19 March 2010

How men change

The Love Word:
After 6 weeks: I looo-ve you, I love you, I love you!
After 6 months: Of course, I love you.
After 6 years: GOD, if I didn't love you, then why did I marry you?



Back from Work:
After 6 weeks: Honey, I'm home!
After 6 months: I'm BACK!!
After 6 years: Have you cooked yet?






Phone Ringing:
After 6 weeks: Baby, somebody wants you on the phone.
After 6 months: Here, it's for you.
After 6 years: ANSWER THE PHONE DAM*T!!





Cooking:
After 6 weeks: I never knew food could taste so good!
After 6 months: What are we having for dinner tonight?
After 6 years: DUMPLING AGAIN??






New Dress:
After 6 weeks: Wow, you look like an angel in that dress.
After 6 months: You bought a new dress again?
After 6 years: How much did THAT cost me?




TV:
After 6 weeks: Baby, what would you like us to watch tonight?
After 6 months: I like this movie.
After 6 years: I'm going to watch PIRATES play, if you're not in the mood, go to bed, I can stay up by myself!



Making Love:
After 6 weeks: Baby, I want you tonight?
After 6 months: Lets make another baby, my mother just called!!!
After 6 years: Please MOVE over to your side, I'm suffocating here!!!!

Nabi Adam & Kearifan

Allah memerintahkan Jibril untuk memberikan tiga mutiara paling berharga kepada Adam - yang berasal dari perbendaharaanNya, dan Adam hanya boleh memilih salah satu dari tiga mutiara tersebut.

Ketiga mutiara itu adalah : kearifan, iman dan kerendahan hati.

Adam pun memilih kearifan ('arif, ta'aruf, ma'rifat ~ mengenal dan memahami sesuatu secara mendalam).


Sesuai dengan perintah Allah, Jibril bermaksud membawa kembali dua mutiara yg tak dipilih Adam itu ke perbendaharaan Ilahi. Dengan segenap kekuatannya yang perkasa, Jibril tidak dapat mengangkat kedua mutiara itu.

Kedua mutiara itu berkata kepada Jibril :

"Kami tidak akan terpisah dari 'kearifan' kami yang tercinta. Kami tidak akan bahagia dan tenang jika berjauhan dengannya. Kami bertiga senantiasa merupakan tiga serangkai keagungan Allah, mutiara-mutiara kemahakuasaan-Nya. Kami tak bisa dipisahkan satu dari yang lain."

Kemudian Jibril mendengar perintah Allah :"Jibril ! Biarkan mereka, dan pergilah !"

Sejak saat itu, kearifan telah mengambil tempatnya di puncak otak Adam. Iman mengambil tempatnya di hati Adam. Sedangkan kerendahan hati menempatkan dirinya dalam air muka Adam.

Ketiga mutiara itu telah menjadi pusaka anak-cucu Adam yang terpilih. Karena, barangsiapa di antara anak-cucu Adam tidak memiliki ketiga mutiara itu, maka ia tidak memiliki perasaan dan kemuliaan asal-usul Ilahiahnya.
(Dikisahkan oleh Jalaluddin Rumi kepada Husamuddin/muridnya, dalam "Manaqib Al 'Arifin" oleh Syamsuddin Ahmad Al-Aflaki)


18 March 2010

Different Perspectives

A blind boy sat on the steps of a building with a hat by his feet. He held up a sign which said:

"I am blind, please help."

There were only a few coins in the hat.

A man was walking by. He took a few coins from his pocket and dropped them into the hat. He then took the sign, turned it around, and wrote some words. He put the sign back so that everyone who walked by would see the new words.

Soon the hat began to fill up. A lot more people were giving money to the blind boy. Tha
t afternoon the man who had changed the sign came to see how things were. The boy recognized his footsteps and asked, "Were you the one who changed my sign this morning? What did you write?"

The man said, "I only wrote the truth. I said what you said but in a different way."

I wrote: "Today is a beauti
ful day but I cannot see it."

Both signs told people that the boy was blind. But the first sign simply said the boy was blind. The second sign told people that they were so lucky that they were not blind. Should we be surprised that the second sign was more effective?


Moral of the Story: Be thankful for what you have.. Be creative. Be innovative. Think differently and positively.

When life gives you a 100 reasons to cry, show life that you have 1000 reasons to smile Face your past without regret. Handle your present with confidence. Prepare for the future without fear. Keep the faith and drop the fear.

The most beautiful thing is to see a person smiling…

And even more beautiful is, knowing th
at you are the reason behind it!!!

MONYET DI PUCUK POHON KELAPA

Sahabat, ada cerita seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa.
Dia nggak sadar lagi diintip sama tiga angin gede.

Angin Topan, Tornado sama Bahorok.

Tiga angin itu rupanya pada ngomongin, siapa yang bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.

Angin Topan bilang, dia cuma perlu waktu 45 detik.

Angin Tornado nggak mau kalah, 30 detik.

Angin Bahorok senyum ngeledek, 15 detik juga jatuh tuh monyet.



Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju.
Angin TOPAN duluan, dia tiup sekenceng-kencengnya, Wuuusss…

Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung megang batang pohon kelapa.
Dia pegang sekuat-kuatmya.
Beberapa menit lewat, nggak jatuh-jatuh tuh monyet.
Angin Topan pun nyerah.

Giliran Angin TORNADO.
Wuuusss… Wuuusss…
Dia tiup sekenceng-kencengnya.
Ngga jatuh juga tuh monyet.
Angin Tornado nyerah.

Terakhir, Angin BAHOROK.
Lebih kenceng lagi dia tiup.
Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss…
Si monyet malah makin kenceng pegangannya.
Nggak jatuh-jatuh.
Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin, si monyet memang jagoan.
Tangguh.
Daya tahannya luar biasa.

Ngga lama, datang angin Sepoi-Sepoi.
Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet.
Diketawain sama tiga angin itu.
Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.

Nggak banyak omong, Angin SEPOI-SEPOI langsung niup ubun-ubun si monyet.
Psssss…
Enak banget.
Adem…
Seger…
Riyep-riyep matanya si monyet.
Nggak lama ketiduran dia.
Lepas pegangannya.
Jatuh deh tuh si monyet.

Sahabat, dari Kisah diatas hikmah yang bisa kita ambil adalah:
Boleh jadi ketika kita Diuji dengan KESUSAHAN…
Dicoba dengan Penderitaan…
Didera Malapetaka.. .
Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya.. .

Tapi jika kita diuji dengan
KENIKMATAN.. .
KESENANGAN.. .
KELIMPAHAN.. .
jangan sampai kita terlena...
Kita mesti tetap hati-hati...

03 February 2010

AC-FTA KAMI KORBAN PERTAMA…

Baru 1 bulan sejak AC-FTA disepakati kami petani jeruk di Kab.Karo sudah menjadi korban. Saat ini memang panen raya, Desember lalu harga jeruk masih mencapai Rp.5-6 ribu/kg tapi sejak 1 januari 2010 harga menungkik tidak tertahan, saat ini bukan hanya harga jeruk jatuh menjadi Rp 2 ribu/kg, itupun para pedagang antar pulau tidak ada yang mau beli.

Pemandangan memilukan (banyak rekan saya yg tidak mau ke ladang) tidak tega buah jeruk sudah berserakan karena matang. Hilanglah sudah semua harapan, bahkan tabungan. Bayangkan biaya perawatan jeruk di Kab.Karo sekitar Rp. 40-50 juta / ha/tahun dengan jumlah tanaman sekitar 400 pohon.

Secara rata –rata produksi per ha mencapai 30 ton/tahun/ha.Semestinya tiap petani jeruk akan memperoleh penghasilan bersih Rp.70-80 jt/ha kalau hargsa juah mencapai Rp.4000 seperti tahun tahun yang lewat.

Kami bisa menghitung, dari luasan sekitar 14.000 ha lahan jeruk , yg berpproduksi sekitar 8000 ha (yang lain adalah tanaman baru atau sudah mati tdk terawatt karena gejolak dan kelangkaan pupuk 2 tahun yang lalu), semestinya ada Rp.800 miliar uang yang mengalir ke Kab.Karo dan itulah yg kini tinggal hayalan.

Kebijaksanaan Pemerintah pusat pasti sudah diperhitungkan dengan sangat matang oleh para petinggi Negara yang sangat pintar-pintar (well experienced and educated), Kebijaksanaan tersebut pasti sudah digodog oleh para anggota Dewan yg terhormat.

Kami di Kab.Karo memang hanya segelintir 0.15 % dari penduduk NKRI, kecil lah itu dibandingkan dengan 220 jt penduduk NKRI. Apakah kami memang menjadi tumbal kebijaksanaan macro para Pejabat??? Yang mungkin mau membangun citra di level Internasional dengan perdagangan bebasnya ???

Dulu hati kami sangat berbunga-bunga mendengar kampanye para capres dan cawapres, kenyataannya saat ini kami sangat menderita.

Yang paling menyakitkan hati kami statement pak mentan di salah satu media electronic (situs internet) beliau katakan : …. Dengan berlakunya CAFTA peningkatan export bisa dikhususkan pada produk perkebunan seperti CPO,Kakao,Karet dan Kopi….. dst…dst. Untuk prooduk buah buahan seperti jeruk perlu peningkatan daya saing didalam negeri. Kalau tidak mungkin ditingkatkan daya saingnya lebih baik tidak terjun di produk sejenis dan dialihkan ke komoditas yang lain….

Kami tertegun pernyataan sang menteri yg Doktor lulusan IPB ini…. Sepertinya asal bunyi saja. Siapakah yang tidak mengerti soal peningkatan daya saing??? Pertanyaannya apakah kondisi di NKRI sudah kondusif?? Apakah semua sudah dijalankan dengan benar khususnya para pejabat ?? Kenyataannya pupuk subsidi baru diperioritaskan untuk tanaman pangan. Apakah yg namanya dinas pertanian/perkebunan ada memberikan solusi atau bimbingan ?? memang ada bimbingan hanya sekedar menghabiskan dana project / APBD. Apakah ada dinas terkain membuat kebun percontohan tempat kami belajar meningkatkan efisiensi / daya saing???

Pengalihan komoditas….. memang sangat gampang mengatakannya…. Itu perlu waktu 3-4 tahun, lantas selama kurun waktu itu kami makan apa??? Kami petani tidak bisa berbuat apa-apa… yang jelas saat ini semua sepi di tempat kami tidak ada usaha apapun dari pemerintah dan stakeholder lainnya. Terkadang (mungkin karena emosi) kami berfikir apakah ada gunanya pemerintah bagi kami rakyat khususnya petani ini???

Selain komoditas jeruk semua komoditas pertanian khsusnya hortikultura saat ini juga mengalami hal yang sama, bayangkan kentang, tomat yang menjadi handalan di Kab.Karo harganya ikut menungkik.

Kami memang akan tetap bertahan untuk hidup…. Biarlah kami merenungkan nasib kami karena siapa lagi yang kami harapkan bisa membantu…..Selamatlah bagi semua petinggi Negara yang membuat keputusan… nikmatilah fasilitas anda karena apapun yang anda lakukan toch kami sudah menjadi korban pertama keputusan……

Wassam,

PS….Petani di Kabupaten Karo.

Anggota HKTI