Anggota DPR: "Mba, laptopnya salah."
Customer Service: "Salah gimana pak?"
Anggota DPR: "Laptopnya nggak mau hidup."
CS: "Sudah tekan tombol power pak?"
Anggota DPR: "Tombol powernya sebelah mana mba?"
****
Anggota DPR: "Mba, saya mau konek ke internet nggak
bisa, kenapa ya?"
Customer service: "Nggak bisanya kenapa?"
Anggota DPR: "Saya ketik www.playboy . com, gambarnya
nggak keluar."
Customer service: "Pesan errornya apa pak?"
Anggota DPR: "Nggak ada pesan error, pokoknya saya
ketik playboy.com di
addressnya, nggak muncul gambar sama sekali."
Customer service: "Bapak koneksi internetnya pakai
apa, dial up, hotspot?"
Anggota DPR: "Pakai gambar yang ada tulisan e
(maksudnya internet
explorer)."
Customer service: "Maksudku, bapak langganan
internetnya pakai ISP apa, lalu
cara koneksi internetnya pakai dial-up atau hotspot,
mungkin settingnya ada
yang salah."
Anggota DPR: "ISP itu apa sih mba?"
Customer service: "Wah ini sih 50 x 2 pak.."
Anggota DPR: "Apa tuh mba?"
Customer service: "CAPE' DEH!!"
******
Anggota DPR: "Mba' saya ingin daftar account di
yahoo.com kok nggak bisa
ya?"
Customer service: "Nggak bisa kenapa pak?"
Anggota DPR: "Ada tulisan, paswort is nat long inof,
suld bi mor ten 8
karakter"
Customer service: "Itu maksudnya, password bapak
minimal 8 huruf."
Anggota DPR: "Oooo...oke deh.., saya coba dulu."
<tunggu beberapa menit>
Anggota DPR: "Mba password minimal delapan huruf itu
delapannya pakai angka
8 atau ejaan delapan?"
Customer service: "Maksudnya?"
Anggota DPR: "Saya suda tulis di kolom password
minimal 8 huruf, tapi
bingung mau tulis delapannya, pakai angka delapan atau
ejaan huruf
'delapan'."
Customer service: "Ketik ini aja pak..C Spasi D."
Anggota DPR: "Apa tuh?"
Customer service: "CAPE' DEH !!!"
****
Anggota DPR: "Mba' kalau muter film di laptop, gimana
caranya ya?
CS: "Ada dvd playernya kan pak?"
Anggota DPR: "Sebelah mana tuh mba?"
CS: "Disamping kanan, pak. kalau di tekan tombolnya
nanti, piringan discnya
keluar."
Anggota DPR: "Ooooo.... yang keluar itu, piringan disc
ya? Udah patah tuh
kemarin."
CS: "Kok bisa patah?"
Anggota DPR: "Saya kira tempat buat naruh gelas
minuman."
******
Anggota DPR: "Komputer saya rasanya kena virus"
CS: "Virus apa tuh pak?"
Anggota DPR: "Kurang tahu juga, setiap mau cetak ke
printer, selalu ada
tulisan kennot fain printer."
CS: "Itu mungkin salah setting pak."
Anggota DPR: "Settingnya udah bener kok, kemarin aja
bisa nyetak, tapi
sekarang nggak bisa. Saya sudah tunjukkin printernya
di depan laptop, tetap
aja dia terus-terusan "searchng printer not found."
Kayanya webcamnya rusak,
nggak bisa lihat printer."
CS: "Mendadak laper nih Pak, ingin makan tape.."
Anggota DPR: "Lho..kok begitu?"
CS: "TAPE DEH !!!!"
********
Anggota DPR: "Mba, kalau mau baca blognya si artist
anu dimana ya?"
CS: "Bapak cari aja di google."
Anggota DPR: "Tapi si artist anu nggak kerja di google
kok mba, saya tahu
persis."
Capeeek deeehhh..... ......... .... !!!!
"Blog ini berisi catatan, opini atau bahkan copy paste dari source yang saya pikir dibuang sayang"
27 March 2007
26 March 2007
lowongan di Pabrik Bir
Ada lowongan, tapi di Pabrik BIR? walah? siapa mau nih? halal... haram.. halal.. haram.. halal.. haram? !^%@$!%^$@$!^$!!!!
Re: [Alumni-TIN] Lowongan (Segera) di Mojokerto
Kang Sirod,
Mungkin karena masuk Yahoo sehingga lampirannya di potong ya..
Di bawah ini salinan nya. Terima kasih sebelumnya,
salam,
Sudiartono
F.19-0228 / TIN3
CAREER CHALLENGE
FOR TALENTED PROFESSIONALS
PT Multi Bintang Indonesia, Tbk is the leading beer and beverage company in
Indonesia. It produces and/or
markets a range of
trademarked products, including Bir Bintang, Heineken, Guinness Stout, Green
Sands, and Bintang Zero
throughout Indonesia.
To strengthen our team, we are now seeking for most-talented and energetic
person as follows:
PACKAGING TEAM LEADER
To achieve the targeted production volume with the procedure and norms on
quantity and quality by excellent
planning, organizing, and controlling all resources in the packaging section.
? Minimum S-1 graduate from Mechatronic
? Minimum 3 years of solid experience in packaging
? Strong leadership and team management capabilities
? Able to work under pressure and familiar with 5S & AM Activities
? Proficiency in PLC and automation process would be an advantage
? Familiar with TPM, ISO 9001, ISO 14000, HACCP, SAP
? Green Belt Six Sigma would be an advantage
? Good command in English, both oral and written
? Computer literate and SPC (statistical process control)
Work Location is in Sampang Agung, Mojokerto, East Java.
If you have strong confidence that you meet the requirements above, send your
comprehensive resume not later
than 2 (two) weeks to:
recruitment_mbi@...
or
Jalan Raya Mojosari, Pacet Km.50, Desa Sampang Agung
Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto
Jawa Timur 61383 - Indonesia
For the selected candidate, we provide a very competitive remuneration
in terms of salary, compensation & benefit, and education & training.
All applications will be treated in highest confidentiality, and only
short-listed candidates will be notified.
--
[Kang Sirod]
...lagi jualan ke pasar, iseng-iseng maen internet boleh dong :)...
Re: [Alumni-TIN] Lowongan (Segera) di Mojokerto
Kang Sirod,
Mungkin karena masuk Yahoo sehingga lampirannya di potong ya..
Di bawah ini salinan nya. Terima kasih sebelumnya,
salam,
Sudiartono
F.19-0228 / TIN3
CAREER CHALLENGE
FOR TALENTED PROFESSIONALS
PT Multi Bintang Indonesia, Tbk is the leading beer and beverage company in
Indonesia. It produces and/or
markets a range of
trademarked products, including Bir Bintang, Heineken, Guinness Stout, Green
Sands, and Bintang Zero
throughout Indonesia.
To strengthen our team, we are now seeking for most-talented and energetic
person as follows:
PACKAGING TEAM LEADER
To achieve the targeted production volume with the procedure and norms on
quantity and quality by excellent
planning, organizing, and controlling all resources in the packaging section.
? Minimum S-1 graduate from Mechatronic
? Minimum 3 years of solid experience in packaging
? Strong leadership and team management capabilities
? Able to work under pressure and familiar with 5S & AM Activities
? Proficiency in PLC and automation process would be an advantage
? Familiar with TPM, ISO 9001, ISO 14000, HACCP, SAP
? Green Belt Six Sigma would be an advantage
? Good command in English, both oral and written
? Computer literate and SPC (statistical process control)
Work Location is in Sampang Agung, Mojokerto, East Java.
If you have strong confidence that you meet the requirements above, send your
comprehensive resume not later
than 2 (two) weeks to:
recruitment_mbi@...
or
Jalan Raya Mojosari, Pacet Km.50, Desa Sampang Agung
Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto
Jawa Timur 61383 - Indonesia
For the selected candidate, we provide a very competitive remuneration
in terms of salary, compensation & benefit, and education & training.
All applications will be treated in highest confidentiality, and only
short-listed candidates will be notified.
--
[Kang Sirod]
...lagi jualan ke pasar, iseng-iseng maen internet boleh dong :)...
Menjadi miliser yang bertanggungjawab
Saya menemukan jodoh justru dari mailing list. Kok bisa? Tentu saja! Di mailing list kita bisa menemukan apa saja dan bercengkrama dengan semua kalangan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan slip gaji bulanan.
Saya menemukan jodoh justru dari mailing list. Kok bisa? Tentu saja! Di mailing list kita bisa menemukan apa saja dan bercengkrama dengan semua kalangan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan slip gaji bulanan. Milis berbahasa inggris itu dikelola teman saya yg tidak saya kenal, tidak terlalu banyak info menarik dan seperti biasa lebih banyak ocehan dari orang-orang yang menurut saya terlalu banyak waktu luang.
Jangan bandingkan dengan mailing list Alumni-TIN yg diklaim dikelola oleh jurusan Teknologi Industri Pertanian IPB. Membernya saja merupakan para praktisi, akademisi, birokrasi & kaum pembelajar dari berbagai latar belakang. Yang unik, mereka umumnya satu madzhab dalam memandang bagaimana memajukan pertanian Indonesia, yaitu dengan satu kata: AGROINDUSTRI.
Mailing list lebih unggul disbanding website sekalipun! Boleh-boleh saja Anda tidak setuju, tapi saya termasuk yg tidak suka membuka-buka website untuk mencari informasi apalagi networking (kecuali web alumni-tin ya). Saya termasuk orang yg keranjingan dengan software-software desain grafis ketika mahasiswa dulu karena terpesona oleh eloknya desain grafis dari para master web di Indonesia bahkan
luar negeri. Tapi ketika informasi menjadi sesuatu yg penting, tepat tahun 2001 saya mulai membuat blog di sirod.blogspot.com.
Nah, jadi saya ini blogger kah? Tidak juga. Saya hanya catut sana catut sini kemudian diedit sedikit kemudian ditempel di blog saya dan mendeklarasikan bahwa saya seorang MILISER bukan seorang
BLOGGER. Ini perlu, karena seorang blogger idealis biasanya pantang mengambil tulisan orang secara utuh.
Bagaimana dengan Web Forum? Ini pun menurut saya masih kurang nyaman digunakan dibandingkan dengan milis. Mengingat harus login dan struktur pesan dalam web yg sulit dikelola (misalnya bandingkan web forum dari PHPBB semacam Kafegaul.Com dengan milis yahooGroups). Mailing list lebih unggul karena kita memungkinkan menciptakan ruang-ruang diskusi dari awal, sementara web forum itu
tergantung kebijakan yg empunya website itu sendiri. Faktor demokratis disini sangat menentukan kualitas posting. Dus, website juga berisi gambar2 animasi dari web desainer yg seringkali terlalu unjuk diri sehingga bukan saja memperlambat loading web tersebut sehingga menyulitkan mereka yang memiliki koneksi terbatas,
sementara milis, pada dasarnya tidak mementingkan tampilan, karena pada mulanya milis itu diakses via email masing-masing member.
Teknologi sekarang tidak hanya memudahkan kita untuk mengakses email kapan saja dan dengan cara apa saja. Tidak hanya menggunakan mail server gratisan seperti msn, yahoomail & googlemail, tetapi juga mendownload beragam aplikasi email client semacam Outlook atau Edora, dan yang tak kalah menariknya adalah push mail yang disediakan oleh operator telekomunikasi semacam telkom & indosat.
Tentu saja milis mempunyai kekurangan, misalnya tidak semua member aktif posting dan lemahnya moderator untuk menghidupkan suasana milis sering menjadi penyebab matinya milis dan “garing”-nya suasana milis. Pengalaman dari bermilis ria dari milis-milis yang saya ikuti, mengajarkan saya untuk mengelola milis dengan baik dan tetap ramai posting.
Ada berbagai cara untuk meramaikan milis, berikut tipsnya:
So? Bagaimana menjadi seorang miliser yang bertanggung jawab? Nah jawabannya sederhana: Jadilah seorang Moderator milis.. ;-)
Sebentar, ada yang terlupa, bagaimana pula saya bisa mendapatkan istri saya dari sebuah milis? Itupun sederhana, istri saya itu adalah adik dari seorang moderator milis
;-)
Kang Sirod
Nongkrong di sini
Saya menemukan jodoh justru dari mailing list. Kok bisa? Tentu saja! Di mailing list kita bisa menemukan apa saja dan bercengkrama dengan semua kalangan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan slip gaji bulanan. Milis berbahasa inggris itu dikelola teman saya yg tidak saya kenal, tidak terlalu banyak info menarik dan seperti biasa lebih banyak ocehan dari orang-orang yang menurut saya terlalu banyak waktu luang.
Jangan bandingkan dengan mailing list Alumni-TIN yg diklaim dikelola oleh jurusan Teknologi Industri Pertanian IPB. Membernya saja merupakan para praktisi, akademisi, birokrasi & kaum pembelajar dari berbagai latar belakang. Yang unik, mereka umumnya satu madzhab dalam memandang bagaimana memajukan pertanian Indonesia, yaitu dengan satu kata: AGROINDUSTRI.
Mailing list lebih unggul disbanding website sekalipun! Boleh-boleh saja Anda tidak setuju, tapi saya termasuk yg tidak suka membuka-buka website untuk mencari informasi apalagi networking (kecuali web alumni-tin ya). Saya termasuk orang yg keranjingan dengan software-software desain grafis ketika mahasiswa dulu karena terpesona oleh eloknya desain grafis dari para master web di Indonesia bahkan
luar negeri. Tapi ketika informasi menjadi sesuatu yg penting, tepat tahun 2001 saya mulai membuat blog di sirod.blogspot.com.
Nah, jadi saya ini blogger kah? Tidak juga. Saya hanya catut sana catut sini kemudian diedit sedikit kemudian ditempel di blog saya dan mendeklarasikan bahwa saya seorang MILISER bukan seorang
BLOGGER. Ini perlu, karena seorang blogger idealis biasanya pantang mengambil tulisan orang secara utuh.
Bagaimana dengan Web Forum? Ini pun menurut saya masih kurang nyaman digunakan dibandingkan dengan milis. Mengingat harus login dan struktur pesan dalam web yg sulit dikelola (misalnya bandingkan web forum dari PHPBB semacam Kafegaul.Com dengan milis yahooGroups). Mailing list lebih unggul karena kita memungkinkan menciptakan ruang-ruang diskusi dari awal, sementara web forum itu
tergantung kebijakan yg empunya website itu sendiri. Faktor demokratis disini sangat menentukan kualitas posting. Dus, website juga berisi gambar2 animasi dari web desainer yg seringkali terlalu unjuk diri sehingga bukan saja memperlambat loading web tersebut sehingga menyulitkan mereka yang memiliki koneksi terbatas,
sementara milis, pada dasarnya tidak mementingkan tampilan, karena pada mulanya milis itu diakses via email masing-masing member.
Teknologi sekarang tidak hanya memudahkan kita untuk mengakses email kapan saja dan dengan cara apa saja. Tidak hanya menggunakan mail server gratisan seperti msn, yahoomail & googlemail, tetapi juga mendownload beragam aplikasi email client semacam Outlook atau Edora, dan yang tak kalah menariknya adalah push mail yang disediakan oleh operator telekomunikasi semacam telkom & indosat.
Tentu saja milis mempunyai kekurangan, misalnya tidak semua member aktif posting dan lemahnya moderator untuk menghidupkan suasana milis sering menjadi penyebab matinya milis dan “garing”-nya suasana milis. Pengalaman dari bermilis ria dari milis-milis yang saya ikuti, mengajarkan saya untuk mengelola milis dengan baik dan tetap ramai posting.
Ada berbagai cara untuk meramaikan milis, berikut tipsnya:
- Jadilah moderator & rekrutlah beberapa provokator.
IMHO, Seorang moderator milis adalah provokator milis. Ini hanyapendapat pribadi, tapi banyak benarnya lho… saya pernah dengan sengaja membuat konflik kecil-kecilan untuk menarik perhatian member milis dan memantau siapa saja yang aktif memonitor milis. Jika Anda ingin jaim, cobalah bergabung dengan beberapa milis yang ramai dan undang (invite)beberapa orang yang bisa menjadi member milis yang dimoderatori oleh kita tersebut.
- Tetap humble & ramah
Moderator itu penengah dan tukang beres-beres. Ingin jadi moderator?Maka siap-siap capek dengan rutinitas kerja menata milis yang membosankan dan menghabiskan banyak waktu kita. Misalnya,menambah secara manual member yang ingin join atau hanya sekedar unsubscribe. Dalam melakukan tugas-tugas yang sebenarnya mudah dilakukan semua orang itu terkadang moderator lama-lama bisa jengkel karena seharusnya setiap member bertanggung jawab dengan email yang bersangkutan, tetapi karena malas, gaptek atau bosy, jadinya moderatorlahyang disuruh-suruh untuk melakukan itu semua. Hal ini membutuhkankesabaran dan sikap leadership yang baik, yah.. hitung-hitung jadi kepala RT di lingkungan Anda tinggal
- Punya YahooID & Gmail ID
katakanlah Anda membuat milis di YahooGroups, maka tentu saja Anda harus punya yahooID. Manfaatnya sebenarnya banyak, satu diantaranya adalah YahooID tersebut dapat digunakan untuk virtual meeting dengan sesama moderator yang terhalang jarak & waktu dan sulit untuk mewujudkan gathering padahal masalahnya akan selesai jika dibicarakan secara online saja. Selain YahooID, anda juga butuh GmailID, yang ini agak sulit cara memperolehnya karena kita harus mendapatkan undangan (inviter) dari yang sudah memiliki GmailID sebelumnya. Caranya, tinggal request inviter mail ke siapa saja orang yang mempunyai GmailID, misalnya ke email ToekangCD@Gmail.Com.
- Jadilah Mr.Bean
Tertarik dengan karakter Rowan Atkinson di serial Mr. Bean? Insinyur teknik ini tampil dengan karakter konyol tetapi cerdas. Menurut saya, seorang moderator juga harusnya tampil seperti itu. Jadilah orang yang seperti kurang kerjaan untuk jail, nyental sini nyental sana, iseng bahkan gokil! Biasanya posting-posting yang nyerempet-nyerempet seperti Poligami, selingkuh anggota parpol, skandal proyek, dan SARA banyak direspon. Tugas moderator adalah untuk menjaga frame diskusi berjalan sehat dan wajar.
- Adakanlah Gathering.
Sehebat apapun media online, tidak akan terasa gregetnya jika tidak membuat forum bertatap muka secara langsung. Sesekali adakanlah gathering / kopi darat dengan beberapa member untuk saling mengakrabkan diri. Misalnya di sela-sela makan siang jam kantor, di akhir tahun atau hari sabtu/minggu di mana member banyak yang liburan.
So? Bagaimana menjadi seorang miliser yang bertanggung jawab? Nah jawabannya sederhana: Jadilah seorang Moderator milis.. ;-)
Sebentar, ada yang terlupa, bagaimana pula saya bisa mendapatkan istri saya dari sebuah milis? Itupun sederhana, istri saya itu adalah adik dari seorang moderator milis
;-)
Kang Sirod
Nongkrong di sini
15 March 2007
Memandang Indonesia dari sisi lain, entah ngeledek ato bangga, tapi menggelitik.
Anda orang Indonesia ?
Masih tinggal di Indonesia ?
Di Jakarta?
Ke kantor naik bis umpel-umpelan?
Lalu lintas macet?
Pernah Naik kereta super ekonomi ke Yogya or Surabaya ?
Pernah kebajiran?
Pernah dipalakin di bus sama gerombolan preman?
Kalau Ada yang bertanya: apa sih yang bisa dibanggakan for being Indonesian?
Maka jawaban saya adalah : Kita.
Kita harus bangga karena kita orang Indonesia Bisa dan Biasa hidup susah!!!
Ga becanda nih !
Saya Serius!! Saya nggak boong. Kalau saya boong biarkan Tuhan memberikan cobaan yang berat pada saya , misalnya memberikan harta yg berlimpah..
Kemampuan untuk hidup susah ("survival skill") tidak dimiliki orang-orang yang lama hidup di negara-negara mapan.
Boss saya (orang India) pernah cerita: suatu ketika teman-nya- sebut saja Sarukh dan keluarganya -pamit pada boss saya pulang ke Negara asalnya India untuk menikmati pensiun dini, setelah 15 tahun kerja di Singapore. Belum satu tahun pamitan pulang ke India si Sarukh sudah balik lagi ke Singapore , dan kali ini minta bantuan Boss saya untuk dicariin kerjaan lagi di Singapore.
“What happened?” Tanya boss saya.
Sarukh bercerita, setelah pulang ke India , anak remajanya yang dibesarkan di Singapore menjadi rada-rada stress dan menjadi pasien tetap psikiater di sana. Selidik-punya selidik agaknya hal itu disebabkan karena anaknya Sarukh tidak bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan dari kondisi yang sangat mapan ( Singapore) ke kondisi yang sebaliknya (India).
Jadi, dalam hal ini, anak si Sarukh yang sudah biasa hidup dalam kemapanan tidak punya "kemampuan bertahan waras" untuk hidup di negara yang belum mapan. Demi kebaikan anaknya, akhirnya si Sarukh memutuskan menunda pensiundini- nya dan kembali kerja di Singapore. Kalau kita-kita yang sudah biasa hidup susah di Jakarta , pindah or berkunjung ke India sih nggak ada masalah.
Saya jadi ingat, 2 tahun lalu ketika saya dan rekan-2 kerja saya berkunjung ke India, boss saya wanti-wanti untuk : bawa obat sakit perut, dan selama di India hanya minum-minuman dari botol/kaleng. Kalau ke restoran local jangan sekali-kali minum air putih yang disediakan dari dari Teko/ceret di restoran tersbut, karena
Kebersihan Airnya tidak terjamin, dan biasanya perut orang asing tidak siap untuk itu; begitu nasehat boss saya.
Pada waktu itu satu rombongan yang berangkat ke India terdiri dari 5 orang. Satu orang dari Jepang, dua orang Singapore dan dua orang Indonesia (termasuk saya yg baru sebulan kerja di Singapore).Dalam 2 minggu kunjungan ke India , kolega dari Singapore dan Jepang langsung menderita diare di Minggu pertama ke India . diselidiki, kemungkinan penyebabnya adalah mereka pernah memesan kopi atau teh di restoran local pada saat makan siang (yang tentunya tidak dari botol). Sementara si orang Jepang, walaupun secara ketat dia hanya minum-minuman botol atau kaleng selama makan di restoran-restoran lokal, terkena diare diduga karena si orang jepang ini menggunakan air keran dari hotel untuk berkumur-kumur selama sikat gigi. Sedangkan saya dan satu orang rekan lagi dari Indonesia , sehat walafiat tidak menderita suatu apapun selama di sana (mungkin karena di Indoneisa, udah terbiasa jajan es dipinggir jalan yang mungkin airnya tidak lebih bersih dari air di restoran-restoran India)
What is the moral of the story?
Kita harus bangga karena Kita bisa lebih baik dari orang Jepang dan Singapore!!! ! (dalam hal ketahanan perut ..kasian.)
Cerita lainnya lagi, bulan lalu saya di kirim kantor (yang base- nya di Singapore) untuk mengikuti sebuah workshop di Rio de Janeiro Brazil. Total waktu trempuh saya dari Singapore ke hotel saya di Rio de Janeiro Brazil adalah 36 jam (termasuk 5 jam transit di Eropa). Sebenarnya, dari Singapore ke Brazil , jalur yang paling umum dan cepat adalah ke arah Timur, transit di Amerika, terus ke Brazil . Dengan jalur ini saya perkirakan, dalam 26-30 Jam saya sudah bisa mencapai Brazil.
Cuma, karena saya orang Indonesia, untuk transit di Amerika pun saya butuh apply VISA Amerika, yang mana proses aplikasi visa tersebut memerlukan waktu sedikitnya 2 minggu. Padahal, saya tidak punya waktu sebanyak itu. Alhasil, yah begitulah, saya harus memilih rute yang sebaliknya, mengeliling belahan bumi bagian barat, transit di Amsterdam , dengan waktu tempuhnya 6- 10 jam lebih lama. Jadinya, cukup melelahkan, tapi nggak apa-apa, namanya juga orang Indonesia, harus terbiasa dengan hal-hal yang susah-susah.
Saya sampai di hotel di Rio, hari minggu jam 11 Malam. Dan keesokan paginya saya langsung mengikuti workshop di sana. Walaupun masih terasa lelah, saya tetap berusaha untuk terlibat aktif dalam workshop pagi itu, dengan mengajukan pertanyaan atau memberi masukan atas pertanyaan peserta lainnya.
Pada saat istirahat, saya sempat berbincang-bincang dengan kolega-kolega dari Jerman peserta workshop itu. Beberapa dari mereka mengeluh kecapaian dan menderita "jet lag", karena mereka telah menempuh 12 jam perjalanan dari Jerman, dan baru saja tiba di Brazil hari minggu siang, sehingga belum cukup waktu istirahat untuk adaptasi Jet lag, begitu keluh mereka.
Lalu, saya berkata pada mereka, bahwa sebenarnya mereka lebih beruntung dari saya, karena saya harus menempuh 36 jam perjalanan dari Singapore, dan baru tiba di hotel pukul sebelas malem, kurang dari 12 jam sebelum workshop dimulai. Mereka tertegun, salah seorang dari mereka bertanya pada saya: "Tapi kamu naik pesawat di kelas Bisnis khan?"
"Tidak, jatah saya Cuma kelas ekonomi", jawab saya lagi.
Mereka terlihat semakin terkagum-kagum (atau kasihan?), dan salah seorang dari mereka memuji.
"It’s very impressive, you guys Singaporean are really-really hard workers"
"I'm not Singaporean, I'm Indonesian working in Singapore” jawab saya.
Agaknya, hari itu saya menjadi cukup terkenal di kalangan kolega dari Jerman, hanya karena terbang selama 36 jam dari Singapore 12 jam sebelumnya dan masih bisa secara aktif mengikuti workshop tersebut. Saya tahu kalau saya menjadi pembicaraan mereka , karena sewaktu makan malam, kolega dari jerman lainnya - yang saya tidak pernah ceritakan mengenai perjalanan saya dari Singapore bertanya pada saya tips and trick supaya bisa tetap segar setelah menempuh perjalanan begitu lama (ini berarti dia mendapatkan cerita saya dari kolega jerman lainnya).
Saya bingung jawabnya. Ingin sekali saya menjawab:
"Berlatihlah dengan naik kereta api super ekonomi dari Jakarta ke Surabaya di saat-saat mendekati hari lebaran. Kalau Anda terbiasa dengan alat transportasi ini- di mana tidak hanya species "Homo Sapiens" yang bisa menjadi penumpangnya , dan di tambah lagi waktu tempuhnya yang lama sekali karena hampir di setiap setasion harus berhenti, maka Anda akan bisa menaklukkan semua alat transportasi terbang apapun yang di muka bumi ini".
Namun, saya urungkan memberi jawaban di atas, karena saya khawatir dia tidak akan mengerti atas apa yang saya jelaskan, dan saya yakin mereka tidak bisa "survive" dengan alat transportasi ini, yang fasilitasnya tentu jauh dari kelas Bisnis pesawat terbang (Note : kolega saya dari jerman otomatis mendapat fasilitas kelas bisnis di pesawat apabila waktu tempuhnya lebih dari 10 jam).
Seminggu, setelah saya pulang dari Workshop di Brazil, entah karena terkagum-kagum dengan "kemampuan hidup susah" yang saya miliki, atau karena alasan lainnya, kolega saya dari Jerman yang saya temui di Brazil, menghubungi atasan saya yang intinya meminta saya untuk ditugaskan ke Jerman, membantu project yang saat ini sedang berjalan di sana. Alhasil, bulan September - November saya akan bergabung dengan kolega-kolega di Jerman menyelesaikan project di sana. Cukup membanggakan, karena, kata boss saya, ini kali pertama "Kantor Pusat" meminta bantuan dari kantor cabang untuk mensupport project yang sedang mereka kerjakan di kantor pusat.
Jadi setelah membaca tulisan ini, saya harap pembaca sekalian punya alasan semakin bangga menjadi orang Indonesia .
Kalau anda lagi di luar negeri dan ditanya "Anda dari mana?"
Jawablah dengan bangga:
Indonesia dong....!!!
Negara yang lagi susah,
Saya juga hidupnya susah
Tapi saya bisa survive!!!
Any Problem???
Sekali Merdeka tetap Merdeka !
Semoga tidak sekali susah tetap susah !
Sumber : Milis
Masih tinggal di Indonesia ?
Di Jakarta?
Ke kantor naik bis umpel-umpelan?
Lalu lintas macet?
Pernah Naik kereta super ekonomi ke Yogya or Surabaya ?
Pernah kebajiran?
Pernah dipalakin di bus sama gerombolan preman?
Kalau Ada yang bertanya: apa sih yang bisa dibanggakan for being Indonesian?
Maka jawaban saya adalah : Kita.
Kita harus bangga karena kita orang Indonesia Bisa dan Biasa hidup susah!!!
Ga becanda nih !
Saya Serius!! Saya nggak boong. Kalau saya boong biarkan Tuhan memberikan cobaan yang berat pada saya , misalnya memberikan harta yg berlimpah..
Kemampuan untuk hidup susah ("survival skill") tidak dimiliki orang-orang yang lama hidup di negara-negara mapan.
Boss saya (orang India) pernah cerita: suatu ketika teman-nya- sebut saja Sarukh dan keluarganya -pamit pada boss saya pulang ke Negara asalnya India untuk menikmati pensiun dini, setelah 15 tahun kerja di Singapore. Belum satu tahun pamitan pulang ke India si Sarukh sudah balik lagi ke Singapore , dan kali ini minta bantuan Boss saya untuk dicariin kerjaan lagi di Singapore.
“What happened?” Tanya boss saya.
Sarukh bercerita, setelah pulang ke India , anak remajanya yang dibesarkan di Singapore menjadi rada-rada stress dan menjadi pasien tetap psikiater di sana. Selidik-punya selidik agaknya hal itu disebabkan karena anaknya Sarukh tidak bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan dari kondisi yang sangat mapan ( Singapore) ke kondisi yang sebaliknya (India).
Jadi, dalam hal ini, anak si Sarukh yang sudah biasa hidup dalam kemapanan tidak punya "kemampuan bertahan waras" untuk hidup di negara yang belum mapan. Demi kebaikan anaknya, akhirnya si Sarukh memutuskan menunda pensiundini- nya dan kembali kerja di Singapore. Kalau kita-kita yang sudah biasa hidup susah di Jakarta , pindah or berkunjung ke India sih nggak ada masalah.
Saya jadi ingat, 2 tahun lalu ketika saya dan rekan-2 kerja saya berkunjung ke India, boss saya wanti-wanti untuk : bawa obat sakit perut, dan selama di India hanya minum-minuman dari botol/kaleng. Kalau ke restoran local jangan sekali-kali minum air putih yang disediakan dari dari Teko/ceret di restoran tersbut, karena
Kebersihan Airnya tidak terjamin, dan biasanya perut orang asing tidak siap untuk itu; begitu nasehat boss saya.
Pada waktu itu satu rombongan yang berangkat ke India terdiri dari 5 orang. Satu orang dari Jepang, dua orang Singapore dan dua orang Indonesia (termasuk saya yg baru sebulan kerja di Singapore).Dalam 2 minggu kunjungan ke India , kolega dari Singapore dan Jepang langsung menderita diare di Minggu pertama ke India . diselidiki, kemungkinan penyebabnya adalah mereka pernah memesan kopi atau teh di restoran local pada saat makan siang (yang tentunya tidak dari botol). Sementara si orang Jepang, walaupun secara ketat dia hanya minum-minuman botol atau kaleng selama makan di restoran-restoran lokal, terkena diare diduga karena si orang jepang ini menggunakan air keran dari hotel untuk berkumur-kumur selama sikat gigi. Sedangkan saya dan satu orang rekan lagi dari Indonesia , sehat walafiat tidak menderita suatu apapun selama di sana (mungkin karena di Indoneisa, udah terbiasa jajan es dipinggir jalan yang mungkin airnya tidak lebih bersih dari air di restoran-restoran India)
What is the moral of the story?
Kita harus bangga karena Kita bisa lebih baik dari orang Jepang dan Singapore!!! ! (dalam hal ketahanan perut ..kasian.)
Cerita lainnya lagi, bulan lalu saya di kirim kantor (yang base- nya di Singapore) untuk mengikuti sebuah workshop di Rio de Janeiro Brazil. Total waktu trempuh saya dari Singapore ke hotel saya di Rio de Janeiro Brazil adalah 36 jam (termasuk 5 jam transit di Eropa). Sebenarnya, dari Singapore ke Brazil , jalur yang paling umum dan cepat adalah ke arah Timur, transit di Amerika, terus ke Brazil . Dengan jalur ini saya perkirakan, dalam 26-30 Jam saya sudah bisa mencapai Brazil.
Cuma, karena saya orang Indonesia, untuk transit di Amerika pun saya butuh apply VISA Amerika, yang mana proses aplikasi visa tersebut memerlukan waktu sedikitnya 2 minggu. Padahal, saya tidak punya waktu sebanyak itu. Alhasil, yah begitulah, saya harus memilih rute yang sebaliknya, mengeliling belahan bumi bagian barat, transit di Amsterdam , dengan waktu tempuhnya 6- 10 jam lebih lama. Jadinya, cukup melelahkan, tapi nggak apa-apa, namanya juga orang Indonesia, harus terbiasa dengan hal-hal yang susah-susah.
Saya sampai di hotel di Rio, hari minggu jam 11 Malam. Dan keesokan paginya saya langsung mengikuti workshop di sana. Walaupun masih terasa lelah, saya tetap berusaha untuk terlibat aktif dalam workshop pagi itu, dengan mengajukan pertanyaan atau memberi masukan atas pertanyaan peserta lainnya.
Pada saat istirahat, saya sempat berbincang-bincang dengan kolega-kolega dari Jerman peserta workshop itu. Beberapa dari mereka mengeluh kecapaian dan menderita "jet lag", karena mereka telah menempuh 12 jam perjalanan dari Jerman, dan baru saja tiba di Brazil hari minggu siang, sehingga belum cukup waktu istirahat untuk adaptasi Jet lag, begitu keluh mereka.
Lalu, saya berkata pada mereka, bahwa sebenarnya mereka lebih beruntung dari saya, karena saya harus menempuh 36 jam perjalanan dari Singapore, dan baru tiba di hotel pukul sebelas malem, kurang dari 12 jam sebelum workshop dimulai. Mereka tertegun, salah seorang dari mereka bertanya pada saya: "Tapi kamu naik pesawat di kelas Bisnis khan?"
"Tidak, jatah saya Cuma kelas ekonomi", jawab saya lagi.
Mereka terlihat semakin terkagum-kagum (atau kasihan?), dan salah seorang dari mereka memuji.
"It’s very impressive, you guys Singaporean are really-really hard workers"
"I'm not Singaporean, I'm Indonesian working in Singapore” jawab saya.
Agaknya, hari itu saya menjadi cukup terkenal di kalangan kolega dari Jerman, hanya karena terbang selama 36 jam dari Singapore 12 jam sebelumnya dan masih bisa secara aktif mengikuti workshop tersebut. Saya tahu kalau saya menjadi pembicaraan mereka , karena sewaktu makan malam, kolega dari jerman lainnya - yang saya tidak pernah ceritakan mengenai perjalanan saya dari Singapore bertanya pada saya tips and trick supaya bisa tetap segar setelah menempuh perjalanan begitu lama (ini berarti dia mendapatkan cerita saya dari kolega jerman lainnya).
Saya bingung jawabnya. Ingin sekali saya menjawab:
"Berlatihlah dengan naik kereta api super ekonomi dari Jakarta ke Surabaya di saat-saat mendekati hari lebaran. Kalau Anda terbiasa dengan alat transportasi ini- di mana tidak hanya species "Homo Sapiens" yang bisa menjadi penumpangnya , dan di tambah lagi waktu tempuhnya yang lama sekali karena hampir di setiap setasion harus berhenti, maka Anda akan bisa menaklukkan semua alat transportasi terbang apapun yang di muka bumi ini".
Namun, saya urungkan memberi jawaban di atas, karena saya khawatir dia tidak akan mengerti atas apa yang saya jelaskan, dan saya yakin mereka tidak bisa "survive" dengan alat transportasi ini, yang fasilitasnya tentu jauh dari kelas Bisnis pesawat terbang (Note : kolega saya dari jerman otomatis mendapat fasilitas kelas bisnis di pesawat apabila waktu tempuhnya lebih dari 10 jam).
Seminggu, setelah saya pulang dari Workshop di Brazil, entah karena terkagum-kagum dengan "kemampuan hidup susah" yang saya miliki, atau karena alasan lainnya, kolega saya dari Jerman yang saya temui di Brazil, menghubungi atasan saya yang intinya meminta saya untuk ditugaskan ke Jerman, membantu project yang saat ini sedang berjalan di sana. Alhasil, bulan September - November saya akan bergabung dengan kolega-kolega di Jerman menyelesaikan project di sana. Cukup membanggakan, karena, kata boss saya, ini kali pertama "Kantor Pusat" meminta bantuan dari kantor cabang untuk mensupport project yang sedang mereka kerjakan di kantor pusat.
Jadi setelah membaca tulisan ini, saya harap pembaca sekalian punya alasan semakin bangga menjadi orang Indonesia .
Kalau anda lagi di luar negeri dan ditanya "Anda dari mana?"
Jawablah dengan bangga:
Indonesia dong....!!!
Negara yang lagi susah,
Saya juga hidupnya susah
Tapi saya bisa survive!!!
Any Problem???
Sekali Merdeka tetap Merdeka !
Semoga tidak sekali susah tetap susah !
Sumber : Milis
PKS: Pilkada DKI Pertarungan Agenda Elit Vs Agenda Rakyat
Arifin Asydhad - detikcom
Jakarta - Dikeroyok 17 partai politik (parpol) dalam pertarungan di Pemilihan Gubernur DKI, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa tersanjung. Sekjen DPP PKS Anis Matta menyebut Pilkada DKI nanti menjadi pertarungan antara agenda elit dan agenda rakyat.
"Kami tersanjung dengan pengeroyokan ini. Selama ini kami tidak pernah merasa terlalu kuat sampai pada tahap di mana kami harus dikalahkan melalui pengeroyokan," kata Anis Matta dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (15/3/2007).
Menurut Anis, pengeroyokan ini menyadarkan PKS bahwa pertarungan ini akhirnya seperti kisah 'bawang merah dan bawah putih.' "Ini adalah pertarungan antara agenda elit dan agenda rakyat. Kami bersyukur karena kami memperjuangkan agenda rakyat, walaupun untuk tujuan mulia itu kami harus menghadapi pengeroyokan ini," ujar dia.
Anis optimistis PKS akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dalam Pilkada nanti. "Kami percaya pada kebenaran agenda kami dan pada keniscayaan dukungan rakyat terhadap perjuangan kami. Bagi kami ini bukan pertarungan ideologi, tapi ini pertarungan hati nurani. Rakyat selalu memenangkan hati nurani," tegas dia.
PKS telah menetapkan Adang Daradjatun sebagai calon gubernur DKI 2007-2012. Dalam waktu dekat, PKS akan mengumumkan calon wakil gubernur yang akan mendampingi Adang.
Sementara itu, 17 parpol telah melakukan deklarasi Koalisi Bersama mendukung Fauzi Bowo alias Foke sebagai calon gubernur. Berdiri dalam barisan ini, antara lain PDIP, Partai Golkar, PPP, PBR, PDS, PBB, dan 9 partai gurem. Dua partai lainnya, PAN dan PKB, meski diklaim mendukung koalisi, tapi ternyata masih belum menentukan sikapnya. (asy/asy)
Jakarta - Dikeroyok 17 partai politik (parpol) dalam pertarungan di Pemilihan Gubernur DKI, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa tersanjung. Sekjen DPP PKS Anis Matta menyebut Pilkada DKI nanti menjadi pertarungan antara agenda elit dan agenda rakyat.
"Kami tersanjung dengan pengeroyokan ini. Selama ini kami tidak pernah merasa terlalu kuat sampai pada tahap di mana kami harus dikalahkan melalui pengeroyokan," kata Anis Matta dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (15/3/2007).
Menurut Anis, pengeroyokan ini menyadarkan PKS bahwa pertarungan ini akhirnya seperti kisah 'bawang merah dan bawah putih.' "Ini adalah pertarungan antara agenda elit dan agenda rakyat. Kami bersyukur karena kami memperjuangkan agenda rakyat, walaupun untuk tujuan mulia itu kami harus menghadapi pengeroyokan ini," ujar dia.
Anis optimistis PKS akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dalam Pilkada nanti. "Kami percaya pada kebenaran agenda kami dan pada keniscayaan dukungan rakyat terhadap perjuangan kami. Bagi kami ini bukan pertarungan ideologi, tapi ini pertarungan hati nurani. Rakyat selalu memenangkan hati nurani," tegas dia.
PKS telah menetapkan Adang Daradjatun sebagai calon gubernur DKI 2007-2012. Dalam waktu dekat, PKS akan mengumumkan calon wakil gubernur yang akan mendampingi Adang.
Sementara itu, 17 parpol telah melakukan deklarasi Koalisi Bersama mendukung Fauzi Bowo alias Foke sebagai calon gubernur. Berdiri dalam barisan ini, antara lain PDIP, Partai Golkar, PPP, PBR, PDS, PBB, dan 9 partai gurem. Dua partai lainnya, PAN dan PKB, meski diklaim mendukung koalisi, tapi ternyata masih belum menentukan sikapnya. (asy/asy)
Subscribe to:
Posts (Atom)