Fox News Channel, CBS, dan HBO.
      Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Irshad_Manji


    • Muhammad Sirod Rasoma Singkatnya manji berhasil meng-imankan otak-nya, tapi tidak orientasi seksualnya. Padahal Islam itu satu paket. Tidak suka? harusnya ia tidak membawa2 label islam. Ini persis seperti yg dialami teman2 Ahmadiyah. Selama simbol Islam dibawa2 lalu dicampur adukkan dengan logika2 pembawanya, maka ia akan berhadapan dengan pemeluk Islam garis keras. Bahkan Karen Armstrong malah menganggap adanya sayap militant pada Islam justru itulah yg akan memperkuat Islam itu sendiri. Sebagaimana Manji pernah berkata bahkan Budhism saja memiliki pemikiran absolut. Itulah mengapa org2 Quraisy dulu enggan masuk Islam, bukan mereka tidak tahu banyak kebaikan dalam agama ini tapi juga banyak hal2 yg menurut mereka 'mengebiri' kebebasan dan mungkin diantaranya kebebasan orientasi seksual.

      Omong2 ttg sikap kritis terhadap Tuhan. Ada cerita dalam quran yg disuruh menyembelih sapi. Ummat itu minta specifik lagi jenis kelaminnya, kemudian ditentukan sapi betina. Kemudian mereka bertanya lagi warnanya apa, lalu ditentukanlah warnanya keemasan, lalu bertanya lagi ttg umurnya maka datang aturan yg lebih sulit bahwa sapi tersebut harus yg belum pernah bunting dan belum pernah dipakai membajak sawah. Betapa sulitnya ummat tersebut menjalankan ibadah karena terlampau banyak bertanya pada Tuhan... (kisah bani israil & nabi Musa a.s. dalam surat Al-Baqarah, surat terpanjang dalam Al-Quran)..


    • Donny Kresnadi Tuwo ‎"mungkin" pendapat disini semua benar, "mungkin" juga semua salah, "mungkin" kekerasan adalah sebuah kebenaran, "mungkin" kekerasan adalah sebuah "kebetulan"

    • Hermawan Rianto Iman tanpa takut. Beragama tanpa takut. Beribadah tanpa takut. Mempelajari tanpa takut. Seyogyanya bukan hanya utk kita tapi utk semua umat beragama.


    • Indriastuti Salim Bagaimanapun, saya sendiri lebih menekankan pada pentingnya kedewasaan menyikapi persoalan, apapun motif dan ikhwalnya. Jadi hal ini bisa saja terlepas dari isu perbedaan (agama atau ideologi). Kekerasan anak sekolah saja bisa menghancurkan, contohnya insiden pelajar SMA (Bulungan?) dengan sekelompok juru warta. Kalau di keluarga, kekerasan mengambil bentuk sebagai KDRT (baik fisik atau mental).


    • Hermawan Rianto El Jabari sebagai pelengkap Quran dan Sunnah adalah Hadist dan jangan lupa Sejarah (Nabi) dan konteks budaya bisa menjawab dan perlu dibaca untuk menjawab bbrapa ketidak mengertian. Ada banyak pembengkokan Islam atau ke bingungan tentang Islam bila mengkaji Islam secara parsial (begitu juga kebingungan terhadap agama lain kalau mengkaji dgn cara yg sama ). Sikap positif tanpa kecurigaan (dulu) membuat kita mampu mengkaji dengan jernih.


    • Soepono Sasongko dari komen2 ini sy yakin teman2 meyakini Al-Quran n Hadist, hanya imajinasinyalah yg berbeda shg daya nalarnya bergerak unt. berargumentasi. smg kita tdk slg menyakiti, memaksakaan kehendak dan tdk menciptakan ketakutan baik sesama muslim maupun non muslim


    • Tutut Handayani agree disagree...#numpang share ya mas..thanks before


    • S Malela Mahargasarie Salah satu ciri kaum terpelajar yang beradab adalah menghargai pendapat orang atau keyakinan orang lain, sekalipun keyakinan itu bertentangan dengan keyakinannya. Tidak ada orang yang boleh mengubah paksa pendapat atau keyakinan seseorang, apalagi dengan tindak kekerasan.


    • Indriastuti Salim Dan itu idealnya menyangkut banyak hal, ya PakS Malela Mahargasarie :-)


    • Hermawan Rianto Baca : sejarah Nabi Muhammad SAW mengenai Piagam Madinah, oleh PBB disebut sebagai piagam hak azasi manusia pertama didunia.


    • Adli Usuluddin Sikap kritis dan memprotes Tuhan adalah kemauan Tuhan juga....:)


    • Muhammad Sirod Rasoma Akur mas malela, itu juga yg diajarkan baginda Nabi SAW..


24 February 2012

Khutbah Jum'at : Bersyukur

Masjid AL-HIJRAH. Jl. Pd. Labu. Cilandak
Khatib :  Dr muslih, MA *)

Awal-awal kelahiran kita di dunia :

Saat itu kita tdk tau apa-apa, kemudian mulai mendengar, melihat, lalu bertahap mulai menggunakan anggota badan untuk mengambil sesuatu dan berjalan, kemudian bertahap pula menggunakan akal & fikiran sehingga mencapai dewasa. Kita Mampu mandiri, bekerja, berkarya untuk hidup ini, baik sebagai petani, pedagang, pegawai (baik swasta maupun peg. Negeri), pengusaha, dlsb.... Kalaulah kita menyadari, kita dapat karunia tak  terhingga banyaknya. Setelah kesuksesan diraih, tak jarang manusia bangga dan meng-klaim  mampu berdiri sendiri dan merasa hebat, kuat dan mampu mengalahkan orang lain.

Dirinya lupa siapa yg telah memberi potensi, menyediakan sarana & prasarana itu smua. Seharusnya atas karunia itu semua kita harus mengucap Alhamdulillah, ucapan yg harus dihayati maknanya. ucapan sebagai bentuk syukur kita kepada Allah yg maha pengasih dan penyayang. Setelah itu kita harus menjaga rasa syukur tsb dan meningkatkannya.

Anugerah rasa syukur membuat dirinya sejahtera lahir batin. Hal ini juga akan membawa kemashlahatan dunia akherat. Mereka yang tidak bersyukur akan menghadapi kehidupan dunia yang belum tentu sejahtera, sementara di akherat mendapat siksa yang pedih.

Contoh sikap yang tepat ketika kita mendapatkan anugerah adalah seperti yang terjadi pada Nabi Sulaiman AS seperti yang diceritakan pada Surah An-Naml (18-19) berikut ini...



Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari"; (18)





maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (19)

Selain tidak takabur, Nabi Sulaiman pun menyadari bahwa anugrah itu juga menjadi ujian bagi dirinya.

Kisah singgasana yang berpindah  (selengkapnya dapat dibaca di blog Pelajaran dari Surat An-Naml (Kisah Raja Sulaiman) - Rinaldi Munir) tidak membuat Nabi Sulaiman AS berjumawa, malah ia semakin bersyukur pada Allah SWT sebagai pemilik semua karunia di jagat raya ini. Q.S. An-Naml: 40









Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". (40)

Dalam ayat tersebut kita melihat betapa tingginya akhlak Nabi Sulaiman AS. Anugerah yang luar biasa dimilikinya itu tidak membuatnya takabur, ujub dan lupa diri. Di situ juga dijelaskan bahwa rasa syukur sebenarnya sangat bermanfaat untuk dirinya sendiri, sebagai "self healing" bagi pribadi-pribadi manusia di dunia ini.

Hidup Zuhud

(lengkapnya dapat dilihat pada Blog Khairul Azzam : Keutamaan Zuhud Di Dunia Dan Anjuran Untuk Mempersedikit Keduniaan Dan Keutamaan Kefakiran" )

Dari Abu Hurairah r.a. pula, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Lihatlah kepada orang yang tarafnya ada di bawahmu semua dan janganlah melihat orang yang tarafnya ada di atasmu semua -dalam hal keduniaan. Sebab yang sedemikian itu lebih nyata bahwa engkau semua tidak akan menghinakan kenikmatan yang dilimpahkan atasmu semua itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Ada Pengalaman dari seorang dokter, satu pagi pergi ketika ia akan pergi ke poliklinik seperti biasa, Ia menaikkan seorang pemuda dalam mobilnya. Pemuda tersebut ternyata adalah pasien yang akan diamputasi. salah satu tangannya. Wajah pemuda tsb dalam kaca spion tampak selalu berseri. Sepanjang perjalanan dokter itu mengajak pemuda mengobrol tapi tak sekalipun menanyakan masalah pada tangan pemuda tsb, agar ia tak tersinggung, sampai kemudian pemuda itu berkata : "Saya heran mengapa banyak orang bertanya tentang bagaimana kabar saya tentang berita bahwa tangan saya akan diamputasi. Tadinya memang membuat saya khawatir bahkan sampai saya hampir-hampir hilang ingatan. Tapi kemudian saya mengingat karunia Allah pada diri saya, betapa saya masih diberi kesempatan untuk hidup dan berkarya dalam hidup saya. Memang tangan saya ini akan diamputasi, tetapi dibandingkan karunia lain yang Allah berikan, ini sungguh tidak berarti. Bahkan, dengan diamputasinya tangan saya ini, saya malah lebih bersyukur kepada-Nya.." Saat pemuda itu meminta sang dokter menghentikan kendaraannya dan berlalu seraya tak lupa mengucap terima kasih, sang dokter berkata dalam batinnya : "Tidak, sesungguhnya akulah yang harus berterima kasih karena engkau mengajarkan hikmah kehidupan yang luar biasa pada diriku tentang rasa syukur dalam hidup ini"





*) isi khutbah telah saya modifikasi tidak persis sama yang disampaikan khatib yang bersangkutan, karena saat khutbah saya mengetik bagian-bagian yang dapat saya catat via telepon genggam. Selebihnya saya edit sendiri dengan tambahan dari sumber-sumber di internet. 

09 December 2011

Mengapa sulit khusyu dalam Shalat?

Saya menuliskan kembali postingan ustadz Arifien Ilham ini untuk pembelajaran diri dan orang lain yang berminat untuk menikmati indahnya shalat khusyu. Saya sendiri tidak mengalami shalat khusyu dalam setiap shalat yang saya lakukan. Tetapi kerapkali jika shalat khusyu itu terjadi, seakan-akan terjadi hypnotherapi pada diri ini dan rindu ingin mengalaminya lagi dan lagi. 


Bagian pertama, Mengapa Sulit Khusyu' dalam sholat?


  1. Memang belum mengenal ALLAH kecuali sebatas Tuhan 
    Belum mengenal Sifat, Af'al & AsmaNYA, Dia yg menciptakan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, aku, tubuhku, mataku, telingaku, jantungku, istriku, anak-anakku, semua yg kulihat, semua yg kudengar, semua yg bergerak, semua yg berada di langit & di bumi.

    Semua di hidupkan-NYA "Al Muhyi"; semua akan dimatikanNYA "Al Mumiitu", semua tunduk dalam kehendak "Al Muriidu" & kekuasaanNYA "Al Qodiiru", DIAlah yg mengatur semuanya "Ar Robbu", DIAlah yg mengusai sekaligus memiliki semuanya "Al Maaliku" (QS Ali Imran : 26-27).

    Dia Maha Menatap "Al Bashiiru" tahu persis hati, pikiran & lintasan pikiran kita & DIA Maha Mendengar "As Samiiu'" mendengar gesekan daun, langkah semut & rintihan hati hambaNYA, Lantas sadarkah kita bahwa DIA YANG SEGALA GALANYA yg kita hadapi dalam sholat selama ini?, Bisakah hati & pikiran kita lari saat sholat sementara DIA MENATAP hati pikiran kita? Kalau begitu kok bisa ma'siyat sementara DIA TERUS MENERUS MEMPERHATIKAN kita?
    ~ penjelasan bagaimana surah Al-Imran ayat 26-27 ini dapat dilihat pada blog Menuju Kesejahteraan; tafsirnya bisa pula dilihat di blog Kongaji
  2. Karena belum faham bacaan, makna, hikmah, keutamaan, syarat & rukun sholat
    Maka jadilah "sukaaro" sholat mabuk alias sholat tanpa rasa, tanpa pemahaman, tanpa penghayatan, tanpa keyaqinan, kosong, hampa, seakan robot jasad tanpa ruh, "alkusaala" malah terasa beban, buru buru pengen cepat selesainya, kebiasaannya menunda nunda waktunya, gerak sholatnya cepat seperti ayam matok.

    Surah & bacaan sholatpun komai kamit. Sahabatku, simaklah Kalam ALLAH ini, "...JANGANLAH KALIAN MENEGAKKAN SHOLAT, SEDANGKAN KALIAN DALAM KEADAAN MABUK, SAMPAI KALIAN BENAR BENAR FAHAM APA APA YANG KALIAN BACA DALAM SHOLAT KALIAN" (QS4:43).

    Lihat orang mabuk berkata berbuat tetapi tidak sadar apa yg dikatakan & apa yg diperbuat, lihat orang sholat berdiri, bertakbir, baca ayat, ruku', sujud, tahiyyat & salam, tetapi tidak sadar bahwa ia sedang berdiri, ruku' sujud menghadap PENCINTA LANGIT & BUMI...tidak sadar bahwa ia sedang berdialog dengan PENCIPTA DIRINYA, YANG MAHA MENENTUKAN SEGALA GALANYA!
  3. Karena tidak sadar bahwa sholat itu adalah "Almuhadatsah bainal makhluqi wa Khooliqi" dialog hamba kepada Kholiqnya,

    "Apabila salah seorang dari kalian sholat, sebenarnya ia sedang berkomukasi dg ALLAH" (HR Bukhori Muslim).
    Coba perhatikan dari adzan, panggilan waktu menghadapNYA, yang dipanggilpun yang berSYAHADAT, "Asyhaaduallaa ilaaha illallah wa ashhadu anna Muhammadar Rasulullah", yang tidak beriman tidak dipanggil, karena itulah Rasulullah mengingatkan, "Yang membedakan kita dengan orang kafir adalah sholat, maka siapa dengan SENGAJA MENINGGALKAN SHOLAT maka sungguh ia sudah BERPERANGAI seperti orang kafir".

    Menutup aurat karena memang menghadap-NYA, menghadap qiblat karena memang fokus jasad ruh, hati pikiran kepada-NYA, apalagi berjamaah jadi rapi shof, & seluruh duniapun satu arah qiblat, lalu bersuci krn memang menghadap MAHA SUCI, lalu berdiri tegap, takbir, membaca ifitah "inn wajjahtu wajhiyalilldzi fathoros samaawati wal ardho" hamba datang menghadapMU duhai PENCIPTA LANGIT & bumi, tunduk patuh taat padaMU...

    Inilah diantara komunikasi sholat yang. belum difahami, lantas bagaimana khusyu' tanpa kesadaran ini.
  4. Karena sedikit kita yang faham bahwa dalam sholat Tatkala membaca Alfatihah terjadi dialog hamba dg RABBnya.
    Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, "Barang siapa membaca surat al-Fatihah, setiap ayat yg dibaca itu langsung dijawab oleh ALLAH", 
    lalu Rasulullah menyampaikan ketika seorang hamba berkata, ''Segala puji bagi ALLAH, TUHAN seru sekalian alam". ALLAH menjawab, "Hamba-KU telah memuji-KU". 
    Seorang hamba berkata, ''Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang". ALLAH menjawab, "Hamba-KU memuji-KU". Seorang hamba berkata, ''RAJA di Hari Pengadilan". ALLAH menjawab, "Hamba-KU mengagungkan Diri-KU. Hamba-KU berserah diri kpd-KU". 
    Seorang hamba berkata, ''Hanya ENGKAUlah yg kami sembah, hanya kpd-MU kami memohon pertolongan". ALLAH menjawab, "Inilah pertengahan antara AKU; hamba-KU; bagi hamba-KU apa yg dia minta AKU berikan". Seorang hamba berkata, ''Tunjukilah kami jalan yg lurus, jalan yg telah ENGKAU anugerahkan kepada mereka, bukan mereka yang kena murka; bukan mereka yang sesat.'' ALLAH menjawab, "Ini milik hamba-KU; bagi hamba-KU apa yg dia minta AKU berikan". (Hadist Qudsi, HR Muslim). 

    Karena itu sahabatku, mulailah bacanya pelan2 dengan kesadaran dan; keyaqinan "THUMA'NINAH", sungguh ALLAH menjawab stp ayat yg kita baca..."

    nikmatnya, bahagianya aku menulis ini dari mesjid Agung Baitul Makmur Rejang Lebong Bengkulu sambil menunggu waktu isya. I love you sahabatku fillah.

Sent from Research in Action®

21 November 2011

5 Kesalahan Ketika Anda Mencoba Melakukan Sesuatu

“Pilihlah sebuah metode lalu cobalah metode tersebut. Jika gagal, akuilah dan coba metode yang lain. Namun yang terpenting, lakukan sesuatu.” - Franklin D. Roosevelt -

Apa yang menghentikan anda dari melakukan sesuatu? Berikut merupakan lima kesalahan yang telah saya lakukan berulang kali. Dan saya masih tetap melakukan kesalahan-kesalahan ini, namun tidak sebanyak yang saya lakukan dulu. Saya terus memperbaiki diri secara bertahap.

Berikut merupakan tindakan-tindakan yang dapat membuat anda menahan diri, bahkan menghentikan diri anda dari mengambil tindakan dan memperoleh apa yang anda inginkan. Dalam kenyataan memang terdapat lebih dari 5 hal, namun saat ini saya ingin memfokuskan diri pada 5 hal yang menurut pendapat saya dapat menghentikan saya dan orang-orang lain pada umumnya.

1. Terlalu Serius Dalam Memikirkan Sesuatu

Berpikir seringkali sebut-sebut sebagai hal terbaik dalam dunia ini. Dalam beberapa kasus, berpikir justru menghambat anda. Menurut pendapat saya: saya bukanlah hasil pemikiran saya, saya adalah pengamat dari pemikiran saya. Pemikiran seperti ini membuat anda tidak terlalu terikat pada pemikiran-pemikiran yang ada. Dan untuk menghindari pemikiran bahwa apa yang dikatakan orang-orang merupakan kebenaran. Seringkali pemikiran semacam ini tidak berguna dan hanya akan memenuhi kepala anda. Dan anda menyadari bahwa anda tidak harus menganggap terlalu serius pemikiran-pemikiran tersebut. Anda bisa melupakannya jika anda menginginkannya.

Dengan sudut pandang seperti ini, akan lebih mudah bagi anda untuk mengambil jarak dari pemikiran-pemikiran anda dan mengendalikannya daripada membiarkan diri anda dikendalikan oleh pemikiran-pemikiran tersebut. Akal sehat memang penting, namun seringkali kita menyadari pemikiran apa yang harus kita dengarkan dan pemikiran mana yang hanya omong kosong belaka.


2. Terlalu Menganggap Serius Emosi Anda

Ada waktunya bagi anda untuk mendengarkan emosi anda. Namun seringkali hal itu bukanlah ide yang bagus. Sekali lagi, bagi saya emosi merupakan sesuatu yang saya amati. Hal ini memungkinkan saya untuk mengambil jarak dari emosi dan tidak terlalu mengganggap serius emosi anda, kecuali jika emosi tersebut dapat membantu anda dalam situasi tertentu. Jika anda memiliki emosi negatif yang menahan diri anda dari mengambil tindakan, lalu apa yang bisa anda lakukan agar anda tidak terlalu menganggap serius emosi anda?

Satu hal yang bisa anda lakukan adalah dengan menerima fakta bahwa perasaan tersebut ada di dalam diri anda. Daripada anda menolak perasaan anda dan tidak menerima perasaan tersebut; biarkan perasaan itu masuk dan terimalah. Dengan menerima perasaan tersebut tanpa memberikan label apapun dan hanya mengamatinya; anda bisa mengurangi perasaan-perasaan negatif yang muncul dalam hitungan menit. Lalu anda bisa melanjutkan kegiatan anda tanpa merasakan adanya hal-hal negatif dalam diri anda.

Cara lain yang bisa anda lakukan adalah dengan melihat kembali situasi yang sedang anda hadapi dari sudut pandang yang berbeda. Jika anda melihat sesuatu dengan rasa takut, anda mungkin tidak akan mengambil tindakan apapun. Jika anda mengubah sudut pandang anda, anda bisa mengubah emosi nagatif yang muncul menjadi positif. Cara paling mudah untuk mengubah sudut pandang anda adalah dengan bertanya pada diri anda sendiri: hal baik apa yang bisa saya ambil dari situasi ini? Dengan cara ini anda bisa mulai melihat sesuatu melalui sudut pandang yang baru dan lebih positif, dan pada saat yang bersamaan memicu semangat anda dalam memulai sesuatu.

Tidak terlalu menganggap serius pikiran dan emosi anda sifatnya sama seperti hal-hal lain yang biasa anda lakukan. Hal tersebut merupakan kebiasaan yang anda bangun dan tumbuh semakin kuat. Perlahan anda akan mempu melepaskan diri anda dari beban pikiran dan emosi yang mengikat anda.


3. Terlalu Sering Mendengarkan Pendapat Negatif Orang Lain.

Saya telah menyebutkan hal ini beberapa kali. Apa yang orang katakan mengenai dunia dan anda mungkin tidak benar. Seringkali yang ia katakan lebih merupakan perasaan orang tersebut mengenai dirinya sendiri dan ia menyampaikannya kepada orang-orang di sekelilingnya. Jika mereka membagikan hal-hal negatif maka hal tersebut lebih merupakan cerminan dari diri mereka dibandingkan dengan kenyataan yang ada.

Tentu saja, ada kemungkinan kritikan yang orang tersebut berikan terhadap diri anda atau ide-ide anda benar. Namun pada sisi lain, seringkali kritik yang muncul merupakan pendapat negatif seseorang mengenai sudut pandang nya terhadap lingkungannya, bagaimana ia ingin terlihat benar dalam sebuah percakapan, atau bagaimana ia ingin mempertegas sudut pandang nya mengenai kenyataan dan untuk menciptakan rasa aman dan perasaan bahwa semua terjadi seperti biasanya.
Menurut saya anda perlu mendengarkan pendapat orang lain. Khususnya orang-orang yang telah berada pada posisi dimana anda ingin menuju. Namun pada akhirnya cobalah untuk membuat keputusan sendiri. Cobalah lakukan banyak hal dan lihatlah mana yang berhasil daripada hanya mendengarkan prediksi orang lain.


4. Tidak Menciptakan Cukup Banyak Energi Dalam Diri Anda

Tanpa ada kekuatan diri, sangatlah sulit untuk melakukan sesuatu. Jika anda menguasai hal-hal yang mendasar dalam menjaga diri anda maka anda akan memiliki lebih banyak kekuatan untuk mengubah ide-ide anda menjadi kenyataan. Jadi jika anda cukup beristirahat, makan makanan sehat dan berolah raga maka anda memberikan nilai lebih bagi diri anda sendiri.

Bagi saya – karena saya selalu tidur dan makan secara teratur – hal terpenting bagi saya adalah berolehraga dengan teratur. Olahraga membuat anda memiliki lebih banyak energi dan lebih mudah dalam melakukan sesuatu.


5. Terlalu Banyak Berencana, Membaca, Dan Berpikir

Melakukan sesuatu dengan lebih banyak kadang bukanlah ide yang bagus. Kedengarannya mungkin bagus pada awalnya, namun berdasarkan pengalaman saya, hal tersebut malah membuat anda bingung dan bahkan hanya bisa menyelesaikan lebih sedikit pekerjaan.

Salah satu kesalahan yang sering anda lakukan adalah terlalu lama menyusun rencana. Untuk memastikan pekerjaan anda berjalan dengan lancar, hal terpenting yang anda lakukan adalah menyusun sebuah rencana dengan sempurna. Anda bisa menyusun sebuah rencana dengan menganalisa masalah potensial yang dapat muncul ketika anda sedang menerapkan rencana anda. Masalahnya adalah ketika anda melaksanakan rencana anda; anda belum memikirkan kemungkinan yang bisa terjadi.

Rencana yang betul-betul sempurna akan sangat sulit untuk disusun. Jadi setelah anda menyusun rencana, segeralah memulai rencana tersebut, bekerjalah dengan menerapkan rencana dan mengatasi masalah-masalah yang muncul ketika anda mulai bekerja.

Membaca terlalu banyak merupakan cara lain yang dapat menghambat diri anda. Anda merasa anda perlu membaca satu atau lebih buku atau artikel lalu mengambil tindakan. Mungkin besok atau minggu depan. Terlalu banyak membaca juga dapat menyebabkan muncul kebingungan karena pakar-pakar yang berbeda memiliki nasihat yang berbeda terhadap diri anda.

Membaca membuat anda merasa lebih baik karena anda sedang melangkah menuju sasaran anda dan mendidik diri anda sendiri. Namun, untuk memperoleh hasil yang lebih baik, alanglah baiknya jika anda membaca untuk memperoleh informasi mengenai langkah-langkah dasar yang bisa anda lakukan, juga kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh orang lain, lalu mulailah berolahraga di pusat kebugaran.

Terlalu banyak berpikir merupakan cara paling popular untuk menunda sesuatu. Penundaan bisa menyita waktu anda selagi anda membayangkan masa depan anda, atau scenario negatif yang mungkin tidak akan pernah terjadi dalam dunia nyata. Berdasarkan pengalaman saya, terlalu banyak berpikir hanya membuat hal yang anda pikirkan menjadi lebih rumit dan dapat menarik anda ke dalam lingkaran pikiran negatif sehingga anda merasa takut untuk mengambil tindakan.

Jadi, melakukan sesuatu lebih banyak kedengarannya memang seperti sebuah ide yang bagus. Anda mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik lagi. Merencanakan, membaca, dan memikirkannya merupakan tiga hal yang dinilai sebagai sesuatu yang sangat baik dalam masyarakat kita. Dan ketiga hal tersebut merupakan hal yang baik. Tapi anda tidak bisa tidak mengambil tindakan dengan melakukan ketiga hal tersebut lebih banyak.

Masalah lain yang muncul adalah ketiga hal tersebut dapat membuat anda merasa anda mengalami kemajuan. Sehingga anda terus melakukan ketiga hal tersebut, dan tidak mengambil tindakan, serta menggantikan perasaan nyata bahwa anda telah melakukan kemajuan dengan perasaan yang keliru.

“Seringkali perbedaan antara orang sukses dan gagal adalah bukan karena yang satu tidak memiliki keahlian atau ide, melainkan keberanian untuk mengambil risiko atas ide yang ada dan melaksanakannya.” - Maxwell Maltz -

diambil dari sini