11 November 2011

Pendapat saya tentang produk UNILEVER PURE IT

Akhirnya, ada juga topik marketing-club yang dari sisi ilmu marketing dan teknologi kena dua-duanya dengan bisnis yang kami geluti. Saya sendiri bekerja di perusahaan water treatment sehingga turut mengamati bagaimana Aqua "Fight back" karena kampanye Unilever PureIT. Tentu saja disini (maksudnya milis marketing-club) banyak praktisi yang lebih mengerti tentang strategi keduanya, untuk itu saya akan menulis dari sudut pandang yang berbeda (dari sisi teknis).






Unilever PureIt dapat kita lihat penjelasan produknya di http://www.pureitwater.com/
dari web tersebut dapat disimpulkan bahwa PureIT adalah water treatment sederhana yang menerapkan filtrasi tanpa pressure, dimana air (keran) yang akan diolah melewati beberapa tahapan:





Mikron filter > Carbon Filter > Sterilisator dan Polisher Carbon. Artinya secara teknologi tidak ada yang baru dan canggih. Unilever membuat produk ini yang sebelumnya diluncurkan di India dengan harapan setiap rumah tangga dengan budget 500.000 sudah dapat menikmati air langsung minum tanpa beban energy (gas atau listrik) setiap bulannya. Walaupun tidak dijelaskan bahwa disitu ada sterilisator yang harus diganti secara berkala (mereka menyebutnya micro germkill processor) seharga Rp 150.000. Lagi-lagi disebutkan bisa diganti 6 bulan sekali (ini mungkin angka maksimal, bisa saja penggantian kurang dari jangka waktu tersebut). 


Produk PureIT ini jelas menohok Aqua yang dalam setiap kampanyenya bahwa kualitas air itu tidak sama dan tidak bisa disamaratakan. Sehingga Aqua mengkampanyekan pentingnya kita mengkonsumsi air yang bersumber dari air pegunungan. Tak kurang beberapa pakar diajak serta untuk kampanye ini (saat tulisan ini dibuat, tahun 2011, aqua menggandeng pakar hidrologi dalam iklan2 mereka) .



Sebelumnya kita tahu bahwa pemain air dalam kemasan diramaikan oleh Coca Cola dengan Ades-nya dan Nestle dengan Nestle PureLife. Unilever justru membuat kategori bisnis air yang baru dan belum disentuh raksasa-raksasa fast moving consumer good tersebut. Produk-produk water treatment portable seperti ini biasanya dijalankan oleh perusahaan-perusahaan kecil dengan market yang sangat segmented. Tetapi dengan harga yang murah meriah apalagi dengan jargon "tanpa listrik, tanpa ribet dan air keran" maka jelas-jelas ini "mengganggu" pasar AMDK yang dikuasai Aqua.

Lalu pertanyaannya:
- Teknologi apa yang dipakai Aqua?
- Apakah PureIT bisa untuk semua air keran?
- Seberapa efektifkah Germkill processor dalam PureIT?

Kalau melihat dari presentasi mereka teknologi ini "hanya" :
  1. Carbon filter
  2. Sterilisasi (bahasa mereka keren, tapi dugaan saya ini chlorin pakai baterai, jadi tetep aja kita keluarin uang untuk ganti baterai.. memang gak pake listrik AC, tapi listrik DC
  3. Polisher filter (ini pakai karbon juga, buat menghilangkan chlorinnya itu)


Saran saya:

  • Sebaiknya analisa air keran di rumah kita dulu, murah kok untuk parameter fisika kimia based on permenkes 492  2010 kira2 200-300 ribuan per sample air (sekarang di tahun 2015, di atas 500 ribuan rupiah). Nanti dicocokkan dengan standardnya. nah, bakal ketauan itu air cocok atau tidak memakai water treatment portable seperti itu..
  • Pengalaman saya untuk air di jakarta : kawasan yg masih bagus di sekitar Lenteng Agung dan sekitarnya, yg buruk itu di kawasan kedoya dan jakarta barat. Saya sangat tidak menyarankan pakai alat Unilever PureIT ini
Di masyarakat umum / awam, air yang bisa diminum itu seolah-olah sulit dicapai. Padahal menurut pengalaman saya, kalau sekedar "LAYAK MINUM' teknologinya gampang banget, karena standard-nya juga biasa-biasa saja. Misalnya menurut WHO, TDS (Total Dissolve Solid) 1000 itu layak minum, menurut permenkes 416 atau yg terbaru 492/2010 itu di angka 500. Cara untuk menurunkan TDS itu ya pakai Reverse Osmosis (RO). Untuk RO buatan Chung Kwok punya (sebutan lain buatan China) di Lindeteves (Jakarta Utara) saya pernah cek ada yg jual 1-2 juta untuk 30 gallon per hari.

Ada teknologi sederhana yg dikembangkan BPLH DKI yaitu filter air dari keramik plered. Sepertinya teknologi ini sudah jadi  milik publik dan cukup efektif menyaring e coli, prinsip kerjanya seperti membrane hanya tanpa pressure. kalau saja ada teknologi untuk mengecek sebaran pori2 membrannya bakal keren banget nih keramik.

yang jelas, kalau di iklan itu dibilang technology, itu termasuk teknologi sederhana, masih kalah lah dengan air isi ulang yang biasa kita temui, beberapa analisa airnya dilakukan oleh Lab.-nya Prof. Suprihatin Jurusan Teknologi Industri Pertanian IPB itu. (belakangan saya baru tahu bahwa PureIT juga lolos uji Lab TIN-IPB). Soalnya sterilisasinya memakai germicidal lamp (UV) dan itu efektif tanpa chemical seperti chlorin.. cmiiw...


08 November 2011

Satu malam renungan di usiaku yang ke-33


Semoga tulisan kecil ini dibaca oleh kedua anakku kelak saat mereka sudah bisa membaca. Malam ini di awal Nopember 2011, saat usiaku 33 tahun dan 6 tahun usia pernikahanku dengan istriku yang kucinta Ramadhani Rasyidin.
Di teras rumahku, aku bersandar santai ditemani suara jangkrik dan cuaca yang sangat bersahabat. Sementara di Thailand, saat ini mereka sedang kesusahan karena genangan air banjir yang tentu saja mengganggu aktivitas mereka. Si Bunda baru saja membuatkan kopi krimer kesukaanku, sesuatu yang menurut ukuranku mewah saat aku masih mahasiswa dulu.

Baru saja, beberapa menit yang lalu si sulung Zufar berlari-lari sambil berteriak menggoda adiknya si bungsu Sharda (untuk sementara bolehlah aku menyebutnya si bungsu). Mereka berhilir mudik menaiki dan menuruni anak tangga rumah kami yang mungil (aku tak mau menyebut sempit, itu tandanya aku tak bersyukur). 

Suara jeritan, teriakan dan kegaduhan dari seorang anak, itu adalah kenikmatan luar biasa. Itu adalah indikator penting bahwa mereka sehat, berkecukupan gizi, dan tidak tertekan. Itu juga menandakan bahwa aku hadir dalam perjalanan mereka dari bayi ke balita. 
Aku tak pernah meminta kepada Tuhan rumah yang layak. Lalu Dia tetap memberikan kami rumah permanen yang dibangun oleh seorang tukang yang bekerja pada toko besi dan bangunan. Ia membangunnya dengan sepenuh hati, bukan seperti rumah-rumah kompleks yang dibangun dalam kualitas rendah dan seperti terburu-buru. Ia menempati rumah ini hanya satu tahun lebih beberapa bulan, lalu menjualnya kepada kami. Rumah inilah yang menjadi fondasi kami menjejakkan kesepakatan-kesepakatan peranan. Bagaimana tugasku dan apa tugas istriku; do & don’t; apa yang penting dan urgent dan apa yang penting tetapi tidak urgent dan seterusnya. 

Rumah ini pula tempat kami berteduh dari teriknya panas dan dinginnya malam. Seperti layaknya keluarga pada umumnya, TV adalah sumber dari segala sumber referensi kami. Si Bunda bisa bertemu tokoh-tokoh rupawan yang menghibur dirinya selepas bekerja seharian. Dan Aku? Biasanya selalu gagal merebut remote control dari tangannya. Tidak peduli tim favoritku Arsenal yang baru saja membantai Chelsea 5-3 dalam liga premier musim ini! L tidak mengapa, toh TV yang menurut kami bagus ini memang dari uang jerih payah si Bunda juga kok.
Aku biasanya lari ke handheld, bercengkrama dengan teman-teman mayaku. Entah itu mailing list, blackberry group, mengomentari status facebook atau mengecek mention di akun twitter dan puluhan aktivitas buang-buang waktu lainnya :-) 
 
Sebelumnya pasti si Sharda sudah menarik tanganku untuk menyaksikan video dirinya sendiri. Hadoooh.. ini anak kok narsis dari kecil sih? Abangnya sudah tau diri, ia akan berdiri di samping kursi komputer, menunggu adiknya bosan. Si abang sudah aku sediakan video hasil unduhan dari Youtube seperti aksi Cristiano Ronaldo dari FerdinandTV men-jugling bola atau aksi akrobatik Red Arrow membelah angkasa. Kami belum mampu membeli Playstation 3 atau Xbox, dan jika bisa pun pasti “Mentri Keuangan” sudah menempatkan keinginan tersebut dalam no. urut paling bawah, ya sudahlah..
Wahai anakku, Ayah sangat mencintai kalian Nak. Mengapa? Karena kalian sudah membuat ayah diperlukan dalam hidup ini. Karena kepolosan kalian, pelan-pelan ayah menjadi manusia yang lebih baik lagi. Ayah bunda tidak bisa berantem teriak-teriakan lagi, karena kalian dengan lucunya memandang wajah ayah seperti alien dan memaksa kami berhenti bertengkar..
Semoga kalian diberi umur yang berkah dan berusahalah menjadi manusia yang memberi nilai lebih pada lingkungan di manapun kalian berada. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat buat orang lain.

04 October 2011

KETIKA SEBAGAI KAKEK DI TAHUN 2040, KAU MENJAWAB PERTANYAAN CUCUMU

mei '98


Cucu kau tahu, kau menginap di DPR bulan Mei itu
Bersama beberapa ribu kawanmu
Marah, serak berteriak dan mengepalkan tinju
Bersama‐sama membuka sejarah halaman satu
Lalu mengguratkan baris pertama bab yang baru
Seraya mencat spanduk dengan teks yang seru
Terpicu oleh kawan‐kawan yang ditembus peluru
Dikejar masuk kampus, terguling di tanah berdebu
Dihajar dusta dan fakta dalam berita selalu
Sampai kini sejak kau lahir dahulu
Inilah pengakuan generasi kami, katamu
Hasil penataan dan penataran yang kaku
Pandangan berbeda tak pernah diaku
Daun‐daun hijau dan langit biru, katamu
Daun‐daun kuning dan langit kuning, kata orang‐orang itu
Kekayaan alam untuk bangsaku, katamu
Kekayaan alam untuk nafsuku, kata orang‐orang itu
Karena tak mau nasib rakyat selalu jadi mata dadu
Yang diguncang‐guncang genggaman orang‐orang itu
Dan nomor yang keluar telah ditentukan lebih dulu
Maka kami bergeraklah kini, katamu
Berjalan kaki, berdiri di atap bis yang melaju
Kemeja basah keringat, ujian semester lupakan dulu
Memasang ikat kepala, mengibar‐ngibarkan benderamu
Tanpa ada pimpinan di puncak struktur yang satu
Tanpa dukungan jelas dari yang memegang bedil itu
Sudahlah, ayo kita bergerak saja dulu
Kita percayakan nasib pada Yang Satu Itu.

Taufik Ismail, 1998

08 September 2011

Petikan Qasidah Burdah Al-Imam Al-Bushiri


Kutinggalkan sunnah Nabi yang sepanjang malam
Beribadah hingga kedua kakinya bengkak dan keram

Nabi yang kerana lapar mengikat pusarnya dengan batu
Dan dengan batu mengganjal perutnya yang halus itu

Walau gunung emas menjulang menawarkan dirinya
la tolak permintaan itu dengan perasaan bangga

Kurang harta namun menolak, maka tambah kezuhudannya
Walau perlu pada harta tidaklah merosak kesuciannya

Bagaimana mungkin Nabi mendamba pada dunia
Padahal tanpa dirinya dunia takkan pernah ada

Muhammadlah pemimpin dunia akhirat
Pemimpin jin dan manusia, bangsa Arab dan bukan Arab

Nabilah pengatur kebaikan pencegah mungkar
Tak satu pun setegas ia dalam berkata ya atau tidak

Dialah kekasih Allah yang syafa'atnya diharap
Dari tiap ketakutan dan bahaya yang datang menyergap

Dia mengajak kepada agama Allah yang lurus
Mengikutinya bererti berpegang pada tali yang tak terputus

Dia mengungguli para Nabi dalam budi dan rupa
Tak sanggup mereka menyamai ilmu dan kemuliaannya

Para Nabi semua meminta dari dirinya
Seceduk lautan kemuliaannya dan setitik hujan ilmunya

Para Rasul sama berdiri di puncak mereka
Mengharap setitik ilmu atau selonggok hikmahnya

Dialah Rasul yang sempurna batin dan lahirnya
Terpilih sebagai kekasih Allah pencipta manusia

Dalam kebaikannya, tak seorang pun menyaingi
Inti keindahannya takkan bisa terbagi-bagi

Jauhkan baginya yang dikatakan Nasrani pada Nabinya
Tetapkan bagi Muhammad pujian apapun kau suka

Nisbahkan kepadanya segala kemuliaan sekehendakmu
Dan pada martabatnya segala keagungan yang kau mahu

Kerana keutamaannya sungguh tak terbatas
Hingga tak satupun mampu mengungkapkan dengan kata

Jika mukjizatnya menyamai keagungan dirinya
Nescaya hiduplah tulang belulang dengan disebut namanya

Tak pernah ia uji kita dengan yang tak diterima akal
Dari sangat cintanya, hingga tiada kita ragu dan bimbang

Seluruh makhluk sulit memahami hakikat Nabi
Dari dekat atau jauh, tak satu pun yang mengerti

Bagaikan matahari yang tampak kecil dari kejauhan
Padahal mata tak mampu melihatnya bila berdekatan

Bagaimana seseorang dapat ketahui hakikat Sang Nabi
Padahal ia sudah puas bertemu dengannya dalam mimpi

Puncak Pengetahuan tentangnya ialah bahawa ia manusia
Dan ia adalah sebaik baik seluruh ciptaan Allah

Segala mukjizat para Rasul mulia sebelumnya
Hanyalah pancaran dari cahayanya kepada mereka

Dia matahari keutamaan dan para Nabi bintangnya
Bintang hanya pantulkan sinar mentari menerangi gelita

Alangkah mulia paras Nabi yang dihiasi pekerti
Yang memiliki keindahan dan bercirikan wajah berseri

Kemegahannya bak bunga, kemuliaannya bak purnama
Kedermawanannya bak lautan, keghairahannya bak sang waktu

la bagaikan dan memang tiada taranya dalam keagungan
Ketika berada di sekitar pembantunya dan di tengah pasukan

Bagai mutiara yang tersimpan dalam kerangnya
Dari kedua sumber, iaitu ucapan dan senyumannya

Tiada keharuman melebihi tanah yang mengubur jasadnya
Beruntung orang yang menghirup dan mencium tanahnya

***

Petikan bait-bait syair
Kitab Burdah,
Al-Imam Al-Bushiri
~~~
Dari Blog: Firus Fansuri

Sebuah Integritas & Sikap Ksatria Dari Toyota



Sikap Ksatria Dari Toyota


Dear Zev, AsMod dan KoKiers,

Kasus Toyota yang mencuat di berbagai mass media di dunia akhirnya mencapai puncaknya dengan penampilan langsung dari orang nomor satu Toyota Motor Corporation, Toyoda Akio ( 53 tahun ) di depan Kongres AS pada tanggal 24 Februari 2010. Penulis yang kebetulan tinggal di negeri Sakura ikut merasakan adanya aura rakyat Jepang yang antusias untuk mengikuti jalannya sidang selama 3 jam.


Toyoda Akio ( 53 tahun ) adalah cucu dari pendiri Toyota. Toyoda Akio secara " ksatria " datang ke negeri paman Sam ( AS ) untuk bersaksi dan menjawab pertanyaan dari anggota parklemen AS. Lepas dari permasalahan yang dihadapi oleh Toyota, sikap yang ditunjukkan oleh orang nomor satu Toyota adalah sikap yang mengundang decak kagum, salut dan homat.

Penulis bukanlah orang yang bermaksud memuji Toyoda Akio secara berlebihan akan tetapi marilah kita secara fair melihat bahwa sikap yang ditampilkan oleh Toyoda Akio sedikit banyak memang sangat luar biasa. Toyoda Akio dengan sikap ksatria datang untuk mempertanggungjawabkan perusahaannya yang bermasalah. Dia berani datang untuk mempertanggungjawabkan kesalahan perusahaannya, berani untuk menerima kritikan yang menjatuhkan mental dan tidak berusaha mencari kambing hitam.

Toyoda Akio secara tegas menyatakan penyesalan yang mendalam ( di berbagai mass media Jepang dan TV, berulang kali di katakan " deeply sorry " ) atas kasus yang memakan korban kecelakaan. Dia tidak lari dari tanggung jawabnya sebagai orang nomor satu Toyota. Inilah salah satu sikap yang membuat publik dunia salut bahkan penulis pun acungkan jempol buat Toyoda Akio. Memang begitulah seharusnya sebagai orang yang bertanggungjawab.




Bandingkan dengan sikap sombong nan angkuh para CEO 3 pabrik mobil terbesar di Amerika Serikat ( GM, Ford dan Chrysler ). Bulan November 2008, ketiga CEO yang angkuh datang ke hadapan Kongres hanya untuk mengemis dana talangan ( bail out ). Sikap dari para CEO sungguh jauh berbeda dengan Toyoda Akio yang santun. Apakah pantas datang ke Kongres dengan menyewa jet swasta khusus ( dari Detroit menuju Washington DC )? Yang namanya mengemis minta dana talangan ( bail out ), artinya 3 perusahaan sudah tidak punya kemampuan ( alias nyaris sekarat dan butuh bantuan dana ) untuk survive bukan? Bagaimana mungkin masih bisa menyewa jet khusus? Sungguh sikap yang menimbulkan rasa antipati padahal pada saat itu ada ribuan karyawan yang sedang proses PHK bukan? ( sumber: TV Tokyo).
Permasalahan yang dihadapi Toyota
Masalah recall ( penarikan ) produk Toyota memang mengoncangkan dunia bahkan rakyat Jepang sendiripun malu. Masalah ini semakin menjadi-jadi setelah adanya rekaman telepon darurat dari keluarga almarhum. Keluarga ini mengalami kecelakaan yang sangat mengerikan, dimana 4 nyawa melayang. Kecelakaan yang fatal, menewaskan semua penumpang sekaligus pengemudi yaitu, Saylor ( 45 tahun ), Cleofe, istri dari Saylor ( 45 tahun ), Mahala ( 13 tahun ) dan Chris Lastrella ( 38 tahun ). Ke-4 orang ini terdiri dari sepasang suami isteri, anak perempuan dan adik dari pihak isteri. Pada saat kejadian, keluarga naas ini berada dalam mobil Lexus ( produk Toyota). Lokasi kejadian kecelakaan berada di jalan tol ( highway ) wilayah California - USA.

Adapun hasil rekaman maut adalah sebagai berikut :

" Kami di dalam Lexus dan kami sedang mengarah ke arah utara dengan kecepatan 125 km/ jam dan kami sungguh dalam masalah......pedal gas macet...rem tidak berfungsi...kami sedang mendekati perempatan....tahan...tahan dan hanya berdoa...oh God " ( sesaat kemudian putus hubungan ). Itulah percakapan terakhir dari keluarga korban kecelakaan, sungguh menyedihkan. Bagaimanapun rasa kehilangan anggota keluarga secara tragis memang tidak akan tergantikan.

Akibat kasus recall Toyota yang mencuat pesat, tercatat lebih dari 1,09 juta mobil Toyota di Amerika Serikat dan Eropa terkena recall ( pemanggilan kembali ). Recall dilakukan di dealer terdekat untuk memperbaiki pedal gas. Konon, pedal gas bermasalah karena pedal gas menyangkut di karpet yang tidak menempel secara benar di lantai mobil. Ada 5 model yang harus menghadapi recall yaitu, Highlender produksi 2008 - 2010, Corolla 2009 - 2010, Venza 2009 - 2010, Matrik 2009 - 2010 dan Pontiac Vibe 2009 - 2010. Sumber mengenai 5 model produk Toyota dikeluarkan oleh regulator federal.





Kasus Toyota ini pun membikin Menteri Transportasi Jepang, Seiji Maehara turun tangan sekaligus menepis prasangka buruk bahwa produk mobil Jepang diragukan kualitasnya. Sungguh momen yang tepat. Langkah yang ditempuh Seiji Maehara perlu dilakukan agar problem Toyota tidak menyeret perusahaan -perusahaan Jepang lain di luar negeri ataupun produk Jepang.

Penulis pun menemukan fakta bahwa sebenarnya recall adalah hal yang biasa dalam industri otomotif. Menurut Nikkei Shimbun ( koran bisnis Jepang ), mobil-mobil buatan paman Sam pun berulangkali menghadapi masalah recall. Bulan Oktober 2009, Ford menyelesaikan kasus recall yang melibatkan 14 juta mobil ( lebih besar jumlahnya dari Toyota bukan? ). Masalah yang dihadapi adalah kurang sempurnanya cruise control. Begitu pula dengan pihak GM ( General Motors ) melakukan recall sekitar 850.000 mobil akibat masalah wiper ( penghapus air ) di kaca depan. Desember 2007, Chrysler pun melakukan recall terhadap 575.000 mobil karena kurang sempurnanya gigi perseneling.

Honda melakukan recall dibulan Februari 2010 karena Airbag model Inflator Dual Igniter yang bermasalah dan juga masalah power window system. VW pun di bulan Februari 2010 menarik 200.000 mobil model Novo Gol dan Novo Voyage di Brazil karena masalah bearing roda belakang yang sering kurang pelumas. Bahkan Peugeot Citroen me-recall 97.000 mobil di Eropa untuk model peugeot 107 dan Citroen C1 karena masalah pedal gas. Dan masih ada banyak lagi kasus recall mobil di dunia ini.

 


Pihak -pihak yang berkepentingan dengan kasus Toyota
Memang tidak dapat di pungkiri bahwa Toyota benar bermasalah dengan pedal gas yang memakan korban jiwa dalam kecelakaan ( total 34 korban jiwa ), akan tetapi siapakah pihak yang sengaja memblow-up kasus Toyota dan yang paling diuntungkan? Banyak kalangan rakyat Jepang yakin pemerintah USA ada dibalik semuanya. Tujuannya hanya satu yaitu proteksionisme terhadap perusahaan asing di USA.

Hanya kebetulan Toyota bermasalah dan diperberat dengan ditemukannya rekaman terakhir keluarga korban kecelakaan itulah maka GM, Ford dan Chrysler berusaha menjatuhkan reputasi Toyota di USA. Jangan lupa November tahun 2008, GM, Ford, dan Chrysler mengemis dana talangan ( bail out ) kepada pemerintah AS. KoKiers, ada dugaan bahwa politik bisnis pemerintahan AS turut bermain dalam recall Toyota karena mereka pun ingin menggeser kedudukan Toyota yang sudah merajai pasar mobil di USA bukan?

Dugaan semakin kuat bahwa bukan sekedar recall produk Toyota dan pedal gas. Besar kemungkinan bahwa ada udang di balik batu dengan cara-cara " kurang elegan " untuk menjatuhkan Toyota. Hal ini sudah bukan hanya menyangkut Toyota akan tetapi berlatar belakang politik antar kedua negara yaitu USA dan Jepang.

Pemerintah USA hanya ingin mendorong kenaikan pemasaran mobil buatan USA yang pernah menjadi " tuan rumah " di USA hingga dekade 1970-an. Itulah sebabnya, kasus Toyota di blow-up oleh pihak -pihak yang berkepentingan. Terbukti dikala kasus recall Toyota mecuat, pihak GM ( saingan Toyota ) segera melakukan perang urat syaraf untuk menjelek-jelekkan produk Toyota, akan tetapi ternyata usaha GM tetap tidak bikin rakyat USA berpindah untuk membeli produk GM bukan?

Toyota yang didirikan pada bulan September 1933. Pendiri Toyota yang legendaris adalah Kiichiro Toyoda. Motto Toyota yang terkenal adalah " customer first ", menjunjung tinggi kualitas dan pelayanan yang prima terhadap produknya. Memang bukan pekerjaan mudah buat Toyota untuk memulihkan nama baiknya akibat kasus recall, akan tetapi penulis masih yakin 100% bahwa Toyota akan menangani permasalahannya dengan baik. Ganbatte kudasai.

Akhir kata, kasus recall Toyota beserta " bumbu-bumbu penyedapnya " adalah suatu hal yang sering terjadi di dunia bukan? Resiko bisnis yang mungkin bisa saja menimpa setiap perusahaan bahkan perusahaan sekaliber dunia sekalipun. Tiba- tiba saya teringat salah satu pepatah, " Lebih baik kalah secara jantan ( gentle ) daripada menang secara keji ". Pelajaran yang berharga buat Toyota dan juga pihak -pihak yang berkepentingan untuk menjatuhkan Toyota.





Terimakasih buat semuanya yang telah membaca dan menuliskan komentar.
Salam hangat dari Jepang,
Ryu & Yuka-chan no mama

http://kolomkita.detik.com/baca/artikel/2/1377/sikap_ksatria_dari_toyota_/