11 January 2014

Mengapa saya mendukung Prabowo untuk Presiden RI 2014 - 2019 (Part 1)

Sudah lama rasanya tidak menulis lagi tentang politik. Tulisan-tulisan saya hanya berupa torehan-torehan lepas di jejaring sosial media yang saya ikuti. Mengalir, tanpa pemikiran mendalam, seperti memikirkan negara sambil lalu saja, ah, sebenarnya bukan memikirkan negara, tapi galau yang dibungkus dalam rasa nasionalisme. 

Sebelum saya menulis tentang Prabowo ada baiknya, saya ceritakan dulu satu penggalan kisah di lapangan Cikini, saat saya mendukung pasangan Jokowi - Basuki [Jakarta Baru]. 

Sertifikat Jasmev atas nama saya


Soal dukung-mendukung, mungkin inilah yang saya bisa lakukan, karena sudah terlalu banyak orang pintar, terlalu banyak orang bikin konsep, tapi dua hal yang luput di kita adalah : Menyeleksi pemimpin dengan benar dan Membudayakan kepemimpinan dengan benar. Untuk itu ya, terpaksa jadi "alay-alay" politik yang gemar bersimbol-simbol ria dengan sticker, kaos dan spanduk deh.. :-)

Saya sebenarnya menjadi simpatisan Jasmev (Jokowi Ahok Social Media Volunteer), sayang saya tidak bisa masuk ke ruang pertemuan di lt. 2 restoran bumbu desa cikini, karena saya tidak mendaftar acara tsb, saya kira karena saya sudah mendaftar lewat web jasmev, maka saya otomatis dapat berpartisipasi. Pertemuan ini sendiri digagas pengguna forum daring kaskus (biasa disebut kaskuser). Pernyataan Jokowi di media yang menyebut Kaskus sejajar dengan media sosial lain seperti Facebook & Twitter membuat bangga para kaskuser karena situs kesayangannya itu menjadi tambah populer, dan semakin menegaskan bahwa Jokowi sangat membela apa-apa yang berbau lokal & nasional (karena Kaskus adalah media sosial asli anak bangsa yang penggunanya paling banyak dan proven secara bisnis).


Di Jl. Borobudur sendiri saya datang agak siang karena paginya saya ngasuh anak, istri & saudara2 istri ke kolam renang, mertua lagi ke Padang sementara ipar saya yang sedang kuliah di Taiwan sedang berlibur di Jakarta, ya sudah kami manfaatkan waktu-waktu ini untuk rekreasi sederhana. Perlu dicatat bahwa mereka semua pendukung Hidayat-Didik (Dr. Hidayat Nur Wahid dan Prof. Didiek J. Rachbini) dan PKS mania heheheh... kecuali bapak mertua saya yang memang sering ngobrol persoalan-persoalan politik dengan saya, kayaknya sudah "kotak-kotak"!..
Sebagaimana prediksi, jalan Borobudur yang sering saya lewati sewaktu saya mengerjakan proyek water treatment di RSCM itu sangat penuh sesak dengan baju kotak-kotak, wajah-wajah masyarakat biasa, wajah-wajah garang dan gahar sering saya lihat sebagaimana sering kita lihat dari pendukung partai PDIP & Gerindra, jangan harap bertemu wajah2 yang jidatnya hitam berbaju putih-putih pakai sorban ya.. Saya kira Jokowi harus mengingat wajah-wajah ini dalam memorinya jika ia memenangkan pilkada, karena wajah-wajah inilah yang sedari awal mendukung dirinya dari putaran pertama.




Masuk ke sekretariat pemenangan Jokowi Ahok, Jl. Borobudur no. 22, sudah ada panggung sederhana yang diisi acara bernyanyi dari ibu-ibu pendukung Jokowi, di depan saya lihat para pemakai kursi roda, sementara di jalan masuk / gang saya lihat ada satu mobil Tawon (salah satu merk mobil lokal selain Esemka), dan di dalam gedung ada beberapa publik figur yang banyak dikenal orang. Pintu dalam gedung dikunci dan dijaga karena sudah penuh sesak, simpatisan berkumpul di luar.


Seorang ibu-ibu mengeluh karena tidak ada konsumsi, tidak ada bagi-bagi uang pengganti ongkos bahkan air minum sekalipun. Umumnya mereka membeli es atau minuman di warung-warung di sepanjang jalan borobudur. Saya dan seorang pria lalu berbicara satu sama lain, tentu kalau pendukung petahana, mereka bakal kenyang dan pulang dapat uang...



Karena saya terlambat datang, jadi saya tidak tahu acara sebelumnya yang mulai dari jam 10 pagi tadi. Tidak sempat lihat Rieke D. Pitaloka dan Dedi Miing Gumelar di panggung dan jalannya semua acara. Pada pukul 14.30 saya langsung meluncur ke lokasi kaskuser di restoran Bumbu Desa cikini yang di sana ternyata akan didatangi juga oleh Pak Jokowi.



Di Bumbu Desa sudah ada Wardah hafiz dari Urban Poor Consortium yang menunggu Pak Jokowi untuk membicarakan masalah lahan untuk kaum miskin, saya tak mengikuti pembicaraan secara detail walaupun sebenarnya memungkinkan karena Jokowi sama sekali tak menggunakan pengawal dan body guard. Mulai masuk lantai dua restoran (tempat relawan jokowi - ahok berkumpul) saja, jalan beliau harus tersendat dan rajin-rajin pasang senyum karena banyak orang minta foto bareng, belum lagi wartawan yang selalu mengikuti kemana saja beliau pergi.



Karena handphone saya lobatt, maka saya cari terminal listrik untuk nge-charge dulu, dan ngobrol santai dengan seorang bapak-bapak yang ternyata anaknya adalah relawan Jasmev yang sudah masuk di ruangan. Kami ngobrol dengan sumringah, karena kita menangkap semangat luar biasa dari semua orang yang hadir, ada semangat optimisme, semangat perubahan dan semangat kebersamaan di antara orang-orang. Berbeda dengan di jl. borobudur, di restoran ini yang datang umumnya bersih-bersih mukanya, banyak yang pakai kerudung, dan tidak sedikit yang pakai kacamata minus, kayaknya anak2 kaskuser alias geek internet kompakan datang ke sini. Dan nanti kita tahu, efek dari JASMEV ini sangat signifikan dalam "perang" kampanye JB vs HNW atau FOKE.

Cuplikan pengalaman kampanye bersama pasangan Jokowi Ahok tersebut menjadi catatan manis dalam perjalanan kehidupan berpolitik saya sebagai anak bangsa. Sebagai seorang yang berminat mendalami kehidupan berpolitik (bukan politik praktis), saya sangat bersyukur termasuk ke dalam anak bangsa yang mendengar, membaca dan menonton peristiwa politik lalu menentukan pilihan saya sendiri dan sedikit banyak mengajak orang lain mengikuti pilihan yang saya tentukan. Pilihan pada Jokowi Basuki untuk Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 ini akan menentukan pilihan saya, pada jabatan presiden NKRI periode 2014-2019. Alasan saya memilih Jokowi Basuki pada posisi Gubernur DKI, membuat saya harus menentukan figur lain untuk Presiden RI, karena saya tahu betapa sulitnya memenangkan Pilkada DKI dan "melawan arus" lingkungan saya yang umumnya mendukung Pak Hidayat Nur Wahid (kader terbaik PKS dan wakil rakyat dengan suara terbanyak di Indonesia, juga kita tahu Jakarta adalah basis PKS awal-awal partai ini berdiri dulu), selain itu Fauzi Bowo yang betawi asli dan pejabat karir di DKI sangat mengakar pada lingkungan masjid-masjid di Jakarta Selatan. Jokowi yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang kristen akan sangat sulit memenangkan pertarungan. Para Jokowi mania yang belakangan (terlambat) mendukung Jokowi, umumnya tidak tahu sampai sedalam ini, dan umumnya "latah" mengikuti trend yang berkembang para pendukung Jokowi yang semakin tinggi. Mereka, adalah orang-orang kebanyakan, yang hanya tau politik dari berita-berita media yang kadang tidak fair dan punya agenda-agenda sendiri sesuai korporasi-nya masing-masing.





01 March 2013

Twitwar SWASEMBADA dengan @hotradero


@hotradero : 
Kemakmuran lewat swasembada adalah sebuah ilusi. Manusia hanya bisa makmur lewat perdagangan, dan tidak ada perdagangan tanpa kekurangan.

@msirod :
@hotradero kelihatannya cerdas ini pendapat, tapi konyol diucapkan rakyat di sebuah negeri kaya sumber daya hayati.. #swasembada

@hotradero :
@msirod kalau pendapat anda tidak mau terlihat konyol, coba saja tanam gandum di Indonesia. Mudah-mudahan berhasil & hasilnya mencukupi.

‏@msirod :
@hotradero bos, namanya swasembada itu lihat yg berpotensi, nanem gandum di ina itu namanya gak tau kondisi negeri sendiri, sorgum tuh..

@hotradero :
Lha, orang Indonesia konsumen mie instan terbesar per kapita nomer dua di dunia. Mie dibuat dari gandum. Siapa yg nggak tau diri? @msirod

@hotradero saya ex. kary indofood div. noodle, alumni fak. teknologi pertanian ipb, tau mengenai hal itu kok. Kreativitas org2 indstr pangan

@hotradero
Kalau memang anda tahu persis orang Indonesia suka makan mie & roti berbahan gandum, lalu APA hak anda melarang selera orang? @msirod

‏@msirod
@hotradero saya kira bukan ke sana maksudnya. tapi tweet ente yg pertama ttg swasembada, itu keliru. Kalau negeri2 maju bolehlah begitu..


02 December 2012

Mengenal diri lewat indra manusia



Tuhan menciptakan dua telinga di dua sisi wajah kepala kita, mungkin agar kita bisa menangkap informasi dari dua sisi berlainan sekaligus..


Tuhan menciptakan dua mata di depan kepala kita, mungkin agar kita yakin bahwa melihat ke masa depan jauh lebih mudah daripada menoleh ke masa lalu kita.. 

Tuhan mendesain hidung kita berdekatan dengan mulut, mungkin agar kita yakin semua yang berbau busuk tak pantas masuk atau keluar dari mulut kita

Mata, telinga, mulut dan hidung adalah keempat indra yang ada di kepala kita, begitu dekat dengan pusat kontrol manusia yang berada di otak... Tak heran jika banyak manusia menjadi mata, mulut, hidung dan telinga bagi pemegang kekuasaan.. 

11 October 2012

Resep #SuamiSialGak? ke-1 : Telur pedas padang, rasa sunda

Kali ini saya ingin memposting karya saya, yaitu resep masak di kala istri tak sempat masak dan tidak mau menyempatkan masak untuk suaminya. Memasak itu budaya manusia, bukan wanita (saja) ahahaha... Kalau saya namai resep #SuamiSialGak? artinya saya bertanya, apakah sial seorang suami yang masak... masak sendiri.. makan ku sendiri.. (maaf, dangdut detected!)

Langsung saja kita ke TKP ya.. 

PERTAMA : Siapkan bahan-bahannya..

Telur puyuh & cabai giling (pastikan punya stock cabai giling di kulkas ya :-) )
Sayuran mentah 1) & Sambal terasi dari ABC (gpp iklan dikit :D )

KEDUA : NYALAKAN KOMPOR! eehhehehe... 

kalau kompor sudah nyala, silahkan lakukan hal-hal berikut..

Masukkan telur puyuh ke wajan berisi air yang sudah mendidih

Setelah kurang lebih 10 menit di mana telur-telur itu relatif matang, angkat lah semuanya (jangan dengan airnya ya.. tolong pakai kreatifitas sendiri-sendiri mas, gak perlu ikuti cara saya!)


KETIGA : SIAPKAN ITU TELUR & BUMBU-BUMBUNYA CUY!

Kupas telur-telurmu mas, jangan sampai tanganmu kepanasan, pake akalmu mas, engkau Pria, gunakan LOGIKA! ahahahahah.. 

Panaskan kembali kompor (tadi sudah dimatikan belum?), masukkan sesendok margarin, masukkan telur-telur puyuh yang sudah dikupas, dan masukkan juga cabai giling, oseng-oseng dah!


KEEMPAT : LANJUTKAN BEGADANGMU KAWAN

Tambahkan nasi, keluarkan sambal ReadyToCoel dari ABC, makan deh.. gak usah banyak komplain gan, kalau gak menghemat, gak bakal cepet kaya.. ahahahha...