02 September 2008

My MBTI Test Result

I heard about MBTI (Myers Briggs Test Indicator) from indonesian training website, then I Googling to find my personality type...

I found Personality Pathway and answer the question there. It's quite difficult because my english so worst that I should re-read the web again and again for makesure my answer.

The result is I have INFP type (MBTI have 16 different type) which is mean:

"..INFP >> Idealistic, loyal to their values and to people who are important to them. Want an external life that is congruent with their values. Curious, quick to see possibilities, can be catalysts for implementing ideas. Seek to understand people and to help them fulfill their potential. Adaptable, flexible, and accepting unless a value is threatened..."

How about yours?

27 August 2008

Wahai Dosen, Berbicaralah dengan Bahasa Manusia!

by Romi Satria Wahono
 
Itulah teriakan para mahasiswa kepada dosennya, yang mungkin nggak pernah tersampaikan, dan saya yakin akan menjadi blunder kalau diungkapkan. Kecuali bagi para mahasiswa yang memiliki kebebasan nilai IPK, kebebasan pola pikir, kebebasan penelitian, kebebasan finansial dan kebebasan ketergantungan serta ketaatan kecuali kepada satu yang Diatas. Mahasiswa pedjoeang yang tetap mau mengatakan kebenaran meskipun itu sangat sulit, pahit dan sakit. Tidak saya rekomendasikan, karena ungkapan semacam "Sensei no jugyo wa sonna naiyo deshitara, i-me-ru de okutta hou ga yoi dewanai deshouka?" (kalau isi kuliahnya kayak gitu, lebih baik kalau anda kirimkan ke saya lewat email saja prof)  , saya jamin akan membuat nilai kita jadi Fuka alias tidak lulus. Jangan dilakukan, cukup saya yang jadi korban harus mengambil mata kuliah yang sama selama tiga tahun berturut-turut, sampai akhirnya harus puas mendapatkan nilai Ka alias C dari sang Professor. Professorku yang
 akhirnya jadi sahabatku dan membimbing penelitianku, meskipun tetap tidak bisa menghilangkan cacat nilaiku 
 
Mungkin itu salah satu tema diskusi ketika bertemu dengan teman-teman dosen di Puskom UNS Solo. Workshop, meskipun dengan undangan mendadak, tapi bak wangsit yang memberi tanda ke insting saya bahwa acara ini wajib saya datangi. Bukan hanya karena telepon mbak Jatu yang merdu yang meminta saya untuk sekalian mabid sambil ngisi liqo di UNS Solo hehehe, atau karena kesabaran mas Kurnia yang ngejar kereta saya dari Boyolali dengan motor bututnya, dan akhirnya berhasil menjemput saya jam dua pagi di Stasiun Balapan Solo, dan juga bukan karena sodoran kertas untuk tanda tangan dari mbak Asih  Saya merasa perlu mengajak bapak ibu dosen untuk kembali memperhatikan mahasiswa kita.
 
Saya sebenarnya dalam keadaan kepenatan yang luar biasa pada waktu itu. Dua hari di Yogyakarta, hari Selasa (19 Agustus 2008) di STMIK Amikom untuk memberi materi tentang kesiapan kerja wisudawan dan Rabu (20 Agustus 2008) ke Universitas Atmajaya Yogyakarta mbantu pak Irya ngompori dosen-dosen untuk membuat eLearning content. Hari ketiga, perjalanan darat selama 5 jam antara Jogja-Purwokerto meluluh lantakkan kekuatan saya, memporak porandakan kemampuan otak kiri saya, membenamkan senyum saya sampai ke titik nadir (halah!  ). Mandi, sholat, sarungan, datangnya pesan perdjoeangan sang istri dan diskusi dengan para prajurit saya, garda depan Romi Satria Wahono's Army alhamdulillah membangkitkan kekuatan saya. Revolusi belum selesai bung, perdjoeangan harus tetap dilakukan!  Alhamdulillah setelah acara seminar grand opening prodi Teknik Informatika di Unsoed selesai, saya bergegas, meninggalkan kopi ginseng saya ke mas Adnan (thanks om), meloncat ke
 kereta Bima yang merayap senyap menuju kota Solo.
 
Kembali ke tema bahasan, saya mengajak bapak ibu dosen di UNS Solo untuk mencoba memikirkan kembali hakekat kita ngajar. Ngajar mahasiswa mengandung makna besar mendidik dan membina generasi muda kita. Dalam sejarah kebangkitan bangsa-bangsa, peran mahasiswa selalu tercatat, menjadi garda depan perubahan, kontribusinya sangat besar dan dominan. Mahasiswa adalah anasirut taghyir alias agen perubahan yang akan mewarnai masa depan dan membentuk karakter suatu bangsa. Bayangkan, pendidikan dan pembinaan orang-orang seperti itu diserahkan ke kita, para dosen dan pendidik. Beban berat yang harus kita pikul dan perlu perdjoeangan untuk melaksanakannya dengan sungguh-sungguh.
 
Saya sempat melakukan studi kecil-kecilan, tentang harapan mahasiswa kepada dosennya. Dosen seperti apa yang sebenarnya mereka harapkan. Cukup menakjubkan, bahwa mahasiswa sangat jujur menilai kita. Sebenarnya posting ini adalah satu otokritik kepada diri saya sendiri, karena masih banyak karakter saya yang mungkin tidak diharapkan oleh mahasiswa. Kalau kita simpulkan ada empat karakteristik dosen yang diharapkan mahasiswa, dan jujur saja akan mereformasi dan mengantarkan kita menjadi sosok Dosen 2.0 
 
1. Memiliki Kemampuan Verbal: Pintar jangan untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain. Bahasa gampangnya, permintaan mahasiswa kepada kita supaya belajar untuk mengajar, dan bukan hanya belajar untuk diri kita sendiri. Dosen diharapkan punya keseimbangan dalam pengetahuan taksit (know-how dan pengalaman lapangan) dan pengetahuan eksplisit (tertulis di textbook dengan berbagai teoritikalnya). Beri mahasiswa lebih banyak pengetahuan taksit karena know-how dan pengalaman lapangan yang kita miliki akan membuka wawasan mereka lebih luas. Memanjang-lebarkan penjelasan ke bahasan yang sudah jelas bin cetho tertulis di buku akan membuat kuliah kita jadi kering, garing dan membosankan. Kebiasaan kita dalam menggunakan bahasa sulit dalam menjelaskan suatu hal juga dikritik, ditambah dengan nafsu untuk memasukkan semua materi kuliah ke slide presentasi. Jangan buat kacamata kita semakin tebal, itu harapan para mahasiswa  Mari kita gunakan bahasa manusia yang
 baik dan benar, dosen datang untuk memahamkan ke mahasiswa, bukan untuk menambah pusing mahasiswa yang sudah pusing dengan tugas mandiri, UTS dan UAS 
 
2. Memiliki Kemampuan Tulis: Kritikan paling tajam adalah kebiasaan kita menggunakan bahasa tulis ala paper yang dingin dan formal. Ngeblog adalah terapi yang sangat efektif mengatasi kelemahan kita yang tidak terbiasa menggunakan bahasa manusia dalam menulis. Posting artikel populer dalam bentuk journal pribadi yang banyak menggunakan ungkapan hati ala blog, akan mereformasi gaya tulisan kita. Menulislah dengan hati, karena kekuatan kata-kata kita akan memberikan motivasi tinggi kepada para mahasiswa dan mahasiswi. Jangan pernah nyontek tulisan orang lain karena itu akan blunder, membuat generalisasi negative image ke semua perilaku kita. Apalagi kalau menerapkan standard ganda dengan membuat tidak lulus mahasiswa yang melakukan copy-paste pada laporan tugas mandirinya. Kegiatan copy-paste mahasiswa kadang harus disikapi dengan bijak, mungkin mereka belum kita ajarkan tentang peraturan APA masalah pengambilan referensi dan pembuatan kutipan. Justru
 copy-paste yang dilakukan dosen dan pendidik adalah penghianatan besar, membuat damage yang sangat luas ke lingkungan dan kegiatan hina yang tidak termaafkan.
 
3. Open Mind dan Karakter Berbagi: Terbuka, jujur dan mau menerima kritik adalah sifat penting yang diharapkan mahasiswa ke dosennya. Karakter ringan tangan, senang berbagi ilmu dan project  , mau bergaul dengan mahasiswa dan bahkan mendekati mereka dengan "bahasa mereka" adalah sifat yang menentramkan mahasiswa. Mahasiswa, selain sebagai murid, juga adalah teman, partner dan customer dari sang dosen. Janganlah dosen bersifat terlalu jaim, jayus apalagi jablai, karena itu akan membuat mahasiswa makin tidak simpatik. Kalau sudah nggak simpatik, sebaik apapun ilmu pengetahuan dan nasehat yang kita berikan akan hancur, musnah dan mahasiswa akan main hati (romi and the backbone)  Mari kita menjaga hati mereka dan memberikan janji suci (romi and nuno) kepada para mahasiswa, "wahai para mahasiswaku, senyummu juga sedihmu, adalah hidupku". Kalau perlu sebutkan dengan ikhlas, "akulah penjagamu, akulah pelindungmu, akulah pendampingmu, di setiap
 langkah-langkahmu (romi maulana, gigi)". Dijamin mahasiswa kita pasti klepek-klepek dan mengatakan "everything i do, i do it for you sir …"  Kadang mengikuti behavior mereka dengan membuat account friendster dan facebook juga bukan pilihan buruk. Meminta mereka membuat laporan dalam bentuk tulisan lewat fitur blog di friendster kadang saya lakukan untuk men-terapi mahasiswa-mahasiswa saya yang sudah sulit dikendalikan lewat cara konvensional 
 
4. Memiliki Kemampuan Teknis: Cukup mengejutkan bahwa technical skill ternyata bukan hal utama yang diharapkan oleh mahasiswa ke dosennya. Sudah menjadi hal yang jamak bahwa kemampuan teknis khususnya yang berhubungan dengan pengetahuan eksplisit, sebenarnya bisa didapat dari berbagai literatur, buku dan ebook yang didapat dengan mudah oleh mahasiswa lewat internet. Dosen diharapkan oleh mahasiswa untuk jujur, kalau memang nggak ngerti ya bilang saja nggak ngerti, jangan malah muter-muter dan bikin pusing mahasiswa  Perlu saya beri catatan khusus, pada jurusan computing, mahasiwa kita kadang punya technical skill yang lebih tinggi daripada kita, misalnya berhubungan dengan programming, troubleshoting, dan trend teknologi. Berkata tidak tahu, adalah suatu hal yang biasa dalam iklim pendidikan di kampus. Mengungkapkan akan mencoba mempelajari masalah itu dan dijadikan bahan diskusi pertemuan pekan depan, adalah jawaban dosen pedjoeang yang jujur dan
 bertanggungjawab. Sekali lagi, dosen nggak perlu keminter atau merasa lebih pinter daripada mahasiswanya untuk urusan skill teknis. Karakter dosen yang merasa menjadi newbie forever, selalu perlu belajar dan belajar lagi,  selalu berdjoeang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, dan berusaha keras menyelesaikan masalah mahasiswanya, adalah karakter wajib, dan sifatnya tidak hanya wajib kifayah, tapi wajib ain 
 
Untuk para dosen, sekali lagi, anak-anak muda, para pembaharu dan penentu masa depan bangsa ada di depan kita. Kitalah yang menentukan apakah mereka akan menjadi seorang pemimpin besar, mujaddid besar, dan ilmuwan besar, yang akan memperbaiki republik ini. Dan jangan lupa, bahwa bahwa kita jugalah yang akan membuat mereka menjadi penjahat dan koruptor besar yang akan memporak porandakan republik ini. Pilihan ada di tangan kita, para dosen.
 
Untuk para mahasiswa, beri kami kesempatan untuk berbenah dan memperbaiki diri. Insya Allah kami akan berusaha menjadi pembimbing dan pendidik yang baik untuk anda sekalian. Kami tidak menginginkan apapun dari kalian semua, selain harapan supaya mahasiswa tetap komitmen untuk belajar dan berdjoeang keras, serta pantang menyerah. Hentikanlah sikap main-main, selalu jaga karakter serius dan profesional dalam kegiatan berhubungan dengan tugas belajar. Bersikaplah seperti layaknya seorang ksatria dan agen perubahan, yang akan mengantarkan republik ini ke jalan yang lebih baik.
 
Tetap dalam perdjoeangan!
 
Romi Satria Wahono
(*) Artikel ini juga diterbitkan oleh detik.com dengan judul yang sama dan redaksional yang sedikit berbeda
 
http://romisatriawahono.net/2008/08/25/wahai-dosen-berbicaralah-dengan-bahasa-manusia/

21 August 2008

Etiquette & Personal Image

Liat situs 6221.Net, ada training mengenai Etiquette & Personal Image for Professionals, bagus juga kalau di-share disini...
  • Pengenalan diri
    Mengenali diri sendiri dan orang lain. Mampu menerima diri sendiri dan orang lain. Lebih terbuka, lebih percaya diri, lebih toleransi, dan lebih mudah bekerja sama.
  • Komunikasi efektif
    Berbicara secara efektif dengan semua orang. Dengan atasan, rekan kerja, bawahan, tamu, klien, supplier, dan sebagainya. Menghindarkan salah paham. Bersikap profesional dalam berkomunikasi.
  • Etika bisnis
    Tata cara bergaul dan berkomunikasi dalam dunia bisnis. Cara berkenalan, bertanya, menjawab, berdiskusi, meeting, dan sebagainya.
  • Telephone Etiquette
    Cara menelepon dan menerima telepon secara optimal. Menerapkan etika bisnis dalam bertelepon.
  • Presentation & Meeting
    Cara melakukan presentasi untuk shareholder, direksi, atasan, klien dan lainnya. Bagaimana mengadakan meeting yang efektif dan bermanfaat.
  • Table Manners
    Mengenal tata cara makan secara international, bagaimana melakukan pembicaraan di meja makan, meng-entertain orang lain, dan sebagainya.
  • How to get the right First Impression
    Kesan pertama sangat penting dalam berkomunikasi. Cara menampilkan diri secara maksimal.
  • Personal Image
    Menggali personal image yang paling sesuai untuk tiap pribadi. Menampilkan personal image secara optimal. Memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kelebihan yang kita miliki.
  • Self Motivation and Self Confidence Building
    Bagaimana meningkatkan rasa percaya diri yang tepat, sehingga bisa tampil penuh percaya diri. Berani menghadapi segala masalah dan bertemu atau berkomunikasi dengan berbagai jenis orang.
  • Grooming
    Tampil profesional dalam setiap keadaan.

LG Fantastic Prize

Seseorang yang tentu saja konyol, mengirim email sampah berikut ini kepada email saya. Apa orang tersebut gak mikir kalau LG tentu saja tidak bodoh membuat kegiatan resmi dari email gratisan semacam GMail? payah benerrr....

semoga rekan2 tidak tertipu...

Narrated Um Kulthum bint Uqba:
"He who makes peace between the people by inventing good information or saying good things, is not a liar." (Shahih Bukhari)

Sirod's Friendster:
http://www.friendster.com/s1rod
Sirod's Blog: http://sirod.blogspot.com/



--- On Wed, 8/20/08, LG <winslg5@comcast.net> wrote:
From: LG <winslg5@comcast.net>
Subject: Fantastic Prize
To:
Date: Wednesday, August 20, 2008, 1:06 AM

Fantastic Prize

Congratulations!!! Ticket number (10/01/92/LGE, serial number(1.0.11/FdLGUK)
lucky numbers (01)-(009)-(501) attach to your email won you the total sum of
700,000GBP credited to Ref number Y-2-LGuk-101.

PLEASE CALL +44-703-192-5646 OR E-MAIL OUR UK ADMINISTRATIVE OFFICER BELOW FOR
CLAIM

JAMES KEEGAN ESQ
E-MAIL: JAMESESQ.LG.CLAIMS@GMAIL.COM

Send your ticket & serial number when contacting the above administrative
officer for immediate remittance of your prize

Your's Sincerely
Harriet Biederman.Fantastic Prize

Congratulations!!! Ticket number (10/01/92/LGE, serial number(1.0.11/FdLGUK)
lucky numbers (01)-(009)-(501) attach to your email won you the total sum of
700,000GBP credited to Ref number Y-2-LGuk-101.

PLEASE CALL +44-703-192-5646 OR E-MAIL OUR UK ADMINISTRATIVE OFFICER BELOW FOR
CLAIM

JAMES KEEGAN ESQ
E-MAIL: JAMESESQ.LG.CLAIMS@GMAIL.COM

Send your ticket & serial number when contacting the above administrative
officer for immediate remittance of your prize

Your's Sincerely
Harriet Biederman.

05 August 2008

Apa Prestasi Anda?

Mungkin Anda sudah sekian tahun bekerja. Apa prestasi Anda selama sekian tahun itu? Bila Anda tidak bisa menjawab pertanyaan ini dalam 5 detik, maka Anda perlu merenung ulang. Untuk mendapatkan pekerjaan baru, daya saing Anda bisa lebih tinggi bila Anda bisa merumuskan prestasi Anda dalam pekerjaan sekarang atau sebelumnya.

Deskripsi mengenai prestasi Anda bisa menjadi nilai tambah karena deskripsi tugas saja bisa jadi belum cukup. Kandidat lain dengan latar belakang pekerjaan yang serupa dengan Anda mungkin mencantumkan deskripsi tugas yang mirip. Jadi pertimbangkanlah untuk menampilkan prestasi Anda di tempat kerja sekarang atau terdahulu di dalam resume Anda. Pekerja yang berkualitas pasti mempunyai prestasi, tetapi memang tidak mudah untuk merumuskannya dalam bentuk tulisan. Mungkin tips di bawah ini bisa membantu Anda.

Apa
Ada beberapa jenis prestasi yang mungkin bisa dipikirkan, pilih yang paling relevan.
1.
Pencapaian target. Cobalah untuk mengumpulkan dan mengingat-ingat target yang dibebankan oleh supervisor atau perusahaan kepada Anda. Target pribadi ataupun target tim sama-sama bisa digunakan. Tentunya tidak dalam semua proyek atau penugasan Anda selalu sukses. Pilih di mana Anda berhasil. Bila itu merupakan target pribadi, maka besar kemungkinan Anda adalah faktor penentunya. Tetapi bila itu merupakan pencapaian target tim maka Anda harus mendefinisikan kontribusi Anda dalam pencapaian itu secara jelas.

2.
Menepati tenggat waktu. Ada yang mengatakan bahwa salah satu kunci sukses dalam bisnis adalah kecepatan. Jadi, dapat dikatakan hampir semua industri harus berpacu dengan waktu dan karyawan ditekan untuk bekerja cepat agar bisa memenuhi tenggat waktu yang ketat. Tidak heran bila karyawan-karyawan yang mampu melaksanakan tugas dengan hasil yang berkualitas dan tepat waktu biasanya dihargai. Cantumkan ini bila Anda memang baik dalam hal ini.
3.
Pemecahan masalah. Harus diakui, bisnis tidaklah sederhana. Bisnis selalu kompleks dan penuh dengan masalah sehingga karyawan yang bisa menangani masalah dengan baik biasanya menjadi salah satu "bintang" di perusahaannya.
4.
Tugas ganda. Ada banyak orang yang bagus dan trampil menangani suatu tugas atau proyek yang datang silih berganti. Tetapi hanya sedikit yang tetap mampu menunjukkan hasil kerja yang berkualitas, bila diberi beberapa tugas yang harus diselesaikan dalam waktu yang kurang lebih bersamaan. Jadi, bila Anda mempunyai kemampuan ini tampilkanlah hal ini dalam resume Anda.

Bagaimana
Cara Anda merumuskan prestasi dalam bentuk tulisan sama pentingnya dengan isinya itu sendiri.
1.
Pencapaian target akan lebih mudah dicerna bila hal itu dikuantifikasikan atau disajikan dalam bentuk yang terukur. Misalnya pencapaian target penjualan. Anda bisa menyebutkan : meningkatkan sales menjadi dua kali lipat dalam waktu 3 bulan atau melampaui target penjualan lebih dari 50%. Contoh lain yang berkaitan dengan pemecahan masalah misalnya: menangani hutang dan melakukan penagihan dengan tingkat keberhasilan 85%.
2.
Lengkapi dengan konteksnya. Penjabaran konteks ini juga bisa membantu pembaca untuk lebih mudah menilai kualitas prestasi Anda. Contoh : sebutkan besaran atau skala organisasi perusahaan Anda, posisi produk/jasa perusahaan Anda di pasar atau kondisi sosial ekonomi setempat ketika prestasi Anda itu diraih.
3.
Jangan berlebihan. Jangan menggunakan "make-up" yang terlalu tebal untuk memikat orang lain. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengedepankan prestasi Anda secara proporsional.
4.
Nyatakan dengan singkat dan jelas. Gunakan bullet-point. Kalimat yang terlalu panjang membuat orang malas membaca atau salah-salah malah membingungkan.

Sumber karir.com