"Blog ini berisi catatan, opini atau bahkan copy paste dari source yang saya pikir dibuang sayang"
03 February 2010
AC-FTA KAMI KORBAN PERTAMA…
Pemandangan memilukan (banyak rekan saya yg tidak mau ke ladang) tidak tega buah jeruk sudah berserakan karena matang. Hilanglah sudah semua harapan, bahkan tabungan. Bayangkan biaya perawatan jeruk di Kab.Karo sekitar Rp. 40-50 juta / ha/tahun dengan jumlah tanaman sekitar 400 pohon.
Secara rata –rata produksi per ha mencapai 30 ton/tahun/ha.Semestinya tiap petani jeruk akan memperoleh penghasilan bersih Rp.70-80 jt/ha kalau hargsa juah mencapai Rp.4000 seperti tahun tahun yang lewat.
Kami bisa menghitung, dari luasan sekitar 14.000 ha lahan jeruk , yg berpproduksi sekitar 8000 ha (yang lain adalah tanaman baru atau sudah mati tdk terawatt karena gejolak dan kelangkaan pupuk 2 tahun yang lalu), semestinya ada Rp.800 miliar uang yang mengalir ke Kab.Karo dan itulah yg kini tinggal hayalan.
Kebijaksanaan Pemerintah pusat pasti sudah diperhitungkan dengan sangat matang oleh para petinggi Negara yang sangat pintar-pintar (well experienced and educated), Kebijaksanaan tersebut pasti sudah digodog oleh para anggota Dewan yg terhormat.
Kami di Kab.Karo memang hanya segelintir 0.15 % dari penduduk NKRI, kecil lah itu dibandingkan dengan 220 jt penduduk NKRI. Apakah kami memang menjadi tumbal kebijaksanaan macro para Pejabat??? Yang mungkin mau membangun citra di level Internasional dengan perdagangan bebasnya ???
Dulu hati kami sangat berbunga-bunga mendengar kampanye para capres dan cawapres, kenyataannya saat ini kami sangat menderita.
Yang paling menyakitkan hati kami statement pak mentan di salah satu media electronic (situs internet) beliau katakan : …. Dengan berlakunya CAFTA peningkatan export bisa dikhususkan pada produk perkebunan seperti CPO,Kakao,Karet dan Kopi….. dst…dst. Untuk prooduk buah buahan seperti jeruk perlu peningkatan daya saing didalam negeri. Kalau tidak mungkin ditingkatkan daya saingnya lebih baik tidak terjun di produk sejenis dan dialihkan ke komoditas yang lain….
Kami tertegun pernyataan sang menteri yg Doktor lulusan IPB ini…. Sepertinya asal bunyi saja. Siapakah yang tidak mengerti soal peningkatan daya saing??? Pertanyaannya apakah kondisi di NKRI sudah kondusif?? Apakah semua sudah dijalankan dengan benar khususnya para pejabat ?? Kenyataannya pupuk subsidi baru diperioritaskan untuk tanaman pangan. Apakah yg namanya dinas pertanian/perkebunan ada memberikan solusi atau bimbingan ?? memang ada bimbingan hanya sekedar menghabiskan dana project / APBD. Apakah ada dinas terkain membuat kebun percontohan tempat kami belajar meningkatkan efisiensi / daya saing???
Pengalihan komoditas….. memang sangat gampang mengatakannya…. Itu perlu waktu 3-4 tahun, lantas selama kurun waktu itu kami makan apa??? Kami petani tidak bisa berbuat apa-apa… yang jelas saat ini semua sepi di tempat kami tidak ada usaha apapun dari pemerintah dan stakeholder lainnya. Terkadang (mungkin karena emosi) kami berfikir apakah ada gunanya pemerintah bagi kami rakyat khususnya petani ini???
Selain komoditas jeruk semua komoditas pertanian khsusnya hortikultura saat ini juga mengalami hal yang sama, bayangkan kentang, tomat yang menjadi handalan di Kab.Karo harganya ikut menungkik.
Kami memang akan tetap bertahan untuk hidup…. Biarlah kami merenungkan nasib kami karena siapa lagi yang kami harapkan bisa membantu…..Selamatlah bagi semua petinggi Negara yang membuat keputusan… nikmatilah fasilitas anda karena apapun yang anda lakukan toch kami sudah menjadi korban pertama keputusan……
Wassam,
PS….Petani di Kabupaten Karo.
Anggota HKTI
05 November 2009
Joke > Kentutnya gak masalah
"Kenapa Anda, Bu?" tanya Pak Dokter.
Yuyun kemudian bercerita, "Ini Dok, sudah sebulan ini saya kok jadi
sering kentut. Dalam 1 jam saya bisa kentut sampai 10 kali, tapi
untungnya kentut saya ini gak bau sama sekali dan tidak bersuara, jadi
tidak ada yang tau. Lha ini aja pas saya duduk di depan dokter udah 3
kali saya kentut. Tapi dokter gak tau kan , sebab itu tadi kentut saya
tidak bau dan tidak bersuara. Tapi saya jadi gak enak sendiri, masak
perempuan ngentutan."
"Oh begitu ya, kalau begitu tebus saja resep ini, seminggu lagi
kembali kesini ya.." kata dokter.
Seminggu kemudian Yuyun kembali ke dokter.
"Sudah baikan? " tanya dokter.
"Saya gak tau obat apa yang dokter berikan minggu lalu, hanya saja
kentut saya kok jadi bau busuk gak karu-karuan ya, sampai saya mau
jatuh n gejeblak.Tapi untungnya kentut saya tetap tidak bunyi" kata
Yuyun.
"Berarti hidung Anda sudah tidak mampet lagi, sekarang tebus resep ini
ya." Ujar si dokter.
"Obat apalagi ini, Dok?" tanya Yuyun
"Obat BUDHEK!!!" Jawab si dokter dengan muka kesal.
03 November 2009
Ujian Saringan 3x dari Socrates
Oleh: Tidak Diketahui
Di jaman Yunani kuno, Dr. Socrates adalah seorang
terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya
karena pengetahuan dan kebijaksanannya yang tinggi.
Suatu hari seorang pria berjumpa dengan Socrates
dan berkata, "Tahukah anda apa yang baru saja saya
dengar mengenai salah seorang teman anda?"
"Tunggu sebentar," jawab Dr. Socrates.
"Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin
anda melewati sebuah ujian kecil. Ujian tersebut
dinamakan Ujian Saringan Tiga Kali."
"Saringan tiga kali?" tanya pria tersebut.
"Betul," lanjut Dr. Socrates. "Sebelum anda
mengatakan kepada saya mengenai teman saya,
mungkin merupakan ide yang bagus untuk menyediakan
waktu sejenak dan menyaring apa yang akan anda katakan.
Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian Saringan Tiga
Kali. Saringan yang pertama adalah KEBENARAN.
Sudah pastikah anda bahwa apa yang anda akan katakan
kepada saya adalah benar?"
"Tidak," kata pria tersebut, "sesungguhnya saya baru
saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada anda".
"Baiklah," kata Socrates. "Jadi anda sungguh tidak tahu apakah
hal itu benar atau tidak. Sekarang mari kita coba saringan
kedua yaitu: KEBAIKAN. Apakah yang akan anda katakan
kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang baik?"
"Tidak, sebaliknya, mengenai hal yang buruk".
"Jadi," lanjut Socrates, "anda ingin mengatakan kepada
saya sesuatu yang buruk mengenai dia, tetapi anda tidak
yakin kalau itu benar. Anda mungkin masih bisa lulus
ujian selanjutnya, yaitu: KEGUNAAN. Apakah apa yang anda
ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya tersebut
akan berguna buat saya?"
"Tidak, sungguh tidak," jawab pria tersebut.
"Kalau begitu," simpul Dr. Socrates, "jika apa yang anda
ingin beritahukan kepada saya... tidak benar, tidak juga
baik, bahkan tidak berguna untuk saya, kenapa ingin
menceritakan kepada saya?"
Sebuah panah yang telah melesat dari busurnya dan
membunuh jiwa yang tak bersalah, dan kata-kata yang
telah diucapkan yang menyakiti hati seseorang,
keduanya tidak pernah bisa ditarik kembali.
Jadi sebelum berbicara, gunakanlah Saringan Tiga Kali.
15 October 2009
45 lessons life taught me, by Regina Brett, 90 years old
isinya inspiring bangets..
------
Written by Regina Brett, 90 years old, of The Plain Dealer,
Cleveland, Ohio, USA.
"To celebrate growing older, I once wrote the 45 lessons life taught me.
It is the most-requested column I've ever written."
My odometer rolled over to 90 in August 2009, so here is the column once more:
01. Life isn't fair, but it's still good.
02. When in doubt, just take the next small step..
03. Life is too short to waste time hating anyone...
04. Your job won't take care of you when you are sick. Your friends
and parents will.
Stay in touch.
05. Pay off your credit cards every month.
06. You don't have to win every argument. Agree to disagree..
07. Cry with someone. It's more healing than crying alone.
08. It's OK to get angry with God. He can take it.
09. Save for retirement starting with your first paycheck.
10. When it comes to chocolate, resistance is futile.
11. Make peace with your past so it won't screw up the present.
12. It's OK to let your children see you cry.
13. Don't compare your life to others. You have no idea what their
journey is all about.
14. If a relationship has to be a secret, you shouldn't be in it.
15. Everything can change in the blink of an eye. But don't worry;
God never blinks.
16. Take a deep breath. It calms the mind.
17. Get rid of anything that isn't useful, beautiful or joyful.
18. Whatever doesn't kill you really does make you stronger.
19. It's never too late to have a happy childhood ... but the second
one is up to you and no one else.
20. When it comes to going after what you love in life, don't take no
for an answer.
21. Burn the candles, use the nice sheets, wear the fancy lingerie.
Don't save it for a special occasion. Today is special !!!
22. Over-prepare, then go with the flow.
23. Be eccentric now. Don't wait for old age to wear purple.
24. The most important sex organ is the brain.
25. No one is in charge of your happiness but you.
26. Frame every so-called disaster with these words 'In five years,
will this matter ?!?'
27. Always choose life.
28. Forgive everyone everything.
29. What other people think of you is none of your business.
30. Time heals almost everything. Give time time.
31. However good or bad a situation is, it will change.
32. Don't take yourself so seriously. No one else does ...
33. Believe in miracles.
34. God loves you because of who God is, not because of anything you
did or didn't do.
35. Don't audit life. Show up and make the most of it now.
36. Growing old beats the alternative -- dying young.
37. Your children get only one childhood.
38. All that truly matters in the end is that you loved.
39. Get outside every day. Miracles are waiting everywhere.
40. If we all threw our problems in a pile and saw everyone else's,
we'd grab ours back.
41. Envy is a waste of time. You already have all you need.
42. The best is yet to come ...
43. No matter how you feel, get up, dress up and show up.
44. Yield.
45. Life isn't tied with a bow, but it's still a gift.
Its estimated 93% won't forward this. If you are one of the 7.00% who
will, forward this with the heading . . . "I am in the 7.00%"
13 October 2009
Joke > Pakistani Tourist
streets of Delhi found himself needing to urinate badly.
After a long search he could not find any place to you-know,
and eventually couldn't control himself and chose a silent corner of a
clean street to release himself.
As soon as he had just started you-know-what, a Delhi police official
approached him, "Hey, What do you think you're doing here?" Pakistani
tourist: "Sorry I have to Pee" Police : "No PP here okay ? Follow me."
The Police officer took him to a beautiful garden nearby with lots of
grass, flowers and singing birds around.
Police: "PP here..... and have a nice day".
Pakistani tourist : "Oh Sir, ....... that's very nice of you, is this
Indian courtesy?" Police: "No.......this is The Pakistani Embassy!"