11 August 2009

Bangsa yang paling berbahagia

Ada hasil survei terbaru yang lumayan menghebohkan baru-baru ini. Siapakah "Bangsa yang Paling Bahagia di Dunia"? Apakah bangsa yang paling makmur? Paling kaya-raya di dunia? Ternyata tidak juga. Amerika hanya ada di urutan 23. Banyak bangsa-bangsa terkaya, menurut survei ini justru tidak terlalu bahagia. Berdasarkan data yang dikumpulkan Adrian White dari Universitas Leicester, dengan sumber-sumber yang ekstensif (UNESCO, CIA, the New Economics Foundation, WHO, etc), dan mencakup 80.000 responden di seluruh dunia, maka diperoleh hasil, bahwa bangsa paling bahagia di dunia adalah... DENMARK. Dan dari sini juga dihasilkan peringkat global bangsa-bangsa, dari yang paling bahagia sampai yang paling tidak bahagia.

Inilah daftarnya (20 besar, Satisfaction With Life Index) :
1. DENMARK
2. Swiss
3.. Austria
4. Islandia
5. Bahama
6. Finlandia
7. Swedia
8. Bhutan
9. Brunei
10. Canada
11. Irlandia
12. Luxemburg
13. Kosta Rika
14. Malta
15. Belanda
16. Antigua
17. Malaysia
18. Selandia Baru
19. Norwegia
20.. Seycheles

Dan yang lainnya :
23. Amerika
26. Australia
35.. Jerman
41. Inggris
53. Singapura
64. INDONESIA
76. Thailand
82. China
90.. Jepang
102. Korea Selatan
125. India

Dan 3 negara yang paling merana hidupnya adalah :
176. Kongo
177. Zimbabwe
178. Burundi.

INDONESIA, lumayan, berada di urutan tengah, dan lebih bahagia dibanding saudara-saudaranya sesama manusia di Thailand, China, Jepang, Korea, dan India. Padahal Jepang, Korea Selatan, dan China jelas-jelas jauh lebih kaya dan makmur dibanding kita.

Kebahagiaan disini diukur dari kepuasaan subyektif masyarakatnya pada Tingkat Kesehatan (dan juga akses kesehatan murah), Kekayaan Relatif, dan Akses Ke Pendidikan. Bangsa yang sehat dan ongkos kesehatannya terjangkau, memiliki kekayaan yang cukup, dan tingkat pendidikannya cukup baik katanya akan relatif lebih bahagia.


Tapi faktor yang juga penting disini adalah tingkat Pengharapan, atau Ekspektasi terhadap hidup. Semakin rendah ekspektasi masyarakatnya, makin mudah dia bersyukur dan berbahagia. Sedang makin tinggi ekspektasi seseorang, makin banyak Keinginannya, makin sulit dia merasa puas, dan bahagia.

DAN KENAPA DENMARK PALING BAHAGIA?

Berdasarkan penelitian, orang-orang Denmark sangat bahagia karena mereka selalu merasa hidup mereka cukup. Contentment. Mereka tidak sekaya orang Amerika atau Jepang, tidak punya mobil atau rumah super mewah, tapi mereka bersyukur dengan hidup mereka. Mereka kemana-mana juga lebih suka jalan kaki atau naik sepeda, karena lebih menyenangkan, santai, dan udaranya juga segar. Dan mereka tidak usah pusing soal banyak hal, dari mobil yang mesti bagus, pembayarannya, perawatannya, bensinnya, atau macet di jalan. Naik sepeda memang menyenangkan.

Mereka tentu juga ingin hidup lebih baik, sukses, materi, tapi tidak merasa perlu sampai diperbudak kesuksesan. Sukses itu penting, tapi menikmati hidup, keluarga, dan teman adalah nilai hidup yang utama, dan sukses tidak perlu mengganggu hal itu. Pendidikan disana gratis. Begitu juga dengan biaya kesehatan, dan Jaminan penuh untuk Hari tua. 3 hal yang mungkin terpenting dalam hidup, dan mereka menikmatinya dengan gratis berkat pemerintahan yang baik.

Masyarakat Denmark ternyata juga cenderung punya harapan yang rendah. Mereka berusaha, tapi tidak pernah berharap macam-macam. Ini membuat tiap kesuksesan kecil saja sudah membuat mereka begitu bahagia. Dan bila gagal, mereka lebih gampang menerimanya, dan mereka bisa langsung mulai berusaha lagi. Begitu saja.

Dan bangsa-bangsa lain yang "tidak bahagia", termasuk banyak negara terkaya di dunia, adalah yang orang-orangnya cenderung tidak pernah puas. Mereka terdikte keinginan dan ambisi-ambisinya. Amerika contohnya punya american dreams. Masalahnya, dan ironi terbesarnya adalah, kalau anda sampai begitu bernafsunya mengejar kebahagiaan (dan kebahagiaan yang lebih besar), anda justru akan terjebak.. Terjebak dalam pertempuran merebut kebahagiaan yang tidak pernah berakhir, dan anda justru tidak akan pernah merasakan kebahagiaan itu. Dan ini terbukti secara saintifik.

"Happiness is as a butterfly which, when pursued, is always beyond our grasp. But which if you will sit down quietly, may alight upon you," Nathaniel Hawthorne

Dan itulah bangsa paling bahagia di dunia. Denmark. Sebuah bangsa dengan masyarakat yang:
1. Bersyukur, bersyukur, bersyukur
2. Punya impian dan keinginan yang realistik
3. Tidak membanding-bandingkan dengan orang lain
4. Jaminan dari pemerintah yang cukup

08 August 2009

#Tebakangaring di Twitter tentang Noordin M Top

Ini ada beberapa #tebagakangaring tentang Noordin M.Top pasca peangkapan gembong teroris di
  • ardinarasti6: teroris syapa yg ga lancar bhs.Indonesia tp stripping sinetron? Noordin M..anohara odelia pinot..
  • restythestar teroris yang orang jawa? noordin m boh.
  • stephpangjaya ayo.. dua tambah dua berapa? Noordin M Patt
  • cuitprikitiw terorist yang suka mules2 Noordin M Pup,terorist yang suka mancing Noordin M Pang
  • nadosoweirdo sekali duakali lagideh ahh,teroris apah yang gaberenti berenti dengerin musik? NOORDIN M P3!
  • medantara sekali lg dah ni teroris apa yg jual ayam crispy?...."NOORDIN Mc DONALD"
  • mandhytaa teroris yang luccyyuu?? NOORDIN M.EOOOONGGGG! =^^=
  • rainaldiYAIitem teroris tergaul di jakarta "NOORDIN M BASSY"
  • vinnvinny teroris apa yng bohai : Noordin M...ontok.....
  • cindyarman ayooo lanjutkan! Teroris yg bisa nampung air Noordin Em Ber... :p
  • andinipatricia Teroris yg paling sexy NOORDIN TANKTOP

07 August 2009

Bangga menjadi Petani

Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang
berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang
sudah berumur. Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan
ringan.

" Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?" tanya si Pemuda.

Oleh: Djony Edward

Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang
berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang
sudah berumur. Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan
ringan.

" Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?" tanya si Pemuda.

"Oh... Saya mau ke Jakarta terus "connecting flight" ke Singapore nengokin
anak saya yang kedua" jawab ibu itu.

" Wouw..... hebat sekali putra ibu, pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.
Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda
itu melanjutkan pertanyaannya.

" Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya
Bu?? Bagaimana dengan adik-adiknya? ?"

Oh ya tentu, si Ibu bercerita : "Anak saya yang ketiga seorang Dokter di
Malang, yang keempat Kerja di Perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi
Arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi Kepala Cabang Bank di
Purwokerto,yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang."

Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya dengan sangat
baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.

"Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??"

Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, "Anak saya yang pertama
menjadi Petani di Godean Jogja nak".

Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar "

Pemuda itu segera menyahut, "Maaf ya Bu..... kalau ibu agak kecewa ya dengan
anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di
pekerjaannya, sedang dia menjadi petani "??

Dengan tersenyum ibu itu menjawab,

" Ooo ...tidak tidak begitu nak....

Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang
membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani".


Rendra mencari Tuhan sepanjang hidupnya

Tulisan ini saya kutip dari seseorang bernama Rita Punto atau sering disapa Mbak Ripun, tulisannya benar2 inspiring di Jumat siang sebelum saya berangkat jumatan. Tulisan ini bertutur tentang WS. Rendra yang justru religius menjelang tuanya. Rendra yang memeluk Islam ini memang telah menemukan Tuhan dalam hidupnya.



Rendra mencari Tuhan sepanjang hidupnya, mulai dari tiduran sampai berjongkok..mulai menggumam sampai berkumur akhirnya bersandar pada takbir. Sepulangnya berhaji tidak banyak yang berubah tetap muslim abangan pada umumnya, yang menjadi aneh adalah kita tidak boleh "nyimeng" di padepokan, tidak boleh berzina dan tentunya tidak boleh "ngebir"..kiamat Rendra buat padepokan begitu gumam seorang teman, yang selama hidupnya hanya bertemu Tuhan dan percaya Tuhan ketika temannya mati..!

Rendra sungguh bertemu Tuhannya...saya melihatnya dengan jelas. Dia bahagia menjadi seorang muslim, dan kemudian tumpul sebagai penyair. Bukan Islam yang membuatnya lembut tapi kebijaksanaan telah menghampirinya. Karyanya tidak lagi meradang dan penuh amarah, karyanya berisi ilmu yang menyejukkan. kontemplasinya berbuah kata mutiara, mata pisaunya berkilat dalam suci, dalam nafas Illahi dan dalam kesendirian dunia.

Sejak , itu saya tidak lagi berputar dalam bumi yang sama dengan Mas Willy...sampai akhirnya saya sempat di tolak masuk padepokan, saya membawa sekelompok pasukan berjubah untuk belajar menghela nafas. Mas Willy khawatir saya membawa pasukan NII....Saya memberinya hadiah sebuah buku, entah dia membacanya atau tidak--
"bacalah ini karena saya ada didalamnya, saya ingin mengajak mereka bergelut dengan hidup supaya jangan sibuk memikirkan Tuhan terus"
Saya merajuk dalam secarik kertas. Sepekan kemudian saya di ijinkan bergumul kembali dengan rumah batu.

Benar-benar santun nian dirinya, Saya bahagia dan semakin yakin, mas Willy bukan menemukan Tuhan, Tuhanlah yang mendatangi dirinya. Hidayah itu hadiah atas dzikirnya selama dia tenggelam dalam kegelapan, hatinya menggugah Tuhan untuk mengangkatnya menjadi orang yang beruntung. Dalam dosa terkadang cahaya hati tak pernah padam.

LUCKY RENDRA

I love you full.....

Rita Punto

05 August 2009

Kokohnya Aqidah Kokoh pula Kehidupan

Allah SWT berfirman:
"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik, seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat." (QS Ibrahim ayat 24–25)

Itulah kalimat yang baik, kalimah thayyibah, "Laa ilaaha illallaah” ("Tiada Tuhan selain Allah"). Tiada yang menciptakan alam semesta selain Allah. Tiada yang menjamin, mengurus dan mencukupi rezeki selain Allah. Tiada yang maha gagah, maha perkasa yang melindungi dengan kokoh selain Allah. Tiada yang memberi ketenangan, ketenteraman, sakinah, selain Allah. Tiada yang mengangkat dan menurunkan derajat selain Allah. Tiada yang memuliakan dan menghinakan selain Allah SWT. Lalu, bagaimana dengan manusia? Benar-benar manusia ini tidak ada apa-apanya.

Tema : "Kokohnya Aqidah Kokoh pula Kehidupan"
Bersama : Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)
Sumber : Daarut Tauhid Jakarta

Sahabat,

Sepanjang hati kita merasa takut dan berharap kepada selain Allah, sepanjang itu pula dicabut ketenangan dan ketentraman dari hati. Jadi, apabila kita ingin bahagia, jadikanlah Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung, satu-satunya tempat berharap, dan satu satunya yang ditakuti dalam hidup. Karena tidak datang sebutir nasi pun ke piring kita tanpa izin Allah SWT. "Laa haula walaa quwwata illaa billaah" ("Tiada daya dan upaya, kecuali seizin Allah semata").

Allah SWT berfirman:
"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik, seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat." (QS Ibrahim ayat 24–25)

Itulah kalimat yang baik, kalimah thayyibah, "Laa ilaaha illallaah” ("Tiada Tuhan selain Allah"). Tiada yang menciptakan alam semesta selain Allah. Tiada yang menjamin, mengurus dan mencukupi rezeki selain Allah. Tiada yang maha gagah, maha perkasa yang melindungi dengan kokoh selain Allah. Tiada yang memberi ketenangan, ketenteraman, sakinah, selain Allah. Tiada yang mengangkat dan menurunkan derajat selain Allah. Tiada yang memuliakan dan menghinakan selain Allah SWT. Lalu, bagaimana dengan manusia? Benar-benar manusia ini tidak ada apa-apanya.

"Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Yunus ayat 107)

"Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya. Dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorang pun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?" (QS Faathir ayat 2–3)

Adakah pemberi rezeki selain Allah? Pergilah kita ke mana saja, mengiba kepada siapa saja, andaikata Allah belum membuka pintu rezeki untuk kita, maka tidak akan ada satu pun solusi. Maka, mulailah segala urusan dengan berhubungan dengan Allah. Terlalu sedikit ilmu kita, terlalu terbatas kemampuan dan wawasan kita dalam menyelesaikan masalah.

Setidaknya ada enam langkah yang kita tempuh untuk meraih pertolongan Allah SWT ketika masalah menimpa kita, di antaranya:

1. Segeralah bertaubat kepada Allah SWT.

Boleh jadi masalah yang menimpa kita adalah akibat dari maksiat yang kita perbuat sebagai teguran dari Allah. Maka perbanyaklah mohon ampun dengan beristighfar, minta maaf kepada siapa saja yang pernah kita zhalimi dan bertekadlah untuk tidak mengulanginya lagi serta menjauhi hal hal yang akan kembali menjerumuskan ke dalam kemaksiatan.

Firman Allah SWT: "Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui."
(QS Ali ‘Imran ayat 133)


2. Perbaiki kualitas shalat kita.

Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah ayat 153)

Apabila seseorang dikaruniai kenikmatan dalam Shalat itu pertanda urusannya sedang diselesaikan oleh Allah. Daripada memikirkan masalahnya, lebih baik berfikir bagaimana agar bisa Sholat dengan Khusyu. Karena do’a yang paling utama dan sempurna adalah ketika Shalat dan setelah Shalat. Maka sempurnakanlah Shalat yang terbaik, Shalat yang berkualitas.


3. Bermunajat dan berdoa kepada Allah SWT.

Rahasia munajat dan doa yang baik adalah, kita tidak ada apa apanya sedangkan Allah segala galanya. Akui kekotoran diri dihadapan Allah yang Maha Suci. Akui kelemahan diri dihadapan yang Maha Gagah dan Maha Perkasa. Akui kebodohan diri dihadapan-Nya yang Maha Sempurna pengetahuan-Nya.

Allah SWT berfirman: "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-A’raaf ayat 55)


4. Shadaqah mengubah dari satu taqdir ke taqdir yang lain.

Shadaqah yang paling sempurna nilainya adalah memberikan apa yang paling dicintai. "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (QS Ali ‘Imran ayat 92)

Bagaimana agar mudah bershadaqah?

Caranya, yakinkan diri bahwa apapun yang kita miliki adalah milik Allah yang dititipkan kepada kita untuk menolong kita sebagai solusi ketika ada masalah. merasa apa yang akan disedekahkan itu sebagai milik kita adalah sebab kita bersifat bakhil.


5. Memperbanyak dzikir.

Tentu saja dzikir tidak hanya di bibir semata, melainkan hati jualah yang akan terpaut dengan dzikir lisannya. Dan bukan bilangan namun kualitas dari dzikirnya, yang membuat tergetarnya hati dan bertambahnya keimanan. "Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal." (QS. Al-Anfal ayat 2)


6. Husnuzh-zhan (berbaik sangka) kepada Allah SWT

Berprasangkabaiklah kepada Allah bahwa pertolongan akan datang ketika kita memohon pertolongan kepada-Nya. Semangat dan optimislah ketika ada masalah karena Allah maha penolong hamba-Nya. Dan Allah sesuai dengan prasangka hamba kepada-Nya.

Dalam sebuah Hadits Qudsi Allah berfirman: "Ana 'inda Zhonni ‘abdii bii" ("Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.")

Lalu bagaimana dengan ikhtiar kita?

Apabila kita sudah mendekat kepada Allah dengan Taubat yang sungguh sungguh, Shalat yang berkualitas, Munajat yang bulat keyakinan akan jaminan Allah, Shadaqah terbaik dari yang kita miliki, Berdzikir selalu dan hati yakin terhadap janji Allah SWT, maka sesulit apapun persoalan hidup kita pasti ada solusinya. Allah yang akan menuntun ikhtiar kita.

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."
(QS Ath-Talaq ayat 2–3)

Jadi…marilah kita perbaiki urusan dengan Allah SWT, Insya Allah urusan kita dibereskan-Nya. Itulah sekelumit kiat yang semoga bermanfaat dalam menikmati hidup, menghadapi persoalan dan merasakan indahnya kebersamaan dengan Allah SWT.(d2g)

Wallaahu a’lam bish-shawaa.